Home / UMY

Program Hermoyo Edupark Antarkan UMY Raih Peringkat Dua DIY pada Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2026

Jumat, 3 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMY menerima penghargaan Anugerah Kerja Sama Diktisaintek Tahun 2026 untuk kategori Perguruan Tinggi dengan Kerja Sama Pemerintah/Lembaga Swadaya Masyarakat Paling Berdampak.

UMY menerima penghargaan Anugerah Kerja Sama Diktisaintek Tahun 2026 untuk kategori Perguruan Tinggi dengan Kerja Sama Pemerintah/Lembaga Swadaya Masyarakat Paling Berdampak.

JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA – Program pemberdayaan masyarakat ‘Hermoyo Edupark’ di Kalurahan Semoyo, Kabupaten Gunungkidul, mengantarkan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) meraih peringkat kedua se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam Anugerah Kerja Sama Diktisaintek Tahun 2026. Program yang mengintegrasikan wisata edukasi herbal, peternakan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat tersebut meraih penghargaan pada kategori Perguruan Tinggi dengan Kerja Sama Pemerintah/Lembaga Swadaya Masyarakat Paling Berdampak.

Penghargaan diserahkan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V dalam Rapat Koordinasi Kerja Sama Perguruan Tinggi Swasta (PTS) bertajuk Diktisaintek Berdampak yang diselenggarakan pada Kamis (2/7/2026).

Direktur Direktorat Kemitraan Global dan Employability (DKGE) UMY, Prof. Rizal Yaya, M.Sc., Ph.D., Ak., CA., CRP., menjelaskan bahwa capaian tersebut berawal dari undangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi kepada perguruan tinggi untuk mengajukan proposal program unggulan pengabdian kepada masyarakat.

UMY kemudian mengusulkan program kolaboratif di Desa Semoyo yang telah berjalan sejak 2024 bersama Bank Syariah Indonesia (BSI), Pemerintah Kalurahan Semoyo, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Patuk.

“Program yang kami jalankan di Desa Semoyo bersifat kolaboratif, multidisiplin, dan melibatkan dunia industri melalui dukungan dana CSR dari BSI. Pendekatan inilah yang kami yakini menjadi salah satu kekuatan program,” ujar Rizal Yaya, Jumat (3/7).

Ia menjelaskan bahwa Desa Semoyo memiliki potensi sumber daya alam yang besar, tetapi sebelumnya masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, tata kelola, dan ekosistem pendukung. Melalui Hermoyo Edupark, UMY menerapkan pendekatan pembangunan berbasis ekosistem yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat secara terpadu agar manfaat program dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Kami datang dengan konsep membangun ekosistem. Harapannya, seluruh unsur masyarakat dapat terlibat sehingga program ini terus berkembang dan memberikan dampak yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Program Hermoyo Edupark didukung investasi senilai Rp3,4 miliar dari BSI serta melibatkan 83 mahasiswa dan 20 dosen lintas disiplin UMY selama pelaksanaannya. Hingga 2026, program tersebut telah bermitra dengan 30 UMKM lokal, menarik sekitar 20.000 pengunjung, memberdayakan 200 kepala keluarga yang tergolong berpenghasilan rendah, mengembangkan kawasan edukasi seluas dua hektare, serta menanam 10.671 pohon produktif di kawasan tersebut.

Rizal menambahkan bahwa ini merupakan kali pertama UMY mengikuti Anugerah Kerja Sama Diktisaintek sejak kompetisi tersebut diselenggarakan. Pada tahun ini, sebanyak 27 perguruan tinggi swasta di DIY mengajukan proposal untuk mengikuti proses seleksi.

Selanjutnya, hasil penilaian di tingkat LLDIKTI Wilayah V akan diusulkan ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mengikuti penilaian di tingkat nasional. (ID)

sumber : humas umy

Berita Terkait

Pendaftar Mahasiswa Asing UMY Tembus di Atas Sepuluh Ribu pada Tahun Ajaran 2026/2027
PPh Sewa Rumah 10 Persen Jadi Sorotan, Ekonom UMY Usulkan Skema Lebih Adil
Sekolah Rakyat di Tengah Penurunan Angka Kelahiran, Dosen UMY: Fokus pada Akses dan Kualitas, Bukan Sekadar Bangun Sekolah
UMY Tutup Rangkaian Konferensi Internasional sebagai Satu Ekosistem Akademik
Kekayaan Intelektual Bisa Menjadi Pedang Bermata Dua bagi Solusi Iklim
Dubes RI untuk Vatikan: Diplomasi Antarnegara Tak Cukup Selesaikan Konflik Berbasis Agama
UMY Kembangkan Lima Prototipe AI untuk Deteksi Limfoma hingga Tumor Otak
Pakar UMY: Solusi AI Kesehatan di Indonesia Harus Sampai ke Luar Rumah Sakit Besar

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:19 WIB

Pendaftar Mahasiswa Asing UMY Tembus di Atas Sepuluh Ribu pada Tahun Ajaran 2026/2027

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:08 WIB

PPh Sewa Rumah 10 Persen Jadi Sorotan, Ekonom UMY Usulkan Skema Lebih Adil

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Sekolah Rakyat di Tengah Penurunan Angka Kelahiran, Dosen UMY: Fokus pada Akses dan Kualitas, Bukan Sekadar Bangun Sekolah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:00 WIB

UMY Tutup Rangkaian Konferensi Internasional sebagai Satu Ekosistem Akademik

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Kekayaan Intelektual Bisa Menjadi Pedang Bermata Dua bagi Solusi Iklim

Berita Terbaru