Puluhan Siswa dan Guru Keluhkan Kesehatan Usai Santap MBG di Bantul

Selasa, 8 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penghentian operasional SPPG dilakukan sejak Senin (7/9/2026) sambil menunggu evaluasi dari Badan Gizi Nasional (BGN). (Istimewa)

Penghentian operasional SPPG dilakukan sejak Senin (7/9/2026) sambil menunggu evaluasi dari Badan Gizi Nasional (BGN). (Istimewa)

JOGJAOKE.COM, Bantul — Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Patalan, Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dihentikan sementara setelah kembali muncul dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, sebanyak 50 siswa dan tiga guru SD Negeri 1 Sumberagung dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG.

Penghentian operasional SPPG dilakukan sejak Senin (7/9/2026) sambil menunggu evaluasi dari Badan Gizi Nasional (BGN).

”Untuk SPPG-nya sekarang ditutup sementara sambil menunggu evaluasi dari BGN,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul Hermawan Setiaji saat dihubungi, Selasa (8/9/2026).

Hermawan mengatakan, pemerintah daerah berharap penghentian tersebut tidak sekadar bersifat sementara. Pasalnya, dugaan gangguan kesehatan akibat konsumsi MBG dari SPPG yang sama telah terjadi dua kali.

”Kami menginginkan ada langkah yang lebih tegas karena sudah dua kali kasus dugaan keracunan MBG dari SPPG tersebut,” ujarnya.

Kasus pertama dilaporkan terjadi pada April 2026. Saat itu, puluhan siswa salah satu SMP negeri di Patalan, Jetis, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Kasus kembali muncul pada awal September. Para siswa dan guru SD Negeri 1 Sumberagung mengonsumsi menu MBG pada Jumat (4/9) sekitar pukul 09.00. Menu tersebut terdiri dari potato wedges, semangka, sayur buncis dan wortel, tempe garit, bistik, serta galantin.

Sejumlah keluhan kesehatan kemudian muncul pada hari yang sama. Beberapa siswa mengalami diare, sakit perut, dan pusing.

Menurut Hermawan, seorang guru bahkan mulai mencurigai kondisi makanan setelah melihat tekstur galantin dalam wadah makan berbeda dari biasanya.

Kecurigaan semakin menguat setelah seorang guru pada Minggu (6/9) mengalami pusing, mual, muntah, diare, dan lemas. Kondisinya cukup berat hingga yang bersangkutan kesulitan bangun.

Guru tersebut kemudian menanyakan kondisi serupa kepada orangtua siswa melalui grup komunikasi. Dari komunikasi itu diketahui terdapat sejumlah siswa yang juga mengalami keluhan setelah menyantap menu MBG pada Jumat.

Pihak sekolah selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada SPPG. Menurut Hermawan, SPPG meminta sekolah mendata siswa yang mengalami keluhan berikut alamat tempat tinggal mereka untuk ditindaklanjuti.

Pada Senin (7/9), sebagian siswa masih tidak masuk sekolah karena mengalami sakit perut dan diare. Sementara siswa yang hadir juga masih mengeluhkan mual, sakit perut, dan diare.

Guru kemudian mengantar sejumlah siswa yang sakit ke rumah masing-masing. Hingga Selasa, jumlah siswa dan guru yang mengalami keluhan tercatat 50 siswa dan tiga guru.

”Dokter dari SPPG juga datang ke sekolah untuk memeriksa anak-anak yang belum sembuh dan tetap masuk sekolah,” kata Hermawan.

Saat dipantau pada Selasa, SPPG yang memasok makanan ke SD Negeri 1 Sumberagung tidak terlihat melakukan aktivitas. Sejumlah sepeda motor tampak terparkir di lokasi.

Pemerintah Kabupaten Bantul berharap evaluasi terhadap SPPG dilakukan secara menyeluruh, terutama karena dugaan gangguan kesehatan kembali terjadi dari unit layanan yang sama. Penghentian sementara diharapkan menjadi momentum untuk memastikan keamanan makanan sebelum program MBG kembali diberikan kepada siswa.

Bagi pemerintah daerah, keberlanjutan program MBG tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan bergizi, tetapi juga oleh jaminan keamanan pangan bagi penerimanya. (rel)

Berita Terkait

Jateng-DIY Perkuat Kolaborasi Pariwisata, Dorong Wisatawan Tinggal Lebih Lama
Gempa Uji Kesiapsiagaan dan Ketahanan Bangunan Hadapi Guncangan
DPRD DIY Soroti Minimnya Anggaran Mitigasi, Tak Sebanding Potensi Bencana 
Harga Cabai Keriting di Yogyakarta Naik 5 Persen, Hujan Ganggu Pasokan
Klinik P3DN Jogja Bantu IKM Tembus Pasar Pengadaan Pemerintah
Agung Danarto Dorong Mahasiswa Baru UMY Jadi Generasi Unggul Islami
Anggaran BNPB Turun, Pakar UMY Ingatkan Mitigasi Bencana Jangan Dikurangi
Kemenag Bekali Calon Pengantin, Pernikahan Perlu Komunikasi dan Saling Menjaga

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:35 WIB

Jateng-DIY Perkuat Kolaborasi Pariwisata, Dorong Wisatawan Tinggal Lebih Lama

Rabu, 9 September 2026 - 11:23 WIB

Gempa Uji Kesiapsiagaan dan Ketahanan Bangunan Hadapi Guncangan

Selasa, 8 September 2026 - 20:51 WIB

DPRD DIY Soroti Minimnya Anggaran Mitigasi, Tak Sebanding Potensi Bencana 

Selasa, 8 September 2026 - 19:21 WIB

Harga Cabai Keriting di Yogyakarta Naik 5 Persen, Hujan Ganggu Pasokan

Selasa, 8 September 2026 - 18:00 WIB

Klinik P3DN Jogja Bantu IKM Tembus Pasar Pengadaan Pemerintah

Berita Terbaru

Bandung

KDS Tegaskan Perizinan Bukan Hanya Tanggung Jawab Pemda

Rabu, 9 Sep 2026 - 16:05 WIB