Menjaga Keutuhan Bangsa dan Toleransi Beragama, Ini Harapan Intelektual Muda NU

Sabtu, 30 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU), KH. Makmun Sukron, saat acara. (Foto Ist).

Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU), KH. Makmun Sukron, saat acara. (Foto Ist).

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU), KH. Makmun Sukron, menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi antara tokoh agama (ulama) dan pejabat negara (umaro’) demi menjaga keutuhan bangsa. Hal itu disampaikan melalui keterangannya, Sabtu (30/8) usai menjadi narasumber dalam sebuah podcast yang digelar di Banten, kemarin yang membahas isu-isu kekinian seputar hubungan agama dan negara.

Menurutnya, Keislaman dan Keindonesiaan tidak perlu dipertentangkan. Justru keduanya harus berjalan beriringan sebagai pijakan moral dan kebangsaan.

“Tokoh agama dan pejabat negara harus tulus serta peduli terhadap persoalan masyarakat. Kolaborasi harus lebih dominan daripada kompetisi antar kedua unsur itu, jika Indonesia ingin tetap aman dan damai,” ujar pria Kelahiran Kota Wali Demak dan lama di Ponpes Futuhiyyah Mranggen ini.

KH. Makmun menekankan bahwa, menjaga negara sama pentingnya dengan menjaga agama. Sebab tanpa negara yang kuat, agama pun sulit dijalankan secara baik. Ia menegaskan prinsip Himayatu ad-Din wa ad-Daulah wa al-Ummah yang bermakna agama, negara, dan umat harus berjalan beriringan karena ketiganya saling terkait.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya menanamkan nilai toleransi, baik internal maupun antarumat beragama. Bagi KH. Makmun, menjalankan agama sesuai keyakinan adalah hak setiap warga negara yang harus dihormati tanpa diskriminasi.

“Kebenaran tidak ditentukan oleh kelompok mayoritas saja. Kebenaran bersifat universal, bisa lahir dari siapa saja, baik dari kelompok mainstream maupun non-mainstream. Semua memiliki kedudukan yang sama di mata hukum negara,” tegas pria yang lama mengecam Pendidikan di Kairo dan Iran ini.

Ia menambahkan, toleransi dan kolaborasi antarelemen bangsa tanpa memandang ras maupun agama adalah kunci untuk mewujudkan harmoni sosial. Hal ini juga menjadi prasyarat bagi integrasi bangsa yang multikultur.

“Itu satu-satunya pilihan, that’s the only option,” pungkas Sukron yang pernah menjadi Wakil Ketua PWNU Banten. (*/Red)

Berita Terkait

Irjen Pol Susilo Teguh Buka Pameran Lukisan Cryshnanda DL, Seni Jadi Ruang Dialog Publik
Pulau Pari Jadi Fokus Aksi Lingkungan PHI melalui Rehabilitasi Ekosistem Pesisir
Dari Soekarno hingga Prabowo, Reformasi Agraria Indonesia Dikupas Tuntas oleh Dr. Budi Suryanto
Mandat Baru dari Djakarta Theater: Srikandi Dan Mata Siber Menjaga Gizi dan Kas Desa.
Ketua DPD ABPEDNAS Lampung Rahmat Mirzani Djausal Dukung Penguatan Peran Perempuan Desa
Kisah Haru dan Penuh Makna, Film Rumah Singgah Resmi Luncurkan Teaser
Transmigrasi Bertransformasi, Tim Ekspedisi Patriot Fokus pada Pengembangan Sektor Industri
Kasus Penyekapan Wanita di Bandung Direkonstruksi, Polisi Fokus pada Tiga TKP Utama

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:18 WIB

Irjen Pol Susilo Teguh Buka Pameran Lukisan Cryshnanda DL, Seni Jadi Ruang Dialog Publik

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:37 WIB

Pulau Pari Jadi Fokus Aksi Lingkungan PHI melalui Rehabilitasi Ekosistem Pesisir

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:29 WIB

Dari Soekarno hingga Prabowo, Reformasi Agraria Indonesia Dikupas Tuntas oleh Dr. Budi Suryanto

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:44 WIB

Mandat Baru dari Djakarta Theater: Srikandi Dan Mata Siber Menjaga Gizi dan Kas Desa.

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:07 WIB

Ketua DPD ABPEDNAS Lampung Rahmat Mirzani Djausal Dukung Penguatan Peran Perempuan Desa

Berita Terbaru