Perjuangan Aji Bayu Ramadhan, Dari Anak Buruh Bangunan Menuju Prestasi Kartika Astha Brata

Kamis, 30 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jatinangor – Aji Bayu Ramadhan masih mengingat betul masa kecilnya di Kecamatan Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di daerah yang akses informasinya terbatas, ia tumbuh dalam keluarga sederhana yang hidup dari kerja keras dan ketekunan. Ayahnya seorang buruh bangunan yang berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, mengikuti proyek kecil demi proyek kecil untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Ketika keadaan ekonomi semakin sulit, sang ayah juga pernah menjadi pemungut rongsokan dan perajin. Sementara ibunya, seorang ibu rumah tangga, menjadi penopang utama keluarga dengan mendampingi dan mendidik anak-anaknya agar tetap memiliki harapan akan masa depan yang lebih baik.

“Di mana pun ada kesempatan, di situ ayah saya selalu berusaha untuk memaksimalkan kesempatan itu,” ujarnya.

Bagi Aji, perjalanan menuju Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) bukanlah jalan yang mudah. Ia berasal dari wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) dengan keterbatasan akses informasi. Namun, keterbatasan itu tidak memadamkan tekadnya. Berbekal doa dan dukungan orang tua, ia mencari sendiri seluruh informasi mengenai seleksi IPDN melalui berbagai kanal resmi yang tersedia secara daring.

“Hal yang paling saya rasakan susah ketika masuk IPDN adalah informasi. Dikarenakan saya berasal dari daerah 3T yang akses informasi di situ belum terlalu terbuka,” ujarnya usai Upacara Pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

Aji menyadari bahwa kesempatan untuk masuk IPDN terbuka bagi siapa saja yang memiliki kemauan dan kesungguhan. Ia menjadi saksi bahwa seluruh tahapan seleksi berlangsung transparan dan dapat dipantau oleh masyarakat.

“Saya adalah saksi … melihat segala macam proses seleksi dilaksanakan dengan betul-betul website online dan tidak bisa diintervensi oleh siapa pun,” katanya.

Perjuangan Aji juga tidak lepas dari pengorbanan orang tua. Dari kampung halamannya, ia harus menempuh perjalanan sekitar tiga jam menuju Kota Kupang untuk mengikuti berbagai tahapan seleksi. Orang tuanya berupaya memenuhi kebutuhan persiapan, mulai dari makanan sehat, waktu berolahraga, hingga mendampinginya mengikuti setiap tes.

Berkat perjuangan tersebut, Aji kemudian lolos menjadi praja IPDN. Selama empat tahun menjalani pendidikan di IPDN, sama seperti praja lainnya, seluruh kebutuhan dasarnya dipenuhi negara sehingga ia dapat fokus belajar dan menempa diri menjadi calon aparatur pemerintahan.

“Tentu saja alhamdulillahnya kami di-provide dengan gratis di sini. Saya pikir semua hal dari pakaian, sepatu, seragam, makanan, listrik, air semuanya yang menjadi foundasi kehidupan itu sudah di-provide secara maksimal oleh kampus. Jadi, kami di sini hanya sekadar datang dan fokus belajar,” tuturnya.

Kesempatan memperoleh pendidikan tanpa dipungut biaya menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Aji. Menurutnya, sistem pendidikan yang setara membuat seluruh praja, tanpa memandang latar belakang ekonomi, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi.

Puncak perjalanan itu tiba pada Rabu, 29 Juli 2026. Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Aji bersama 1.203 lulusan lainnya resmi dilantik sebagai Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII. Momen tersebut menjadi peristiwa yang tak akan pernah dilupakannya.

“Saya sangat berterima kasih atas semua hal yang terjadi oleh Presiden kami. Karena ini adalah pertama kali Presiden Prabowo datang ke IPDN Jatinangor,” ungkap penerima Penghargaan Kartika Astha Brata tersebut.

Bagi Aji, pelantikan bukanlah akhir, melainkan awal dari pengabdian. Dari keluarga sederhana di NTT, ia membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih cita-cita. Dengan bekal pendidikan yang diberikan negara dan nilai-nilai pengabdian yang ditanamkan selama di IPDN, Aji kini menatap masa depan dengan satu tekad, yaitu mengabdikan diri bagi masyarakat dan Indonesia.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Perkuat Penanganan Bencana, Mendagri Ajak Pemda Tingkatkan Semangat Gotong Royong
Pacu Inovasi dan Kinerja, Kemendagri Apresiasi Pemda Berprestasi di Jawa-Bali
Wamendagri Dorong Satlinmas Aktif Jaga Lingkungan yang Kondusif
Wamendagri Bima Arya Ungkap Lima Tantangan Kepala Daerah di Era Otonomi Daerah
Wamendagri Bima Arya Dorong Daerah Tingkatkan Nilai dan Daya Saing
Jenguk Wali Nanggroe di Penang, Mendagri Sampaikan Salam Hangat dari Presiden
Wamendagri Bima Arya Ajak Daerah Manfaatkan APKASI Otonomi Expo 2026 untuk Tarik Investasi
Evaluasi Dana Otsus Tahap II, Wamendagri Ribka Haluk Desak Pemda Percepat Penyaluran

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Perkuat Penanganan Bencana, Mendagri Ajak Pemda Tingkatkan Semangat Gotong Royong

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:48 WIB

Pacu Inovasi dan Kinerja, Kemendagri Apresiasi Pemda Berprestasi di Jawa-Bali

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Wamendagri Dorong Satlinmas Aktif Jaga Lingkungan yang Kondusif

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Wamendagri Bima Arya Ungkap Lima Tantangan Kepala Daerah di Era Otonomi Daerah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Wamendagri Bima Arya Dorong Daerah Tingkatkan Nilai dan Daya Saing

Berita Terbaru

Lampung

Gubernur Mirza: Hilirisasi Komoditas Harus Dimulai dari Desa

Sabtu, 29 Agu 2026 - 14:36 WIB

Sumatera Selatan

AMKI Lahat Dilantik, Tekankan Kolaborasi Media dan Pemerintah

Sabtu, 29 Agu 2026 - 13:58 WIB

Foto Guru Besar UMY bidang Ilmu Sosiologi, Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag.,

Yogyakarta

RUU Perampasan Aset, Pakar UMY: Kepercayaan Publik Jadi Taruhan

Sabtu, 29 Agu 2026 - 12:18 WIB