‎Pasar Lawas Mataram 2025 Hidupkan Kotagede Dengan Budaya Lestari

Kamis, 25 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Jogja – Desa Jagalan, jantung sejarah Kerajaan Mataram Islam, kembali memikat perhatian publik melalui gelaran Pasar Lawas Mataram 2025 pada 26–28 September di halaman Masjid Besar Mataram.

‎Ketua Panitia Fauzan Baihaqi menegaskan, “Pasar Lawas Mataram bukan sekadar nostalgia, tetapi momentum memperkuat identitas budaya sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat.”

‎Dengan mengusung tema “Kebak Tanpa Luber”, panitia mengajak masyarakat memanfaatkan potensi budaya secara optimal tanpa berlebihan, sehingga keseimbangan sosial dan keaslian tradisi tetap terjaga.

‎Fauzan menambahkan, “Melalui acara ini, kami ingin memberdayakan UMKM lokal agar tumbuh berkelanjutan, sekaligus melestarikan kuliner, kesenian, dan kerajinan tradisional.”

‎Ia menekankan bahwa filosofi “Kebak Tanpa Luber” diterjemahkan ke dalam pengalaman kolektif yang hangat, lestari, dan bermanfaat.

‎Dengan kata lain, perhelatan ini dirancang sebagai ruang kreativitas masyarakat sekaligus sarana menjaga harmoni sosial yang bebas dari konflik.

‎Panitia juga mengajak warga sekitar menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton.

‎“Kami ingin warga sekitar menikmati manfaat ekonomi dari perhelatan ini,” tutur Fauzan penuh semangat.

‎Target tahun ini pun meningkat. “Tahun lalu, lebih dari 15.000 pengunjung hadir dengan omzet pedagang mencapai Rp400 juta. Tahun ini, target kami 25.000 pengunjung dengan potensi omzet lebih dari Rp650 juta,” ujarnya optimistis.

‎Selama tiga hari, pengunjung akan diajak bernostalgia melalui kuliner tradisional, permainan klasik, dan atraksi seni yang sarat edukasi.

‎Suasana tempo dulu dijanjikan menjadi daya tarik utama.

‎“Pasar Lawas Mataram bukan sekadar pasar, melainkan ruang untuk kembali merasakan kearifan lokal dan suasana kehidupan masyarakat zaman dulu,” ungkap salah satu panitia.

‎Bagi pecinta budaya dan kuliner, inilah kesempatan langka menikmati pengalaman unik sambil mengenang masa lalu dalam balutan budaya yang tetap lestari.(*)

Berita Terkait

‎Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus, Perkuat Kemandirian Ekonomi Bangsa
Kemantren Ngampilan Angkat Potensi Lokal Lewat Winongo Art Festival 2026
Fakultas Hukum UWM Ajak Warga Cerdas Bermedsos Raih Beasiswa
Mahasiswa ISI Yogyakarta Angkat Ketangguhan Warga Hadapi Krisis Lingkungan
Plh. Wali Kota Bekasi Tekankan Pentingnya Kesadaran Lingkungan pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026
DPPKUKM Kapuas Berguru ke Jogja, Perkuat Tata Niaga Daerah
Mural Korupsi di Mandala Krida Dihitamkan, Siapa Takut pada Kritik?
Demi Kelancaran Pengajian Akbar HUT ke-79, Pemkot Yogyakarta Terapkan Rekayasa Lalu Lintas

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:06 WIB

‎Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus, Perkuat Kemandirian Ekonomi Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:29 WIB

Kemantren Ngampilan Angkat Potensi Lokal Lewat Winongo Art Festival 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:17 WIB

Fakultas Hukum UWM Ajak Warga Cerdas Bermedsos Raih Beasiswa

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:05 WIB

Mahasiswa ISI Yogyakarta Angkat Ketangguhan Warga Hadapi Krisis Lingkungan

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:33 WIB

Plh. Wali Kota Bekasi Tekankan Pentingnya Kesadaran Lingkungan pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

Berita Terbaru