Pemdes Sindangheula Siapkan Program SMS untuk Kurangi Sampah dan Tingkatkan Nilai Ekonomi Warga

Rabu, 21 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, SINDANGHEULA – Pemerintah Desa Sindangheula menghadirkan solusi konkret untuk menangani permasalahan sampah di wilayahnya dengan menghadirkan sistem pengolahan sampah terpadu. Program tersebut secara resmi mulai diuji coba dan diberi nama SMS (Sindanghelak Mengolah Sampah).

“Inilah upaya kami untuk menghadirkan solusi nyata dalam menangani permasalahan sampah yang selama ini ada di Desa Sindangheula,” ujar Kepala Desa Sindangheula, Suheli, saat kegiatan pengenalan dan uji coba pengolahan sampah, Rabu (21/1/2026).

Dalam program SMS ini, pengelola telah menyiapkan tiga alat utama untuk mengolah sampah organik dan anorganik secara terpisah dan berkelanjutan.

Alat pertama adalah mesin pemilah sampah, yang berfungsi memisahkan sampah plastik dan sampah organik secara otomatis. Dengan alat ini, proses pemilahan tidak lagi dilakukan secara manual sehingga lebih efisien dan cepat.

Alat kedua yaitu mesin pencacah plastik, yang digunakan untuk mencacah dan menghaluskan sampah plastik menjadi biji atau benih plastik. Hasil cacahan tersebut dapat langsung dijual atau dimanfaatkan kembali, salah satunya sebagai bahan pembuatan paving block berbahan dasar sampah plastik.

“Plastik dicacah agar proses pengolahan dan penguraiannya lebih cepat, sekaligus memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu, untuk pengolahan sampah organik, pengelola menyediakan alat penyaring atau pengayak, yang digunakan setelah sampah organik dikonsumsi oleh maggot. Sampah sisa yang semula basah akan dikeringkan, kemudian diayak hingga menghasilkan pupuk kompos yang siap dimanfaatkan.

“Sampah organik kami manfaatkan sebagai pakan maggot. Setelah itu, sisa penguraiannya dikeringkan dan diolah menjadi pupuk kompos,” tambahnya.

Saat ini, program SMS telah memasuki tahap uji coba dengan mengambil sampah dari beberapa kampung di Desa Sindangheula selama satu minggu terakhir. Sampah rumah tangga milik warga dikumpulkan dan diolah langsung di lokasi pengolahan.

“setelah uji coba ini, dalam waktu dekat ini kita akan lounching dan memulai,” pungkasnya.

Melalui program Sindanghelak Mengolah Sampah (SMS), pemerintah desa berharap persoalan sampah dapat ditangani secara berkelanjutan, mengurangi pencemaran lingkungan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. (Admin)

Berita Terkait

Gubernur Andra Soni Tekankan Pentingnya Pendidikan untuk Memutus Mata Rantai Kemiskinan
Andra Soni Dorong Penguatan 10 Program Pokok PKK untuk Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga
Delapan Hari Hilang Kontak, 8 Penumpang Speedboat di Selat Sunda Belum Ditemukan
Sertijab Polda Banten, Enam Pejabat Berganti Posisi
Polda Banten Bantu Polda Bengkulu Identifikasi Jenazah Diduga Korban KM Arupadhatu 1
Tinjau KEK ETKI Banten, Andra Soni Soroti Investasi Rp1,9 Triliun dan Serapan Kerja
Pencarian 8 Orang Hilang Diperpanjang, Gubernur Banten Minta Basarnas Terus Bergerak
Menaker Dorong Pemanfaatan AI untuk Tingkatkan Produktivitas Tenaga Kerja Nasional

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:19 WIB

Gubernur Andra Soni Tekankan Pentingnya Pendidikan untuk Memutus Mata Rantai Kemiskinan

Rabu, 16 September 2026 - 08:07 WIB

Andra Soni Dorong Penguatan 10 Program Pokok PKK untuk Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga

Selasa, 15 September 2026 - 17:49 WIB

Delapan Hari Hilang Kontak, 8 Penumpang Speedboat di Selat Sunda Belum Ditemukan

Selasa, 15 September 2026 - 11:52 WIB

Sertijab Polda Banten, Enam Pejabat Berganti Posisi

Selasa, 15 September 2026 - 08:52 WIB

Polda Banten Bantu Polda Bengkulu Identifikasi Jenazah Diduga Korban KM Arupadhatu 1

Berita Terbaru

Yogyakarta

Yati Pesek Bongkar Rokok Ilegal, Warga Pondok Diajak Melawan

Kamis, 17 Sep 2026 - 08:21 WIB

Yogyakarta

SETIAFEST 2026 Gebrak Jogja, Talenta Difabel Siap Bikin Terpukau

Kamis, 17 Sep 2026 - 08:03 WIB