Kasatgas Tito Apresiasi Progres Pemulihan Pascabencana di Aceh

Rabu, 10 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Banda Aceh – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan bahwa proses pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh terus menunjukkan perkembangan positif. Hal tersebut disampaikannya pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian Penanganan serta Percepatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi di Provinsi Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (9/6/2026).

Tito menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi pemerintah, kondisi di berbagai wilayah terdampak saat ini telah jauh lebih baik dibandingkan saat bencana terjadi. Berbagai layanan dasar yang sempat terganggu kini telah kembali berjalan sehingga aktivitas masyarakat berangsur pulih.

“Tadi kita melakukan evaluasi, apa yang sudah dicapai selama masa tanggap darurat, transisi. Intinya kita sudah kembali ke normal. Tapi belum permanen, normalnya normal fungsional,” katanya.

Menurut Tito, pemulihan tersebut terlihat dari berbagai indikator, mulai dari sektor pemerintahan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, ekonomi, hingga layanan dasar masyarakat. Di sektor pemerintahan, sebagian besar fasilitas pemerintahan telah kembali berfungsi sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan sebagaimana mestinya. Sementara itu, fasilitas kesehatan di wilayah terdampak juga telah kembali beroperasi untuk melayani kebutuhan masyarakat.

Di bidang pendidikan, kegiatan belajar mengajar pada mayoritas sekolah terdampak telah kembali berlangsung. Meski demikian, Tito mengakui masih terdapat sejumlah sekolah yang memerlukan penanganan lebih lanjut akibat kerusakan bangunan maupun kondisi lokasi yang masih rawan bencana. Pemerintah terus berupaya mempercepat rehabilitasi sarana pendidikan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara optimal.

“Namun sekali lagi, ada yang belum ideal, misalnya sekolah ya. Ada yang masih di tenda beberapa, ada yang masih darurat, tempat darurat. Ada yang numpang di sekolah lain, meskipun sebagian besar sudah kembali ke sekolah asal,” ujarnya.

Kemajuan pemulihan juga terlihat pada sektor infrastruktur. Sebagian besar akses jalan dan jembatan telah kembali dapat digunakan sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi barang dapat berlangsung normal. Kendati demikian, pemerintah masih terus mengupayakan perbaikan pada sejumlah ruas jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan cukup berat akibat bencana.

Di sektor ekonomi, aktivitas perdagangan di pasar, warung, kedai, dan usaha masyarakat lainnya juga menunjukkan tren pemulihan yang baik. Berbagai pasar yang terdampak telah kembali beroperasi sehingga roda perekonomian masyarakat dapat bergerak kembali.

Selain itu, layanan dasar seperti pasokan bahan bakar, listrik, dan telekomunikasi juga telah kembali berfungsi. Tito menilai capaian tersebut menjadi indikator penting bahwa kehidupan masyarakat di wilayah terdampak semakin pulih dan kembali normal.

“Artinya pergerakan orang, barang, berjalan baik, listrik juga oke, SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) berjalan operasional, internet juga jalan. Kemudian logistik juga enggak kekurangan,” terangnya.

Meski demikian, Mendagri menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti pada capaian yang telah diraih saat ini. Berbagai pekerjaan lanjutan, terutama yang berkaitan dengan rehabilitasi infrastruktur, penanganan sungai dan daerah rawan banjir, serta pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak akan terus dipercepat. Langkah ini dilakukan melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah (Pemda), dan seluruh pemangku kepentingan terkait.

“Terlepas dari, kita sudah bisa mengembalikan kepada fungsi yang normal, kehidupan masyarakat ya, tapi kan masih banyak persoalan yang belum diselesaikan. Masalah perumahan, masalah pendidikan, masalah rumah, madrasah, jalan, jembatan, sawah, kemudian tambak, dan lain-lain. Yang perlu kita perbaiki, direhab, rekonstruksi, bila perlu lebih baik lagi,” tandasnya.

Rakor ini turut dihadiri oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Kepala Posko Nasional Satgas PRR Wilayah Sumatera Wahyu Bintono, Kepala Posko Satgas PRR Wilayah Aceh sekaligus Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Safrizal ZA, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jarwansyah, serta para bupati/wali kota se-Provinsi Aceh dan perwakilan dari kementerian/lembaga terkait.

Sumber : Satgas PRR

Berita Terkait

Sidang Ungkap Korban Miliki Riwayat Tumor Otak, Tim Hukum Sebut Kematian Murni Medis
Hadapi Tantangan Masa Depan, Kemendagri Matangkan Desain Besar Penataan Daerah
Sumatera Masuki Fase Pemulihan Permanen Usai Terbitnya Renduk Pascabencana
Musisi hingga Kreator Konten Tak Dapat PPh Final 0,5%, Kemenekraf Siap Berkoordinasi
Kementerian Ekraf Lepas Delegasi Indonesia ke Cannes Lions 2026
Mendagri Beberkan Langkah Penataan PPPK di Daerah Saat Rapat Bersama DPR RI
Mendagri Tito Jamin Tidak Ada Pemberhentian Massal PPPK dan Honorer
Pelindungan Anak di Ranah Daring Diperkuat, Wamendagri Ribka Tegaskan Peran Strategis Daerah

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:12 WIB

Sidang Ungkap Korban Miliki Riwayat Tumor Otak, Tim Hukum Sebut Kematian Murni Medis

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:13 WIB

Kasatgas Tito Apresiasi Progres Pemulihan Pascabencana di Aceh

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:26 WIB

Hadapi Tantangan Masa Depan, Kemendagri Matangkan Desain Besar Penataan Daerah

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:17 WIB

Sumatera Masuki Fase Pemulihan Permanen Usai Terbitnya Renduk Pascabencana

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:21 WIB

Musisi hingga Kreator Konten Tak Dapat PPh Final 0,5%, Kemenekraf Siap Berkoordinasi

Berita Terbaru