Penantian Umat Katolik TNI-Polri Terwujud, Pembangunan Gereja Santo Ignatius Jatisari Dimulai

Rabu, 15 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE, BEKASI – Penantian panjang umat Katolik TNI-Polri di Jatisari, Jatiasih, Kota Bekasi, akhirnya terwujud. Uskup Agung Jakarta sekaligus Uskup Ordinariat Castrensis Indonesia (OCI), Ignatius Kardinal Suharyo, memimpin Misa Kudus yang dilanjutkan dengan pemberkatan dan peletakan batu pertama pembangunan Gereja TNI-Polri Santo Ignatius Jatisari, Rabu (15/7/2026).

Perayaan Ekaristi yang bertepatan dengan peringatan Santo Bonaventura itu berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan umat Katolik dari kalangan TNI, Polri, serta umat Paroki Kampung Sawah, Keuskupan Agung Jakarta. Kardinal Suharyo didampingi tujuh imam, yakni Romo Yohanes Wartaya SJ, Romo Ipda Antonius Arifin Samosir Pr, Romo Letda Inf Jimmy Yohanes Hyronimus Pr, Romo Lettu Sus Paulus Ardhi Pr, Romo Pungky Setiawan SVD, Romo Laurentius Sutarno SJ, dan Romo JB Clay Pareria SJ.

Seusai Misa Kudus, rangkaian acara dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Kardinal Suharyo bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, pemberkatan batu penjuru, peletakan batu pertama pembangunan gereja, serta penanaman pohon sawo kecik oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI Suparman, Wali Kota Bekasi, dan sejumlah tokoh lintas agama sebagai simbol kerukunan, persaudaraan, dan harapan agar gereja menjadi tempat bertumbuhnya iman serta pelayanan.

Dalam homilinya, Kardinal Suharyo mengajak seluruh umat mensyukuri rahmat Tuhan atas dimulainya pembangunan gereja yang digagas komunitas Katolik TNI dan Polri. Menurutnya, peletakan batu pertama bukan sekadar awal pembangunan fisik, tetapi juga peletakan fondasi kehidupan iman yang semakin kokoh.

“Kita bersyukur kepada Tuhan yang telah menggerakkan hati banyak orang sehingga, meski melalui berbagai tantangan, akhirnya pembangunan gereja ini dapat dimulai. Yang diletakkan hari ini bukan hanya batu pertama sebuah bangunan, tetapi juga fondasi kehidupan umat yang akan bertumbuh di tempat ini,” ujar Kardinal.

Mengacu pada bacaan Kitab Suci, Kardinal Suharyo mengingatkan bahwa tujuan utama membangun gereja bukanlah mendirikan bangunan megah, melainkan membentuk umat yang semakin rendah hati, semakin dekat kepada Tuhan, dan semakin mampu menghadirkan kasih bagi sesama. Ia menjelaskan bahwa kerendahan hati merupakan dasar seluruh keutamaan, sebagaimana dicontohkan Yesus Kristus yang rela mengosongkan diri demi keselamatan umat manusia.

“Tujuan akhirnya bukan gedungnya, tetapi agar melalui ibadah kita menjadi pribadi yang semakin rendah hati, semakin mengasihi sesama, dan semakin serupa dengan Yesus Kristus,” pesannya.

Ketua Panitia Pembangunan, Marsda TNI (Purn.) Benedictus Wijanarko, mengatakan pembangunan gereja merupakan jawaban atas kebutuhan umat Katolik di kawasan Jatisari yang terus bertambah. Jika pada 1999 jumlah umat sekitar 100 orang, kini telah mencapai 1.826 orang sehingga keberadaan gereja menjadi kebutuhan yang mendesak.

“Ini adalah mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan setelah menunggu hampir 30 tahun sejak 1996. Kami bersyukur seluruh proses perizinan dapat dilalui dengan baik berkat dukungan banyak pihak,” kata Benedictus.

Ia menjelaskan, proses pembangunan dimulai dari terbitnya izin Kepala Staf Angkatan Udara pada Agustus 2023, kemudian dilanjutkan dengan rekomendasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kementerian Agama Kota Bekasi, persetujuan pemanfaatan aset, izin Wali Kota Bekasi, hingga Surat Keputusan pembangunan gereja yang terbit pada 6 Juli 2026.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI, Suparman, menegaskan rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat berdoa, tetapi juga menjadi pusat pendidikan karakter, pelayanan sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

“Gereja harus menjadi rumah yang terbuka, menghadirkan kasih, harapan, dan pelayanan bagi semua tanpa membedakan latar belakang. Rumah ibadah juga harus menjadi sumber inspirasi dalam merawat persatuan, memperkuat moderasi beragama, serta membangun kehidupan yang damai dan harmonis,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam menjamin kebebasan seluruh warga untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Menurutnya, toleransi dan kerukunan merupakan modal penting bagi terciptanya keamanan, investasi, serta kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap Gereja TNI-Polri Santo Ignatius Jatisari nantinya tidak hanya menjadi rumah ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat, pendidikan karakter, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pengurus Ordinariat Castrensis Indonesia (OCI), di antaranya Irjen Pol (Purn.) Herry Dahana, Marsda TNI (Purn.) Joko Takarianto, Laksda TNI Antonius Widyoutomo, Kombes Pol V. Thirdy Hadmiarso, S.I.K., M.A.P., dan Kolonel Inf Norbertus Warikun, S.Ag., M.Si.

Pembangunan Gereja TNI-Polri Santo Ignatius Jatisari diharapkan menjadi rumah rohani bagi umat Katolik TNI, Polri, dan masyarakat sekitar, sekaligus menjadi simbol semangat persatuan, toleransi, pelayanan, dan pengabdian kepada bangsa dan negara melalui nilai-nilai iman Kristiani.(*)

Berita Terkait

Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Digital yang Aman, Pemkot Bekasi Perketat Proteksi Informasi Publik
Percepat Penanganan Keluhan Warga, Diskominfo Bekasi Integrasikan Kanal Pengaduan Darurat dan Non-Darurat
Wujudkan Kesetaraan Hak Pilih, Wawali Harris Bobihoe Minta Sinergi KPU dan Bawaslu Fasilitasi Pemilih Disabilitas
Menuju Kota Sehat Swasti Saba, Wiwiek Hargono Pacu Kesiapan Tatanan Lingkungan dan Layanan Puskesmas Flamboyan
Bentuk Generasi Qur’ani Sejak Dini, Pemkot Bekasi Gelar Pelatihan Metode Yassir untuk Guru PAUD
Gali Potensi Kerajinan Setiap Wilayah, Wiwiek Hargono Dorong Dekranasda Kecamatan Jadi Motor UMKM Lokal
Tingkatkan Kualitas Branding Porprov XV Jabar 2026, Panitia Sambut Masukan DKV dari Komunitas Kreatif
Geliatkan Olahraga Dirgantara, Wakil Wali Kota Bekasi Bakar Semangat Atlet Paramotor di Porprov XV Jabar

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 14:58 WIB

Percepat Penanganan Keluhan Warga, Diskominfo Bekasi Integrasikan Kanal Pengaduan Darurat dan Non-Darurat

Kamis, 5 November 2026 - 14:52 WIB

Wujudkan Kesetaraan Hak Pilih, Wawali Harris Bobihoe Minta Sinergi KPU dan Bawaslu Fasilitasi Pemilih Disabilitas

Rabu, 4 November 2026 - 01:15 WIB

Menuju Kota Sehat Swasti Saba, Wiwiek Hargono Pacu Kesiapan Tatanan Lingkungan dan Layanan Puskesmas Flamboyan

Rabu, 4 November 2026 - 01:10 WIB

Bentuk Generasi Qur’ani Sejak Dini, Pemkot Bekasi Gelar Pelatihan Metode Yassir untuk Guru PAUD

Rabu, 4 November 2026 - 01:04 WIB

Gali Potensi Kerajinan Setiap Wilayah, Wiwiek Hargono Dorong Dekranasda Kecamatan Jadi Motor UMKM Lokal

Berita Terbaru