Pemkot Yogyakarta Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana hingga Akhir November

Senin, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Kota Yogyakarta menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi untuk menghadapi puncak musim penghujan tahun ini. Status tersebut berlaku sejak 1 hingga 30 November 2025 dan dapat diperpanjang bila kondisi cuaca belum stabil.

Kebijakan ini diambil untuk mempercepat penanganan serta meminimalkan dampak bencana di wilayah perkotaan.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, Darmanto, mengatakan bahwa keputusan resmi melalui Keputusan Wali Kota (Kepwal) sedang dalam proses pengesahan, tapi langkah antisipatif di lapangan sudah berjalan.

“Status siaga darurat ini diberlakukan untuk memastikan kesiapsiagaan semua unsur, mulai dari warga hingga perangkat daerah,” ujarnya, Senin (10/11/2025).

Menurut catatan BPBD, sepanjang Oktober hingga awal November 2025 telah terjadi sejumlah insiden akibat cuaca ekstrem, meliputi 20 rumah rusak, 22 pohon tumbang, dan dua baliho roboh. Kondisi ini menjadi dasar kuat penetapan status siaga darurat.

“Dengan status ini, koordinasi dan mobilisasi sumber daya bisa lebih cepat. Harapan kami, dampak dari bencana hidrometeorologi terhadap masyarakat dan infrastruktur dapat ditekan seminimal mungkin,” tutur Darmanto.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, menambahkan bahwa berdasarkan kajian risiko, terdapat tujuh potensi bencana di wilayah Yogyakarta. Tiga di antaranya menjadi perhatian utama: gempa bumi, banjir, dan cuaca ekstrem.

“Cuaca ekstrem adalah yang paling sering terjadi. Dampaknya bisa berupa pohon tumbang, atap rumah roboh, genangan air, bahkan potensi munculnya penyakit menular,” kata Nur Hidayat.

Ia menekankan pentingnya peran masyarakat di tingkat kampung dalam mitigasi bencana. Pembentukan Kampung Tangguh Bencana (KTB) di sejumlah wilayah menjadi salah satu strategi peningkatan kesiapsiagaan.

“Tujuan utama KTB adalah mengurangi risiko dan korban jiwa ketika bencana terjadi. Dengan masyarakat yang tangguh, penanganan di awal dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujar Nur Hidayat.

Langkah antisipatif ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Yogyakarta menghadapi dinamika cuaca ekstrem akibat perubahan iklim yang semakin tidak menentu. Pemerintah mengimbau warga tetap waspada dan segera melapor kepada BPBD jika terjadi potensi bahaya di sekitar lingkungan mereka. (ihd)

Berita Terkait

Eko Suwanto Dorong Anggaran Rp120 Juta per Kelurahan di DIY untuk Percepatan Penanganan Stunting
WFH Perdana di Pemkot Yogyakarta Sepi Peminat, Hanya 2,8 Persen ASN Bekerja dari Rumah
Targetkan Ada di 45 Kelurahan, Ini Alasan Pemkot Yogya Perbanyak Sekolah Lansia
Pemkot Yogyakarta Raih Opini WTP ke-17 Berturut-turut dari BPK 
Pemkot Yogya Batasi BBM Mobdin 5 Liter per Hari, Imbau ASN Naik Sepeda
Pemkot Yogya Batasi BBM Kendaraan Dinas, Anggaran Diproyeksikan Hemat hingga Rp4,7 Miliar
Pemkot Yogya Pastikan Tidak Ada PPPK Dirumahkan Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen
Pemkot Yogya Pastikan Tak Ada PPPK Dirumahkan, Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 18:14 WIB

Eko Suwanto Dorong Anggaran Rp120 Juta per Kelurahan di DIY untuk Percepatan Penanganan Stunting

Jumat, 10 April 2026 - 16:32 WIB

WFH Perdana di Pemkot Yogyakarta Sepi Peminat, Hanya 2,8 Persen ASN Bekerja dari Rumah

Selasa, 7 April 2026 - 21:24 WIB

Targetkan Ada di 45 Kelurahan, Ini Alasan Pemkot Yogya Perbanyak Sekolah Lansia

Jumat, 3 April 2026 - 17:02 WIB

Pemkot Yogyakarta Raih Opini WTP ke-17 Berturut-turut dari BPK 

Kamis, 2 April 2026 - 19:42 WIB

Pemkot Yogya Batasi BBM Mobdin 5 Liter per Hari, Imbau ASN Naik Sepeda

Berita Terbaru