Pemkot Yogyakarta Kembangkan Kios Segoro Amarto di Kelurahan Mulai 2026

Selasa, 11 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat memaparkan perluasan program Kios Segoro sebagai bagian dari pengendalian inflasi. (Dok Pemkot)

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat memaparkan perluasan program Kios Segoro sebagai bagian dari pengendalian inflasi. (Dok Pemkot)

Langkah pengendalian inflasi dan pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput

JOGJAOKE.COM, Sleman — Pemerintah Kota Yogyakarta akan memperluas program Kios Segoro Amarto hingga ke tingkat kelurahan mulai tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi sekaligus upaya mendekatkan akses pangan berharga terjangkau kepada masyarakat.

Selama ini, Kios Segoro Amarto yang dikelola Pemkot Yogyakarta ditempatkan di sejumlah pasar rakyat sebagai rujukan harga bagi pedagang dan alat kendali stabilitas harga pangan. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan, pengembangan kios hingga ke kelurahan ditujukan agar masyarakat bisa lebih mudah memperoleh kebutuhan pokok sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Rencana kami, Kios Segoro Amarto tidak hanya di pasar, tetapi juga di masing-masing kelurahan,” ujar Hasto dalam Rapat Koordinasi Daerah dan High Level Meeting (HLM) TPID se-DIY, di Hotel Royal Ambarrukmo, Sleman, Selasa (11/11/2025).

Menurut Hasto, Pemkot telah meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mengalokasikan anggaran pengembangan kios pada tahun 2026. Tahap awal akan dimulai di 14 titik kemantren, sebelum diperluas ke seluruh 45 kelurahan di Kota Yogyakarta.

Selain berfungsi menjaga stabilitas harga, kios di tingkat kelurahan juga diharapkan mampu memberdayakan pelaku usaha kecil. Hasto menyebut, Kios Segoro Amarto dapat dikelola oleh pedagang menengah bawah, koperasi kelurahan, atau bahkan diintegrasikan dengan Koperasi Merah Putih.

“Kios ini bersubsidi, jadi masyarakat bisa membeli dengan harga sesuai HET, tetapi pedagang tetap mendapat margin keuntungan,” jelas Hasto.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan arahan. (Dok Pemkot)

Waspadai Tekanan Inflasi Akhir Tahun

Dalam forum yang sama, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan pentingnya menjaga kewaspadaan terhadap potensi kenaikan inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru. Meskipun inflasi tahunan DIY masih dalam sasaran nasional, lonjakan permintaan dan penurunan pasokan pascapanen dapat menekan daya beli masyarakat.

“Kita ingin inflasi terkendali dengan cara yang berkeadilan — harga stabil di pasar, namun petani tetap sejahtera,” kata Sultan.

Sultan mendorong penguatan ekosistem kolaboratif antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil, termasuk memperkuat peran BUMD dalam menjaga pasokan pangan, memperluas akses kredit pertanian, serta mempercepat hilirisasi dan diversifikasi komoditas pangan.

Inflasi DIY Terkendali

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo, melaporkan bahwa inflasi DIY pada Oktober 2025 tercatat 2,90 persen (yoy) dengan inflasi bulanan sebesar 0,42 persen. Penyumbang utama inflasi adalah emas perhiasan, biaya pendidikan tinggi, dan telur ayam ras.

Namun demikian, ia mengingatkan adanya potensi peningkatan tekanan harga pada akhir tahun. BI mendorong penguatan pemantauan pasokan pangan, peran BUMD sebagai offtaker, kelancaran distribusi komoditas, serta komunikasi publik yang efektif untuk menekan gejolak harga.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo (Dok Pemkot)

Langkah pengembangan Kios Segoro Amarto hingga ke kelurahan diharapkan menjadi salah satu solusi konkret Pemkot Yogyakarta dalam menjaga keseimbangan harga, memperkuat ketahanan pangan lokal, dan meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan. (ihd)

Berita Terkait

Di Tengah Tantangan Global, PHM Perkuat Produksi Lewat Platform Keempat Sisi Nubi
Pemprov Banten Dukung Kasepuhan Cisungsang Sukseskan Seren Taun 2026
Kemdiktisaintek Dorong Internasionalisasi Kampus melalui Program Beasiswa KNB
120 Wisudawan UMY Sudah Bekerja Sebelum Lulus, Bukti Kesiapan Hadapi Dunia Kerja
Perkuat Literasi dan Pendidikan Jurnalistik, PWI Banten dan Untirta Siapkan MoU
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Geger Uang Berserakan di Imogiri, Pemiliknya Pedagang Ayam
Pemprov Banten Tuntaskan 62 Ruas Jalan dan Satu Jembatan, Program Bang Andra Bawa Manfaat Nyata bagi Warga

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:15 WIB

Di Tengah Tantangan Global, PHM Perkuat Produksi Lewat Platform Keempat Sisi Nubi

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:36 WIB

Pemprov Banten Dukung Kasepuhan Cisungsang Sukseskan Seren Taun 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:13 WIB

Kemdiktisaintek Dorong Internasionalisasi Kampus melalui Program Beasiswa KNB

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:22 WIB

120 Wisudawan UMY Sudah Bekerja Sebelum Lulus, Bukti Kesiapan Hadapi Dunia Kerja

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:48 WIB

Perkuat Literasi dan Pendidikan Jurnalistik, PWI Banten dan Untirta Siapkan MoU

Berita Terbaru