Pertamina EP Zona 9 Wujudkan Efisiensi dan Keberlanjutan Energi melalui Komersialisasi Gas Lapangan Mature

Jumat, 31 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field dan Sangatta Field mencatat capaian signifikan dalam peningkatan komersialisasi gas bumi tahun 2025. Melalui Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PLN Tanjung Batu, kedua lapangan tersebut berhasil menyalurkan gas sebesar 8,019 MMSCFD, sekaligus melampaui target penjualan bulan September 2025.

Keberhasilan ini berkontribusi pada peningkatan rata-rata pendapatan bulanan sebesar Rp3,9 miliar di atas komitmen target yang telah ditetapkan, menandai langkah nyata dalam memperkuat kinerja bisnis dan kontribusi terhadap ketahanan energi nasional.
Menurut Manager Subsurface Development Area (SDA) 2 Zona 9, Ade Lukman, keberhasilan ini tak lepas dari sinergi kuat antarentitas di bawah naungan Subholding Upstream Pertamina Zona 9, khususnya melalui skema Facility Sharing Agreement (FSA) antara PEP Sangasanga Field, PEP Sangatta Field, dan PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).

“Kerja keras dan kerja cerdas mampu mengubah sesuatu yang awalnya dianggap mustahil menjadi nyata. Inovasi dan kolaborasi di Zona 9 menjadi kunci dalam membuka peluang baru di lapangan-lapangan mature,” ujar Ade di Balikpapan, Kamis (31/10/2025).
Tahun 2025 juga menjadi momentum penting dengan dimulainya komersialisasi gas dari Lapangan Anggana dan South Kutai Lama di wilayah kerja PEP Sangasanga Field. Optimalisasi turut dilakukan di PEP Sangatta Field, dengan mengalihkan sebagian alokasi gas operasional menjadi sumber penjualan (gas sales well) ke PLN Tanjung Batu.

Selain itu, pemasangan Booster Compressor Very Low Pressure (VLP) di wilayah Binangat turut mendorong pengaliran gas bertekanan rendah dari Lapangan Sambutan, sehingga volume penjualan berhasil melampaui 150 persen dari target.
“Langkah ini menjadi tonggak penting dalam optimalisasi sumur-sumur mature yang sebelumnya belum termanfaatkan maksimal,” tambah Ade.

Sementara itu, Senior Manager Subsurface Development & Planning, Supriady, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil penerapan strategi jangka panjang yang konsisten dan berorientasi pada keberlanjutan.
“Kami terus memperkuat program eksplorasi untuk menambah cadangan, membuka peluang investasi baru, dan memastikan keberlanjutan pasokan energi nasional,” ujarnya.

Sejak implementasi PJBG pada tahun 2022, gas dari PEP Sangasanga Field dan PEP Sangatta Field telah dikomersialisasikan sebagai sumber energi bernilai ekonomi tinggi. Sebelumnya, gas dari kedua lapangan tersebut hanya digunakan untuk kebutuhan operasional di Lapangan Anggana dan Semberah.

Langkah transformasional ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional dan pendapatan perusahaan, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen Pertamina EP Zona 9 dalam mendukung visi pemerintah menuju swasembada energi sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Nasional.

Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional 3 Kalimantan di bawah koordinasi PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), entitas di Zona 9 terus mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam menjalankan operasi migas. Inovasi, digitalisasi, dan efisiensienergi menjadi pilar utama untuk mewujudkan operasi yang selamat, andal, ramah lingkungan, serta berkelanjutan.

“Capaian ini adalah hasil nyata semangat #EnergiKalimantanUntukIndonesia menjadi bukti bahwa inovasi dan kolaborasi di hulu migas mampu memberi dampak ekonomi dan energi bagi negeri,” tutup Supriady. (*)

Berita Terkait

Indonesia Sabet 9 Penghargaan di WorldSkills Competition Shanghai 2026
Angkat Kriya Berkelanjutan, Dekranasda Kota Bekasi Tampil di Kriyanusa 2026
Dari Lampung ke Kriyanusa 2026, Batin Wulan Pacu Kriya Lokal Tembus Pasar Global
Hadapi Perkembangan Teknologi, Teknisi Ponsel Perlu Tingkatkan Kompetensi
MagangHub Batch 3 Angkatan II Dibuka, Kemnaker Ajak Perusahaan Jadi Mitra Penyelenggara
Teknologi Makin Berkembang, Wamenaker Afriansyah Noor Tekankan Kompetensi Teknisi Ponsel
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Putra Bungsu Soekarno Tutup Usia 73 Tahun.
Herman Deru dan Febrita Lustia Hadiri Pembukaan Kriyanusa 2026 di JICC

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:26 WIB

Indonesia Sabet 9 Penghargaan di WorldSkills Competition Shanghai 2026

Senin, 28 September 2026 - 16:51 WIB

Angkat Kriya Berkelanjutan, Dekranasda Kota Bekasi Tampil di Kriyanusa 2026

Senin, 28 September 2026 - 10:54 WIB

Dari Lampung ke Kriyanusa 2026, Batin Wulan Pacu Kriya Lokal Tembus Pasar Global

Minggu, 27 September 2026 - 15:03 WIB

Hadapi Perkembangan Teknologi, Teknisi Ponsel Perlu Tingkatkan Kompetensi

Minggu, 27 September 2026 - 14:45 WIB

MagangHub Batch 3 Angkatan II Dibuka, Kemnaker Ajak Perusahaan Jadi Mitra Penyelenggara

Berita Terbaru