JOGJAOKE.COM, Yogyakarta – Pemerintah Kota Yogyakarta mempercepat perbaikan dua ruas jalan yang mengalami kerusakan berat menjelang tutup tahun anggaran. Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP), pemeliharaan berkala dilakukan di Jalan Pangeran Wirosobo dan Jalan Sadewa sepanjang November hingga Desember 2025.
Seluruh pekerjaan dibiayai APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025. Pemkot memastikan perbaikan tetap berjalan optimal meski waktu pengerjaan tersisa relatif singkat. Dinas PUPKP menegaskan sisa waktu tersebut masih memadai untuk menyelesaikan pekerjaan fisik tanpa menurunkan kualitas.
Tingkat Kerusakan Capai 100 Persen
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPKP Kota Yogyakarta, Hasri Nilam Baswari, menyebut pemeliharaan berkala diperlukan karena kerusakan dua ruas jalan itu telah mencapai titik kritis.
“Kondisi Jalan Pangeran Wirosobo dan Sadewa sudah rusak seratus persen, sehingga kami lakukan pengaspalan ulang secara menyeluruh,” ujar Nilam, Selasa (18/11/2025).
Jalan Pangeran Wirosobo, yang berada di sisi barat RS Jogja, dan Jalan Sadewa di timur Rutan Yogyakarta atau selatan Lapas Kelas II A Yogyakarta, menjadi prioritas lantaran berfungsi sebagai akses vital layanan publik.
Anggaran Mencapai Rp 1,8 Miliar
Pekerjaan pemeliharaan Jalan Pangeran Wirosobo dilakukan pada ruas sepanjang 700 meter. Perbaikan mencakup pengecoran bahu jalan, perbaikan saluran drainase hujan, dan pengaspalan ulang secara total. Anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp 1,2 miliar.
“Pengerjaan sudah kami mulai. Dalam sepekan ini kami fokus pada pengecoran bahu jalan dan perbaikan drainase minor,” kata Nilam.
Adapun pemeliharaan Jalan Sadewa dilakukan pada ruas sepanjang 400 meter dengan pagu anggaran sekitar Rp 645 juta. Berbeda dengan Wirosobo, fondasi di Sadewa harus diganti sehingga menambah kompleksitas pekerjaan.
Proses pekerjaan terdiri atas penggantian fondasi, perbaikan bahu jalan, rehabilitasi saluran air hujan, dan pengaspalan ulang.
“Di Jalan Sadewa ada galian karena fondasinya harus diganti. Targetnya selesai pertengahan Desember,” ujarnya.
Tanpa Penutupan Jalan
Meski pekerjaan berlangsung intensif, Pemkot Yogyakarta memutuskan tidak menutup kedua ruas jalan. Langkah ini diambil karena Pangeran Wirosobo merupakan akses langsung ke RS Jogja, sedangkan Jalan Sadewa menjadi jalur menuju Rutan Yogyakarta.
Sebagai gantinya, pengaturan lalu lintas diperketat, terutama pada hari pengaspalan. Rambu peringatan ditempatkan di titik-titik strategis agar pengendara dapat menghindari ruas tertentu apabila memungkinkan.
Nilam optimistis seluruh pekerjaan tuntas tepat waktu. “Aman. Pengaspalan sehari selesai, jadi target pertengahan Desember masih realistis,” katanya.
Kualitas dan Keselamatan Jadi Prioritas
Dengan total anggaran sekitar Rp 1,8 miliar, Pemkot Yogyakarta menegaskan komitmen menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna jalan. Pemerintah juga mengimbau masyarakat berhati-hati saat melintasi lokasi perbaikan.
Pemeliharaan ini diharapkan tidak hanya menghilangkan kerusakan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan perjalanan serta kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut. (ihd)






