Cerita di Balik UKW PWI Banten, Tegang Hadapi Penguji hingga Jadi Pengalaman Baru Peserta

Selasa, 22 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Provinsi Banten Angkatan ke-28 berfokus menyelesaikan tugas dan materi jurnalistik di hadapan penguji di Aula Serba Guna Polda Banten, Serang

Peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Provinsi Banten Angkatan ke-28 berfokus menyelesaikan tugas dan materi jurnalistik di hadapan penguji di Aula Serba Guna Polda Banten, Serang

JOGJAOKE.COM, SERANG – Ada cerita menarik di balik pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten Angkatan ke-28 yang berlangsung di Aula Serba Guna Polda Banten, Selasa (22/9/2026).

Selain menjadi ajang untuk menguji kemampuan dan profesionalisme, UKW juga menghadirkan suasana tersendiri bagi para peserta. Ketegangan, konsentrasi hingga perasaan bercampur aduk terasa ketika mereka harus menjalani berbagai materi pengujian di hadapan penguji yang berpengalaman.

UKW Angkatan ke-28 diikuti 51 peserta yang terbagi dalam dua jenjang kompetensi, yakni Muda dan Madya. Masing-masing peserta mengikuti rangkaian pengujian sesuai jenjang yang diambil.

Salah satu peserta yang merasakan pengalaman tersebut adalah Yustinus Agus. Ia mengikuti UKW pada jenjang Muda dan mengaku mendapatkan pengalaman baru selama menjalani proses pengujian.

Meski telah terbiasa menjalankan aktivitas jurnalistik di lapangan, suasana UKW memberikan tantangan berbeda. Setiap kemampuan yang selama ini diterapkan dalam pekerjaan jurnalistik harus ditunjukkan melalui sejumlah tahapan pengujian.

Ketegangan mulai terasa ketika peserta berhadapan langsung dengan penguji. Mereka dituntut berkonsentrasi, memahami materi, sekaligus menunjukkan kemampuan menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.

“Tegang pasti ada. Perasaannya bercampur aduk karena kita berhadapan dengan penguji yang sudah berpengalaman. Tetapi justru dari proses ini banyak pengalaman baru yang saya dapatkan,” ujar Yustinus.

Menurut Yustinus, UKW tidak hanya berbicara tentang mampu atau tidaknya peserta menyelesaikan materi pengujian. Proses tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali kemampuan yang selama ini digunakan saat menjalankan tugas jurnalistik.

Apa yang biasa dilakukan wartawan di lapangan, mulai dari mencari informasi hingga mengolahnya menjadi produk jurnalistik, kini diuji dan harus dapat dipertanggungjawabkan di hadapan penguji.

Meski ketegangan terasa selama proses berlangsung, pengalaman tersebut justru memberikan kesan tersendiri.

“Bukan hanya soal bisa atau tidak mengerjakan materi yang diberikan. Ada pengalaman dan pembelajaran baru yang kami rasakan selama mengikuti proses UKW ini,” katanya.

Bagi Yustinus, mengikuti UKW jenjang Muda menjadi salah satu pengalaman dalam perjalanan profesinya sebagai wartawan. Selain mengukur kemampuan, proses tersebut membuat peserta kembali memahami pentingnya kompetensi, etika dan tanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan jurnalistik.

Suasana serius juga terlihat dari peserta lain yang mengikuti jenjang Muda maupun Madya. Mereka menjalani tahapan pengujian sesuai standar kompetensi pada masing-masing jenjang.

UKW PWI Provinsi Banten Angkatan ke-28 berlangsung selama dua hari, 22–23 September 2026. Sebanyak 53 wartawan sebelumnya tercatat sebagai peserta, namun dua di antaranya mengundurkan diri sehingga 51 peserta mengikuti rangkaian UKW.

Di balik suasana serius dan ketegangan selama pengujian, UKW pun menghadirkan cerita berbeda bagi masing-masing peserta. Bagi Yustinus, pengalaman berhadapan dengan penguji menjadi bagian dari proses belajar sekaligus kesempatan untuk mengukur kemampuan dirinya sebagai wartawan. (*)

Berita Terkait

Libatkan 19 Negara, Banten Jadi Tuan Rumah ADMM-Plus Exercise Trident Resolve 2026
Polda Banten Gelar Syukuran Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke-71
Kapolda Banten Beri Motivasi Peserta UKW PWI: Tetap Kritis, Jaga Etika dan Akurasi
PWI Banten Gelar UKW Angkatan ke-28, Kapolda Banten Tekankan Kompetensi dan Profesionalisme Wartawan
Musyawarah Jadi Jalan Damai, Perselisihan Ibadah Jemaat GKPI Berakhir Kesepakatan
Pemkot Bekasi Integrasikan Data Tanah dan Pajak, Dorong Administrasi Lebih Akurat dan Pelayanan Lebih Mudah
Pastikan Anggaran Tepat Sasaran, Pemprov Banten Minta BPKP Kawal APBD secara Menyeluruh
Wujudkan Banten sebagai Lumbung Pangan, Wagub Banten Dimyati Ajak Seluruh Pihak Berkolaborasi

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 14:45 WIB

Cerita di Balik UKW PWI Banten, Tegang Hadapi Penguji hingga Jadi Pengalaman Baru Peserta

Selasa, 22 September 2026 - 14:28 WIB

Polda Banten Gelar Syukuran Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke-71

Selasa, 22 September 2026 - 14:01 WIB

Kapolda Banten Beri Motivasi Peserta UKW PWI: Tetap Kritis, Jaga Etika dan Akurasi

Selasa, 22 September 2026 - 11:30 WIB

PWI Banten Gelar UKW Angkatan ke-28, Kapolda Banten Tekankan Kompetensi dan Profesionalisme Wartawan

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Musyawarah Jadi Jalan Damai, Perselisihan Ibadah Jemaat GKPI Berakhir Kesepakatan

Berita Terbaru

Rangkaian proses pembangunan asrama yatim piatu dan dhu'afa Yayasan Uswatun Khasanah di Gerjen, Pleret, Bantul — mulai dari kerja bakti warga, prasasti Dewan Pendiri Yayasan, hingga wujud bangunan yang kini mulai berdiri di atas tanah wakaf almarhumah Hj. Rukinem Suwandi.

Yogyakarta

‎Warga Bantul Bangun Asrama Yatim Lewat Gotong Royong

Selasa, 22 Sep 2026 - 14:58 WIB