Home / UMY

Rektor UMY Dorong Dosen Terus Upskilling Hadapi Perubahan Dunia Kerja dan AI

Rabu, 19 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Sekretaris BPH (Badan Pembina Harian) UMY, H. Arba Riksawan Qomaru, S.E., saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Baitul Arqam dosen tetap UMY

Foto Sekretaris BPH (Badan Pembina Harian) UMY, H. Arba Riksawan Qomaru, S.E., saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Baitul Arqam dosen tetap UMY

JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan dan perubahan kebutuhan dunia kerja menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi. Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., mendorong dosen untuk terus meningkatkan kompetensi atau upskilling agar pembelajaran yang diberikan tetap relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan mahasiswa. Hal tersebut disampaikan dalam acara Baitul Arqam Dosen Tetap UMY Tahun 2026 bertema “Peneguhan Komitmen untuk Mewujudkan Budaya Organisasi Berkemajuan” yang digelar pada Rabu-Kamis (19–20/8) di UMY Student Dormitory.

Menurutnya perubahan tidak hanya terjadi pada teknologi, tetapi juga pada karakter mahasiswa dan kebutuhan pasar kerja. Karena itu, dosen perlu memahami perkembangan tersebut agar metode pembelajaran, kompetensi yang diberikan, hingga kurikulum dapat terus disesuaikan.

“Perkembangan saat ini menuntut kita untuk terus memperbarui pengetahuan dan memahami perubahan situasi, termasuk kebutuhan pasar kerja. Sebagai dosen, kita harus siap melakukan upskilling, meningkatkan kompetensi, dan terus belajar. Kalau kita hanya bertahan dengan kemampuan yang ada dan tidak mau berkembang, kompetensi kita bisa tidak lagi relevan,” tandas Prof. Nurmandi.

Kebutuhan untuk memperkuat kompetensi lulusan juga terlihat dari hasil survei alumni UMY dalam beberapa tahun terakhir. Prof. Nurmandi menyebutkan berdasarkan survei yang ada, tren alumni yang belum bekerja berada pada kisaran 20 persen. Kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bagi perguruan tinggi, terutama dalam memastikan kompetensi yang diberikan selama perkuliahan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Ia mencontohkan, lulusan bidang engineering tidak cukup hanya menguasai kemampuan teknis. Berdasarkan masukan dari pengguna lulusan, kemampuan komunikasi, presentasi, dan menyampaikan gagasan juga menjadi kompetensi yang perlu diperkuat. Sementara itu, lulusan bidang sosial pun perlu memiliki keterampilan teknis yang lebih spesifik agar mampu memenuhi kebutuhan pekerjaan yang semakin menuntut keahlian tertentu.

“Kemampuan teknis seperti ini yang harus dibekali kepada mahasiswa. Jadi, selain mendapatkan pembelajaran melalui perkuliahan, mahasiswa juga perlu diberikan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, terutama pada jenjang S1. Kalau tidak dibekali dengan kemampuan tersebut, alumni kita akan kesulitan bersaing di pasar kerja,” jelasnya.

Perubahan kebutuhan tersebut mendorong UMY untuk terus mengevaluasi kurikulum dan pengembangan program studi. Prof. Nurmandi menegaskan bahwa kurikulum tidak dapat dianggap sebagai sesuatu yang permanen, tetapi perlu diperbarui mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan dunia kerja termasuk perkembangan AI yang mulai mengubah berbagai jenis pekerjaan.

“Tidak mungkin kurikulum itu taken for granted. Harus direvisi tiap tahun sesuai perkembangan, terutama perkembangan AI sekarang. Banyak perusahaan sudah menggunakan AI. Jadi kita harus melihat lagi, apa yang harus diberikan kepada mahasiswa, supaya kemampuan berpikir dan analisisnya tetap kuat,” tegas Prof. Nurmandi.

Perubahan ini juga harus diikuti dengan kesiapan dosen untuk memperluas kompetensinya. UMY tidak hanya mendorong mahasiswa memperoleh keterampilan yang relevan, tetapi juga menyiapkan pengembangan program studi yang menyesuaikan kebutuhan dunia kerja.

Untuk itu, kesiapan beradaptasi menjadi bagian penting dari budaya organisasi berkemajuan yang perlu dibangun bersama oleh dosen. Kompetensi dosen yang terus diperbarui diharapkan dapat mendukung pembelajaran yang semakin relevan, sekaligus membekali lulusan UMY dengan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. (LSI)

 

Sumber : humas umy

Berita Terkait

Student Fair 2026, UMY Dorong Mahasiswa Bangun Jejaring dan Kembangkan Potensi
Wacana Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Akademisi UMY Soroti Risiko Suara Pemilih Terbuang
Pengawasan Kepala Daerah Dinilai Belum Seimbang di Tengah Dominasi Eksekutif
Dua Kepala Daerah Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Pakar UMY Soroti Titik Rawan Kewenangan
Habis Karhutla Terbitlah Sawit, Pakar UMY Ingatkan Risiko Alih Fungsi Kawasan Lindung
PUSDHAM UMY Resmi Layangkan Amicus Curiae Perkara PHPU Pilpres 2024 ke MK
Pelunasan BLBI Selesai, Ekonom UMY Ingatkan Risiko Ketergantungan pada Surplus BI
Ekonom UMY Bedah Mekanisme Surplus Bank Indonesia di Balik Pelunasan Utang BLBI

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 13:18 WIB

Student Fair 2026, UMY Dorong Mahasiswa Bangun Jejaring dan Kembangkan Potensi

Rabu, 30 September 2026 - 12:30 WIB

Wacana Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Akademisi UMY Soroti Risiko Suara Pemilih Terbuang

Rabu, 30 September 2026 - 11:38 WIB

Pengawasan Kepala Daerah Dinilai Belum Seimbang di Tengah Dominasi Eksekutif

Rabu, 30 September 2026 - 11:32 WIB

Dua Kepala Daerah Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Pakar UMY Soroti Titik Rawan Kewenangan

Rabu, 30 September 2026 - 09:13 WIB

Habis Karhutla Terbitlah Sawit, Pakar UMY Ingatkan Risiko Alih Fungsi Kawasan Lindung

Berita Terbaru