Pengamat: Kunjungan PM India Jadi Momentum Hidupkan Kembali Kejayaan Peradaban Nusantara

Sabtu, 11 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, JAKARTA – Kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan bilateral sekaligus membangkitkan kembali kesadaran Indonesia sebagai bangsa yang memiliki sejarah panjang dalam jaringan peradaban dunia.

Pengamat sosial politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Cep Deni Muchlis, mengatakan hubungan Indonesia dan India sejatinya telah terjalin jauh sebelum kedua negara berdiri sebagai nation-state modern. Karena itu, kunjungan kepala pemerintahan India tersebut seharusnya tidak hanya dipandang sebagai agenda diplomasi yang menghasilkan sejumlah kerja sama strategis di bidang pertahanan, pembangunan, teknologi, budaya, dan pendidikan.

“Setiap kunjungan kepala negara atau kepala pemerintahan dari negara sahabat harus dimaknai sebagai momentum memperkuat kolaborasi. Khusus dengan India, hubungan kita sebenarnya telah terbangun jauh sebelum Indonesia dan India menjadi negara modern seperti sekarang,” kata Cep di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Menurut Cep, sejak berabad-abad lalu Nusantara telah menjadi bagian dari jalur perdagangan internasional yang menghubungkan berbagai pusat peradaban dunia. Pelabuhan-pelabuhan di Sumatera, Jawa, hingga Maluku menjadi tempat bertemunya para pedagang dari India, Tiongkok, Timur Tengah, dan berbagai kawasan lainnya.

Ia menjelaskan, posisi strategis tersebut membuktikan bahwa Indonesia memiliki modal sejarah yang kuat sebagai bangsa maritim dan bangsa perdagangan.

“Tanah yang kita pijak hari ini pernah menjadi ruang pertemuan berbagai peradaban besar dunia. Sejak abad ke-12 hingga ke-14, Nusantara telah aktif berinteraksi dengan pusat-pusat perdagangan internasional. Artinya, kita memiliki modal sejarah yang sangat kuat sebagai bangsa maritim dan bangsa perdagangan,” ujarnya.

Cep menambahkan, jejak kejayaan Nusantara juga terekam dalam catatan perjalanan ilmuwan Muslim Ibn Battuta melalui karyanya The Travels of Ibn Battuta (1325–1354). Dalam catatan tersebut, Nusantara digambarkan memiliki kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan perdagangan yang berkembang serta menjadi bagian penting dari jaringan perdagangan dunia.

Menurutnya, banyak negara saat ini membangun masa depannya dengan menghidupkan kembali narasi kejayaan sejarah yang dimiliki. Indonesia, kata dia, juga perlu menempatkan kekayaan sejarah sebagai fondasi dalam membangun visi kebangsaan dan arah pembangunan.

“Kedatangan Modi jangan membuat kita menjadi ‘moodyan’. Jangan hanya antusias ketika ada tamu negara datang, lalu selesai begitu saja. Kita harus melihat setiap kerja sama internasional sebagai bagian dari upaya membangun kembali kejayaan Indonesia sebagai bangsa yang sejak dahulu menjadi simpul penting peradaban dunia,” katanya.

Lebih lanjut, Cep menilai pemerintah perlu memastikan berbagai kesepakatan yang telah dicapai bersama India dapat diimplementasikan secara optimal. Namun, di atas itu semua, Indonesia juga perlu membangun narasi besar mengenai posisi strategisnya dalam sejarah peradaban dunia agar kerja sama internasional tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi dan politik, tetapi juga memperkuat identitas bangsa.

“Kerja sama tentu penting, tetapi membangun cara pandang bangsa jauh lebih penting. Jika setiap hubungan internasional mampu ditempatkan dalam kerangka besar kebangkitan peradaban Nusantara, maka kita tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi dan politik, tetapi juga kepercayaan diri sebagai bangsa yang memiliki sejarah besar untuk kembali diperhitungkan dunia,” pungkasnya. (Aga)

Berita Terkait

Perut Tak Nyaman Saat Olahraga, Jangan Gegabah Konsumsi Obat Masuk Angin
Art Policing, Strategi Mencegah Hoaks dan Konflik Sosial di Era Post Truth
Hindari Sikap “Pokoknya”, Kongkow Didorong Jadi Ruang Mencari Solusi
Pemprov Lampung Dorong Percepatan Survei Seismik 2D Gerbera untuk Buka Potensi Cadangan Migas Lampung
15 Advokat LBH Peradi Profesional Dampingi Buruh Pabrik dalam Sidang Perdana Kasus Gas Portable
PN Jaktim Batalkan Tersangka Irma, Kejari Pelajari Putusan
Sambut Hari Pramuka, IJP Susilo Teguh R: Terpenting dari Kepramukaan adalah Proses Pendidikan Karakter
Sakit dan Mahalnya Melahirkan Demokrasi

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:54 WIB

Perut Tak Nyaman Saat Olahraga, Jangan Gegabah Konsumsi Obat Masuk Angin

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:53 WIB

Art Policing, Strategi Mencegah Hoaks dan Konflik Sosial di Era Post Truth

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:42 WIB

Hindari Sikap “Pokoknya”, Kongkow Didorong Jadi Ruang Mencari Solusi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:34 WIB

Pemprov Lampung Dorong Percepatan Survei Seismik 2D Gerbera untuk Buka Potensi Cadangan Migas Lampung

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:27 WIB

15 Advokat LBH Peradi Profesional Dampingi Buruh Pabrik dalam Sidang Perdana Kasus Gas Portable

Berita Terbaru

Yogyakarta

Susanto Dwi Antoro Ajak Warga Bersatu Doakan Keselamatan NTT

Sabtu, 15 Agu 2026 - 11:17 WIB