Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 Bahas Strategi Menuju Indonesia Emas 2045

Senin, 2 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Kabupaten Bogor – Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026. Seluruh peserta mendapatkan arahan dari Presiden Prabowo Subianto di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026).

Dalam taklimatnya, Presiden Prabowo berpesan bahwa pemimpin harus memahami setiap peran dan tugasnya. Pemimpin harus memiliki keteguhan pada nilai kejujuran, pengabdian, dan sifat melayani masyarakat setiap golongan.

“Rakyat kita rakyat yang baik. Ingin punya pemimpin yang baik, yang jujur, memimpin untuk semua bukan untuk golongan,” kata Presiden Prabowo di Rakornas dengan tema Sinergi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Menuju Indonesia Emas 2045.

Presiden mengatakan bahwa banyak pihak yang meragukan kemampuan Indonesia sebagai bangsa dan negara. Sehingga, setiap unsur pemimpin harus waspada, mengerti, tahu situasi, hingga mengerti sejarah, latar belakang, nusantara dan daerah.

“Harus paham bahwa kita ratusan tahun diganggu bahkan dijajah. Mereka yang melupakan sejarah akan terbelit dalam kesalahan-kesalahan di masa lalu. Hari ini kita dapat kesempatan bagaimana dunia sebenarnya,” ungkap Prabowo.

Presiden mengatakan, Indonesia dibangun atas pengorbanan rakyat yang sangat besar. Karena itu, sebagai pemimpin tidak boleh lupa bahwa keberadaan seorang pemimpin adalah untuk berbakti dan mengabdi kepada rakyat. “Ini mudah diucapkan, tapi harus kita buktikan,” ungkapnya.

Prabowo juga menjelaskan bahwa politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif atau nonblok. Banyak kekuatan yang tidak menyukai Indonesia, termasuk kekuatan yang dekat dengan Indonesia.

“Indonesia berada di tengah perang ideologi dunia. Mari waspada dan mengerti tantangan-tantangan di dunia ini. Karena itu saya menjalankan mandataris politik bebas aktif nonblok, tidak mengikuti pakta militer manapun,” ungkapnya.

“Kalau diserang tidak ada yang bantu kita. Kita harus berdiri di kaki kita sendiri, harus percaya pada kekuatan kita sendiri. Hari ini yang kuat berbuat yang dikehendaki, yang lemah akan merana,” tambah Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengajak semua pihak untuk berjuang bersama-sama menghilangkan kemiskinan dari Indonesia. Bangsa ini diberikan berkah dengan kekayaan alam melimpah dan harus memberikan manfaat bagi rakyatnya.

“Mari kita membulatkan tekad untuk menyelamatkan, menjaga, dan mengelola kekayaan alam untuk kesejahteraan rakyat kita,” tambah Prabowo.

Prabowo mengungkapkan, Indonesia menjadikan swasembada pangan, swasembada energi, dan program makan bergizi sebagai fondasi atau pilar utama Indonesia.

“Swasembada pangan adalah syarat itu adalah pilar yang utama dari strategi dari strategi yang saya tawarkan dan saya jalankan sekarang,” tegasnya.

Dalam laporannya, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia M. Tito Karnavian mengatakan Rakornas dihadiri oleh 4.011 orang. Terdiri atas 525 orang dari tingkat pusat. Dari tingkat provinsi dan kabupaten kota sebanyak 3.486 orang.

Mendagri menjelaskan, ada tiga sesi penjelasan program strategis Presiden Prabowo Subianto oleh sejumlah narasumber. Sesi pertama dengan topik kebijakan presiden dalam bidang ekonomi, investasi, dan energi. Sesi kedua dengan topik koperasi desa kelurahan Merah Putih, swasembada pangan, kampung nelayan Merah Putih, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Sesi ketiga dengan topik penegakan hukum,” ujarnya. (nr)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Pusat Kebudayaan Tionghoa Jawa Barat Resmi Dibuka, Jadi Ruang Akulturasi Budaya Sunda
Remisi Kemerdekaan 2026, Tiga Warga Binaan Lapas Sumedang Langsung Bebas
Cegah Korupsi dan Optimalkan Tata Ruang, Wali Kota Bekasi Gandeng KPK dan ATR/BPN
Sedekah Bumi Desa Situsari Jadi Momentum Pelestarian Adat Sunda dan Penguatan Gotong Royong
Festival Tetangga 2 Dorong Penguatan Karakter Warga Lewat Aktivitas Edukatif
Kampung Adat Kuta Ciamis Jadi Sorotan: Warga Harap Kunjungan Gubernur KDM dan Solusi Permasalahan Desa Adat
Kakanwil Ditjenpas Jabar Apresiasi Program Ketahanan Pangan Lapas Sumedang
Aksi Simpatik Lapas Sumedang: Beri Pelayanan Kesehatan Gratis Demi Wujudkan Pemasyarakatan Berdampak

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Pusat Kebudayaan Tionghoa Jawa Barat Resmi Dibuka, Jadi Ruang Akulturasi Budaya Sunda

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:51 WIB

Remisi Kemerdekaan 2026, Tiga Warga Binaan Lapas Sumedang Langsung Bebas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:09 WIB

Cegah Korupsi dan Optimalkan Tata Ruang, Wali Kota Bekasi Gandeng KPK dan ATR/BPN

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:44 WIB

Sedekah Bumi Desa Situsari Jadi Momentum Pelestarian Adat Sunda dan Penguatan Gotong Royong

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:00 WIB

Festival Tetangga 2 Dorong Penguatan Karakter Warga Lewat Aktivitas Edukatif

Berita Terbaru

OPINI

Dari TPA Sampah ke Bank Pakan: Jawaban Krisis Pakan Ternak

Selasa, 25 Agu 2026 - 17:57 WIB

Yogyakarta

Penumpang KAI Daop 6 Naik 23 Persen saat Libur Maulid Nabi

Selasa, 25 Agu 2026 - 15:25 WIB

Yogyakarta

GPM Gunungkidul Rawat Tradisi, Bumikan Marhaenisme Rakyat di Petir

Selasa, 25 Agu 2026 - 14:55 WIB