JOGJAOKE.COM, SLEMAN – Sebanyak 100 warga bergotong royong membersihkan Kali Buntung Gempol, Condongcatur, Sleman, Minggu, mengusung semangat pelestarian lingkungan melalui aksi nyata bersama masyarakat.
Aksi bertajuk “Bersih Sungai Kali Buntung Gempol, Lestari Alamku, Lestari Desaku” melibatkan pemerintah, komunitas peduli sungai, tokoh masyarakat, serta relawan lingkungan setempat.
Komunitas Kali Buntung Gempol menggagas kegiatan tersebut dengan dukungan penuh Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Pemerintah Kapanewon Depok, Kalurahan Condongcatur, serta FKSS Sleman.
Kepala DLH Sleman Junaidi hadir bersama Sasi Kirana, Panewu Depok Rakhmat Harinawan, Plt Lurah Condongcatur Budi Arto, dan Ketua FKSS Sugito.
Selama hampir tiga jam, peserta menyusuri aliran sungai mengangkut sampah plastik, styrofoam, botol, serta limbah rumah tangga yang mencemari lingkungan sekitar sungai.
Hasilnya, sebanyak 65 karung sampah anorganik dengan berat mencapai 520 kilogram berhasil dikumpulkan, kemudian dievakuasi UPT Persampahan DLH Sleman untuk diproses lanjutan.
Sasi Kirana menegaskan, “Jangan membuang sampah maupun limbah cair rumah tangga langsung ke sungai tanpa melalui proses pengolahan yang memadai,” tegasnya kepada warga.
Ia menambahkan, “Masyarakat diharapkan memiliki septic tank atau sistem resapan yang baik agar kualitas air sungai tetap terjaga,” katanya saat sarasehan lingkungan.
Sasi juga mengajak warga menanam pohon di bantaran sungai.
“Penanaman pohon menjaga debit air, memperkuat tebing, sekaligus mencegah erosi,” ujarnya lagi.
Plt Lurah Condongcatur Budi Arto mengingatkan, “Pohon di sekitar sungai jangan ditebang sembarangan karena berfungsi menahan longsor dan menjaga ketersediaan air,” katanya.
Budi Arto menegaskan, “Kalurahan siap memfasilitasi pengajuan bibit pohon kepada DLH Sleman dan mengajak warga memilah sampah sejak dari rumah,” ujarnya.
Ketua FKSS Sleman Sugito mengatakan, “Kapanewon Depok memiliki sebelas komunitas sungai dari total tiga puluh dua komunitas sungai di Kabupaten Sleman,” jelasnya.
Sugito berharap, “Komunitas sungai terus menjadi motor pelestarian lingkungan, menjaga kualitas air baku, serta melindungi mata air melalui konservasi tanaman,” tandasnya.
Panewu Depok Rakhmat Harinawan menyampaikan, “Kesadaran warga membersihkan sungai menjadi modal sosial sangat berharga yang wajib terus dipelihara bersama,” ungkapnya.
Ia menambahkan, “Menjaga sungai bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat demi keberlanjutan lingkungan dan generasi mendatang,” tegasnya.
Gerakan ini memperkuat Program Kali Bersih Sleman sekaligus membuktikan gotong royong mampu menghadirkan sungai bersih, masyarakat peduli, serta lingkungan lestari berkelanjutan.






