Pemkot Bekasi Perkuat Koordinasi Cegah Hoaks dan Jaga Kepercayaan Publik

Senin, 27 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Kota Bekasi – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan pentingnya langkah antisipatif terhadap maraknya pemberitaan hoaks dan informasi menyesatkan di media sosial. Hal ini disampaikan dalam amanatnya pada apel pagi bersama jajaran Pemerintah Kota Bekasi di Plaza Pemkot Bekasi.

Dalam arahannya, Wali Kota meminta Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bekasi untuk terus melakukan pemantauan aktif terhadap peredaran informasi publik di dunia digital, terutama yang berkaitan dengan isu-isu daerah dan pelayanan masyarakat.

Tri Adhianto mencontohkan salah satu kejadian terbaru yang sempat beredar di media sosial, yaitu video banjir di wilayah Pondok Gede Permai yang menimbulkan kekhawatiran warga dan komentar negatif mengenai penanganan pemerintah daerah.

“Tadi malam Gubernur Jawa Barat, Pak Dedi Mulyadi, langsung menelpon saya terkait pemberitaan banjir di Pondok Gede Permai. Setelah kami cek, ternyata kondisi di lapangan tidak ada banjir. Video yang beredar merupakan rekaman lama yang kembali diunggah oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” jelas Tri Adhianto.

Ia menegaskan bahwa hal seperti ini harus segera direspons dan diklarifikasi oleh perangkat daerah terkait agar masyarakat tidak termakan isu yang tidak benar. Diskominfostandi diharapkan dapat memperkuat kerja sama lintas dinas untuk memastikan informasi publik tetap akurat dan terkini.

Selain isu banjir, Wali Kota juga menbahas pemberitaan mengenai kasus perundungan (bullying) di sekolah yang ternyata merupakan kejadian lama namun kembali diunggah seolah-olah baru terjadi.

“Kita harus belajar dari kasus ini. Informasi yang sudah lama bisa dimunculkan kembali dan menimbulkan persepsi negatif terhadap pemerintah maupun lembaga pendidikan. Maka penting bagi kita untuk selalu update dan melakukan verifikasi sebelum informasi menyebar luas,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Tri Adhianto juga menanggapi isu viral terkait pelayanan pembuatan KTP di Kecamatan Bekasi Timur. Ia menjelaskan bahwa keterbatasan kuota pelayanan KTP memang terjadi karena sistem perekaman dan pencetakan e-KTP merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Sebagai penutup, Wali Kota Bekasi menegaskan kembali agar seluruh perangkat daerah dapat meningkatkan koordinasi, keterbukaan informasi, dan kecepatan dalam memberikan klarifikasi terhadap setiap isu yang beredar di media sosial.

“Kita tidak boleh lengah terhadap informasi yang berpotensi menyesatkan. Pemerintah harus hadir dengan data, fakta, dan komunikasi yang cepat agar kepercayaan publik tetap terjaga,” pungkasnya.(nr)

Sumber : Diskominfostandi

 

Berita Terkait

Wawali Bekasi Harris Bobihoe Serukan Doa Bersama untuk Kelancaran Ibadah Haji Wali Kota
Pemkot Bekasi Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Jaga Ketahanan Keluarga
Tri Adhianto: Baznas Harus Hadir Menjawab Kebutuhan Masyarakat
Kejari Kota Bekasi Dorong Perlindungan Hukum dan Aksesibilitas bagi Atlet NPCI
Dzikron Jadi Kadisnaker Kota Bekasi, Tri Targetkan Program Kerja ke Luar Negeri Tuntas
Tri Adhianto Janji Biayai Pendidikan Anak Korban Kecelakaan di Aren Jaya
Pemkot Bekasi Dekatkan Layanan Perizinan Lewat Program BALAI KEREN
Digitalisasi Administrasi PKK, Kota Bekasi Perkenalkan Website Si Cantik

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:42 WIB

Wawali Bekasi Harris Bobihoe Serukan Doa Bersama untuk Kelancaran Ibadah Haji Wali Kota

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:09 WIB

Pemkot Bekasi Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Jaga Ketahanan Keluarga

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:03 WIB

Tri Adhianto: Baznas Harus Hadir Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:09 WIB

Kejari Kota Bekasi Dorong Perlindungan Hukum dan Aksesibilitas bagi Atlet NPCI

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:54 WIB

Dzikron Jadi Kadisnaker Kota Bekasi, Tri Targetkan Program Kerja ke Luar Negeri Tuntas

Berita Terbaru