Pemukulan Guru MTs di Patia Bermula dari Perselisihan Media Sosial

Sabtu, 16 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Pandeglang – Seorang guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) berinisial S, warga Desa Surianeun, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, diduga menjadi korban pemukulan di lingkungan sekolah.

Peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh seorang warga yang disebut bukan pegawai maupun relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Kecamatan Pagelaran.

Selain berprofesi sebagai guru, korban diketahui juga bertugas sebagai PIC dapur SPPG MBG di Desa Surianeun, Kecamatan Patia.

Madi, kakak kandung terduga pelaku, menegaskan bahwa adiknya tidak berstatus sebagai relawan SPPG MBG. Namun, saat kejadian, adiknya tengah membantu pendistribusian paket MBG di sekolah MTs tersebut.

“Adik saya bukan relawan SPPG. Pada saat kejadian, dia hanya membantu temannya menyalurkan paket MBG di sekolah MTs,” ujar Madi, Sabtu (16/5).

Ia menjelaskan, dugaan pemukulan bermula dari cekcok antara dirinya dengan korban yang dipicu unggahan status di media sosial Facebook.

Menurut Madi, dirinya merasa tersinggung dengan unggahan korban yang dianggap menyindir persoalan pribadinya.

“Saya menanyakan status di Facebook itu ditujukan kepada siapa. Lalu dia menjawab, ‘kan kamu yang memulai’,” katanya.

Saat cekcok berlangsung, adiknya yang berada di lokasi diduga spontan melakukan pemukulan terhadap korban.

“Waktu saya cekcok, adik saya datang dari belakang. Mungkin dia refleks dan spontan melakukan tindakan itu,” ujarnya.

Madi juga menyebut korban merupakan PIC dapur SPPG di Desa Surianeun. Ia mengklaim dapur SPPG tersebut saat ini mendapat penghentian sementara operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“S itu PIC dapur SPPG di Desa Surianeun. Saat ini SPPG tersebut disuspend oleh pihak BGN,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak sekolah terkait dugaan pemukulan tersebut. (Denni)

Berita Terkait

PWI Kota Serang Dorong Regulasi Pariwisata Lebih Ketat, Miras dan Hiburan Malam Disorot
Senam Bersama HUT RI, Tinawati Ajak Perkuat Persatuan dan Kebersamaan
UMKM Banten Didorong Penuhi Standar Global dan Perluas Pasar Ekspor
Kapolda Banten Lepas 7 Personel Polda Banten ke Tanah Suci untuk Tunaikan Ibadah Umrah
Tujuh Personel Polda Banten Diberangkatkan Umrah, Kapolda Titip Pesan
Lewat Bancakan, Tinawati Andra Soni Perkenalkan Ragam Kuliner dan Budaya Banten ke Relawan Jepang
Update Penanganan Parkir Pancatama, Polda Banten Jelaskan Penetapan Tarif Parkir
Gubernur Andra Soni Ajak NasDem Perkuat Sinergi Akselerasi Pembangunan Banten

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Senam Bersama HUT RI, Tinawati Ajak Perkuat Persatuan dan Kebersamaan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:00 WIB

UMKM Banten Didorong Penuhi Standar Global dan Perluas Pasar Ekspor

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Kapolda Banten Lepas 7 Personel Polda Banten ke Tanah Suci untuk Tunaikan Ibadah Umrah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Tujuh Personel Polda Banten Diberangkatkan Umrah, Kapolda Titip Pesan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Lewat Bancakan, Tinawati Andra Soni Perkenalkan Ragam Kuliner dan Budaya Banten ke Relawan Jepang

Berita Terbaru

Yogyakarta

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta

Sabtu, 22 Agu 2026 - 13:15 WIB