Pemkot Yogyakarta Genjot Bedah Rumah, Tiga Hunian di Umbulharjo Kembali Direnovasi

Senin, 24 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Umbulharjo – Upaya Pemerintah Kota Yogyakarta mempercepat penanganan rumah tidak layak huni kembali terlihat pada Minggu (23/11/2025). Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, memimpin pelaksanaan bedah rumah yang menyasar tiga lokasi sekaligus di Kemantren Umbulharjo.

Rumah pertama milik Ratna Ismawati di Kampung Janturan, Warungboto, menjadi sasaran awal. Hunian yang sebelumnya masuk kategori tidak layak huni itu kini direnovasi dengan dukungan anggaran Rp35 juta. Dana berasal dari KORPRI Kota Yogyakarta (Rp25 juta), Mandiri Taspen (Rp5 juta), serta iuran perangkat wilayah dan warga sekitar (Rp5 juta). Hasto mengapresiasi sinergi berbagai pihak yang dianggap memperkuat kepedulian sosial masyarakat.

Program kemudian berlanjut ke rumah Sarwoko Rejowiyono di Kampung Sanggrahan, Semaki, dan rumah milik Suratmi di Muja Muju. Untuk dua lokasi ini, Pamela Swalayan memberikan dukungan Rp20 juta per rumah. Hasto menilai keterlibatan dunia usaha menjadi akselerator penting dalam penyelesaian persoalan rumah tidak layak huni.

Hingga November 2025, Pemkot Yogyakarta mencatat 67 rumah tidak layak huni telah direnovasi melalui skema kolaboratif. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut dapat mencapai 100 unit sampai akhir tahun. Menurut Hasto, program bedah rumah bukan hanya soal perbaikan fisik, tetapi juga membangun solidaritas dan memperkuat tata kota yang humanis.

Salah satu penerima bantuan, Ratna Ismawati, menyampaikan rasa syukurnya. Ia menilai bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarga yang selama ini terkendala perbaikan karena keterbatasan ekonomi. “Saya benar-benar bersyukur, bantuan ini sangat membantu. Semoga semua pihak mendapat balasan kebaikan,” ujarnya. (ihd)

Berita Terkait

Ombudsman Beri Nilai 88,52, Kantor Pertanahan Kota Yogya Tertinggi ATR/BPN DIY
Studi Banding ke Jogja, DPRD Loteng Dalami Pola Kemitraan Pemda–Media
Pasar Murah Digelar di 14 Kemantren, Pemkot Yogyakarta Kendalikan Harga Jelang Idulfitri
Satlinmas Garda Terdepan Ketertiban, Pemkot Yogya Dorong Peran Perempuan
Waspada Ancaman PMK, Pemkot Yogya Gerak Cepat Vaksinasi Ternak
Pemkot Yogyakarta Siapkan Rp14,8 Miliar Perkuat Drainase Antisipasi Cuaca Ekstrem 2026
Beasiswa Mahasiswa Miskin Rp8 Juta per Tahun, Dorong Satu Keluarga Satu Sarjana
Usia Harapan Hidup Warga Tinggi, Pemkot Jogja Dorong Lansia Sehat dan Produktif

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:19 WIB

Ombudsman Beri Nilai 88,52, Kantor Pertanahan Kota Yogya Tertinggi ATR/BPN DIY

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:49 WIB

Studi Banding ke Jogja, DPRD Loteng Dalami Pola Kemitraan Pemda–Media

Selasa, 10 Februari 2026 - 23:34 WIB

Pasar Murah Digelar di 14 Kemantren, Pemkot Yogyakarta Kendalikan Harga Jelang Idulfitri

Kamis, 5 Februari 2026 - 17:58 WIB

Satlinmas Garda Terdepan Ketertiban, Pemkot Yogya Dorong Peran Perempuan

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:01 WIB

Waspada Ancaman PMK, Pemkot Yogya Gerak Cepat Vaksinasi Ternak

Berita Terbaru

Muhammadiyah meluncurkan 24 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di tujuh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), Jumat (12/2), di Ballroom The University Hotel Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (Humas UMY)

Pendidikan

Bersama UMY, Muhammadiyah Luncurkan 24 PPDS di Tujuh PTMA

Jumat, 13 Feb 2026 - 18:01 WIB