MK Selamatkan Anggaran Pendidikan, Guru Honorer Tagih Kesejahteraan Nyata Sekarang

Senin, 3 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎JOGJA – Mahkamah Konstitusi menegaskan anggaran Program Makan Bergizi Gratis atau MBG wajib dipisahkan dari alokasi minimal 20 persen anggaran pendidikan nasional.
‎
Putusan tersebut menjadi perhatian besar setelah banyak guru honorer menyuarakan kekhawatiran terhadap potensi berkurangnya anggaran pendidikan akibat pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.
‎
Seorang guru honorer di Kota Yogyakarta, Ardian, mengaku lega mendengar putusan tersebut setelah bertahun-tahun menghadapi keterbatasan penghasilan sebagai tenaga pendidik.
‎
“Gaji Rp2 jutaan buat hidup di Kota Yogyakarta itu pusingnya luar biasa,” ujar Ardian menggambarkan kondisi ekonomi yang selama ini dirasakannya.
‎
Guru honorer yang telah mengabdi selama lima tahun itu berharap putusan Mahkamah Konstitusi benar-benar melindungi hak guru dan dunia pendidikan secara menyeluruh.
‎
“Kami menyambut baik putusan ini. Jangan sampai MBG malah mengorbankan nasib para guru yang sudah berdarah-darah mengabdi,” katanya.
‎
Menurut Ardian, isu pemotongan Dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS sebelumnya sempat membuat banyak guru honorer merasa khawatir terhadap keberlangsungan pendidikan.
‎
Ia mengatakan beban pekerjaan guru juga semakin bertambah karena ikut mengawasi serta membantu distribusi makanan bergizi kepada para siswa setiap hari.
‎
“Beban kerja bertambah, tetapi honor tetap pas-pasan. Kondisi seperti ini tentu berat bagi guru honorer,” ungkapnya.
‎
Mahkamah Konstitusi menegaskan anggaran pendidikan harus tetap digunakan sesuai amanat konstitusi dan tidak boleh dialihkan untuk kebutuhan program lain.
‎
Putusan tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan pembiayaan sekolah, peningkatan mutu pendidikan, hingga kesejahteraan tenaga pendidik di seluruh Indonesia.
‎
“Anggaran pendidikan harus kembali pada fungsi utamanya, yakni meningkatkan kualitas sekolah dan kesejahteraan guru,” ujar Ardian.
‎
Ia berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah benar-benar menjalankan putusan Mahkamah Konstitusi tanpa mengurangi hak-hak pendidikan di lapangan.
‎
“Jangan hanya bagus di atas kertas. Kami ingin pelaksanaannya benar-benar dirasakan guru dan sekolah,” tegasnya.
‎
Selain menjaga anggaran pendidikan, putusan tersebut juga diharapkan mempercepat perbaikan fasilitas sekolah, peningkatan kompetensi guru, serta kepastian kesejahteraan tenaga honorer.
‎
Kini publik menanti langkah nyata pemerintah merealisasikan putusan Mahkamah Konstitusi agar perlindungan terhadap anggaran pendidikan benar-benar terwujud dan dirasakan seluruh guru. (waw)

Berita Terkait

Driver Maxim Gugat Program Turbo, DPRD DIY Desak Tindak Lanjut
Gantikan Almarhum Adrian Subagyo, Hari Prastowo Dilantik Jadi Anggota DPRD
‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas
Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Driver Maxim Gugat Program Turbo, DPRD DIY Desak Tindak Lanjut

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Gantikan Almarhum Adrian Subagyo, Hari Prastowo Dilantik Jadi Anggota DPRD

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:05 WIB

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Berita Terbaru

Yogyakarta

Harda Resmikan Pancuran Tuk Bulus, Warga Siapkan Wisata Terpadu

Sabtu, 31 Okt 2026 - 22:52 WIB