Pasar Murah Nataru di 14 Kemantren, Pemkot Jogja Subsidi hingga Rp2.000 per Kg 

Senin, 17 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga belanja kebutuhan pokok di pasar murah kemantren Jetis. (Dok Pemkot)

Warga belanja kebutuhan pokok di pasar murah kemantren Jetis. (Dok Pemkot)

JOGJAOKE.COM, Jetis — Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menggelar program Pasar Murah menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 sebagai upaya menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok. Kegiatan tahunan ini berlangsung di 14 kemantren mulai 17 November hingga 5 Desember 2025.

Ketua Tim Kerja Ketersediaan dan Pengendalian Harga Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Evi Wahyuni, mengatakan pasar murah telah menjadi agenda rutin untuk meredam potensi kenaikan harga pada momentum besar seperti Ramadan, Idulfitri, dan Nataru.

“Empat belas kemantren mendapat jatah yang sama. Komoditasnya juga lengkap, mulai dari beras premium, beras medium, SPHP, gula, minyak goreng, terigu, hingga bawang dan telur,” ujarnya, Senin (17/11/2025), di Halaman Kemantren Jetis.

Pemkot memberikan subsidi Rp 2.000 per kilogram atau liter untuk seluruh komoditas. Setiap kemantren memperoleh kuota 4 ton, kecuali Umbulharjo, Gondokusuman, dan Mergangsan yang mendapat 6 ton karena wilayahnya lebih luas. Pasokan didistribusikan melalui empat distributor yang bekerja sama dengan Dinas Perdagangan.

Pembelian dibatasi bagi warga berdomisili di kemantren penyelenggara. Warga wajib menunjukkan KTP serta kupon yang dibagikan kemantren. “Pembelian harus sesuai kebutuhan rumah tangga. Kalau beli empat atau lima kilo masih wajar. Tapi kalau gula satu karung tentu tidak diperbolehkan,” kata Evi.

Ia menegaskan, tujuan utama pasar murah adalah menahan inflasi daerah dengan menekan lonjakan permintaan di pasar rakyat. “Kalau kebutuhan bisa didapat di sini, masyarakat tidak perlu berbondong-bondong ke pasar sehingga permintaan tetap terkendali,” ujarnya.

Selain pasar murah, Pemkot juga mengoperasikan kios Sogoro Amarto di empat pasar untuk memantau ketersediaan dan harga komoditas. “Kalau kios itu sepi, justru kami lega karena berarti harga stabil. Kalau ramai dan antre, itu sinyal bagi kami untuk segera bergerak,” tambahnya.

Di lokasi kegiatan, warga antusias memanfaatkan selisih harga yang cukup signifikan. Dety Wahyuni, warga Kelurahan Cokrodiningratan, membeli beras 25 kilogram dan gula 10 kilogram. “Selisih harganya lumayan jauh. Di pasar, beras premium bisa Rp 14.000–Rp 15.000 per kilogram. Di sini Rp 65.000 untuk lima kilogram,” ujarnya.

Dety mengatakan kebutuhan tersebut cukup untuk sebulan bagi tiga anggota keluarganya. Ia mengetahui keberadaan pasar murah ketika melintas di sekitar lokasi kegiatan. “Tadi lewat, lihat ramai, lalu tanya. Ternyata bisa langsung beli asal bawa KTP. Lumayan sekali ada pasar murah seperti ini,” katanya. (ihd)

Berita Terkait

Jogja Pelajari Big Data dan Geospasial di Sumedang untuk Tingkatkan Layanan Publik
Luncurkan SIAP, Pemkot Jogja Dorong Transparansi dan Efisiensi Belanja Daerah
Pemkot Jogja Perketat Pengawasan Sampah di Sungai, Pelaku Terancam Sanksi
Jogja Perkuat Layanan HIV/AIDS Inklusif, Lintas Sektor Capai Target 2030
Kolaborasi: Pemkot Jogja Dorong Langkah Konkret, Toba Siapkan Penguatan Promosi Budaya
Yogyakarta Raih Predikat Terbaik Keterbukaan Informasi Publik DIY 2025
Kajian UMK Yogya Tahun Depan Dimulai, Pemkot Fokus Pola Konsumsi Warga
Kolaborasi Pemkot Yogya–BTN Syariah Dorong Hunian Terjangkau dan Penguatan Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 20:14 WIB

Jogja Pelajari Big Data dan Geospasial di Sumedang untuk Tingkatkan Layanan Publik

Kamis, 4 Desember 2025 - 17:34 WIB

Luncurkan SIAP, Pemkot Jogja Dorong Transparansi dan Efisiensi Belanja Daerah

Rabu, 3 Desember 2025 - 20:56 WIB

Pemkot Jogja Perketat Pengawasan Sampah di Sungai, Pelaku Terancam Sanksi

Rabu, 3 Desember 2025 - 20:49 WIB

Jogja Perkuat Layanan HIV/AIDS Inklusif, Lintas Sektor Capai Target 2030

Kamis, 27 November 2025 - 19:11 WIB

Kolaborasi: Pemkot Jogja Dorong Langkah Konkret, Toba Siapkan Penguatan Promosi Budaya

Berita Terbaru