JOGJAOKE.COM, SERANG – Ada cerita menarik di balik pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten Angkatan ke-28 yang berlangsung di Aula Serba Guna Polda Banten, Selasa (22/9/2026).
Selain menjadi ajang untuk menguji kemampuan dan profesionalisme, UKW juga menghadirkan suasana tersendiri bagi para peserta. Ketegangan, konsentrasi hingga perasaan bercampur aduk terasa ketika mereka harus menjalani berbagai materi pengujian di hadapan penguji yang berpengalaman.
UKW Angkatan ke-28 diikuti 51 peserta yang terbagi dalam dua jenjang kompetensi, yakni Muda dan Madya. Masing-masing peserta mengikuti rangkaian pengujian sesuai jenjang yang diambil.
Salah satu peserta yang merasakan pengalaman tersebut adalah Yustinus Agus. Ia mengikuti UKW pada jenjang Muda dan mengaku mendapatkan pengalaman baru selama menjalani proses pengujian.
Meski telah terbiasa menjalankan aktivitas jurnalistik di lapangan, suasana UKW memberikan tantangan berbeda. Setiap kemampuan yang selama ini diterapkan dalam pekerjaan jurnalistik harus ditunjukkan melalui sejumlah tahapan pengujian.
Ketegangan mulai terasa ketika peserta berhadapan langsung dengan penguji. Mereka dituntut berkonsentrasi, memahami materi, sekaligus menunjukkan kemampuan menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.
“Tegang pasti ada. Perasaannya bercampur aduk karena kita berhadapan dengan penguji yang sudah berpengalaman. Tetapi justru dari proses ini banyak pengalaman baru yang saya dapatkan,” ujar Yustinus.
Menurut Yustinus, UKW tidak hanya berbicara tentang mampu atau tidaknya peserta menyelesaikan materi pengujian. Proses tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali kemampuan yang selama ini digunakan saat menjalankan tugas jurnalistik.
Apa yang biasa dilakukan wartawan di lapangan, mulai dari mencari informasi hingga mengolahnya menjadi produk jurnalistik, kini diuji dan harus dapat dipertanggungjawabkan di hadapan penguji.
Meski ketegangan terasa selama proses berlangsung, pengalaman tersebut justru memberikan kesan tersendiri.
“Bukan hanya soal bisa atau tidak mengerjakan materi yang diberikan. Ada pengalaman dan pembelajaran baru yang kami rasakan selama mengikuti proses UKW ini,” katanya.
Bagi Yustinus, mengikuti UKW jenjang Muda menjadi salah satu pengalaman dalam perjalanan profesinya sebagai wartawan. Selain mengukur kemampuan, proses tersebut membuat peserta kembali memahami pentingnya kompetensi, etika dan tanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan jurnalistik.
Suasana serius juga terlihat dari peserta lain yang mengikuti jenjang Muda maupun Madya. Mereka menjalani tahapan pengujian sesuai standar kompetensi pada masing-masing jenjang.
UKW PWI Provinsi Banten Angkatan ke-28 berlangsung selama dua hari, 22–23 September 2026. Sebanyak 53 wartawan sebelumnya tercatat sebagai peserta, namun dua di antaranya mengundurkan diri sehingga 51 peserta mengikuti rangkaian UKW.
Di balik suasana serius dan ketegangan selama pengujian, UKW pun menghadirkan cerita berbeda bagi masing-masing peserta. Bagi Yustinus, pengalaman berhadapan dengan penguji menjadi bagian dari proses belajar sekaligus kesempatan untuk mengukur kemampuan dirinya sebagai wartawan. (*)






