JOGJAOKE.COM, Jakarta – Tim nasional Prancis mengawali perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan hasil positif. Les Bleus menundukkan Senegal 3-1 dalam laga perdana Grup I di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Selasa (16/6/2026) waktu setempat.
Kemenangan Prancis tidak terlepas dari penampilan gemilang kapten Kylian Mbappe yang mencetak dua gol. Satu gol lainnya disumbangkan Bradley Barcola. Senegal hanya mampu membalas melalui Ibrahim Mbaye pada masa tambahan waktu babak kedua.
Hasil tersebut membawa Prancis langsung memuncaki klasemen sementara Grup I dengan koleksi tiga poin. Sementara Senegal harus puas berada di dasar klasemen tanpa raihan angka dari satu pertandingan.
Sejak awal pertandingan, Senegal justru tampil lebih berani. Penyerang Nicolas Jackson sempat mengancam gawang Prancis melalui tendangan yang membentur tiang.
Menjelang turun minum, Senegal kembali mendapatkan peluang melalui Ismaila Sarr. Namun, upayanya masih melebar di atas mistar gawang.
Prancis meningkatkan intensitas serangan selepas jeda. Michael Olise dan Mbappe silih berganti menguji ketangguhan kiper Senegal, Edouard Mendy, yang beberapa kali mampu menggagalkan peluang lawan.
Kebuntuan Prancis akhirnya pecah pada menit ke-66. Mbappe melepaskan tembakan keras yang tidak mampu dihentikan Mendy dan mengubah skor menjadi 1-0.
Senegal sempat menyamakan kedudukan melalui Nicolas Jackson. Namun, gol tersebut dianulir karena sang pemain berada dalam posisi offside.
Prancis kemudian memastikan kendali permainan. Pada menit ke-82, Barcola menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan umpan Adrien Rabiot.
Drama kembali terjadi pada penghujung laga. Senegal memperkecil ketertinggalan melalui Ibrahim Mbaye pada menit ke-90+5 sehingga skor berubah menjadi 2-1.
Akan tetapi, harapan Senegal hanya bertahan sesaat. Kurang dari satu menit berselang, Mbappe kembali mencetak gol keduanya sekaligus mengunci kemenangan Prancis dengan skor 3-1.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Prancis untuk menghadapi laga-laga berikutnya di fase grup, sekaligus memperlihatkan bahwa ketajaman lini serang mereka masih menjadi ancaman besar bagi lawan. (ihd)






