Mengenal Praktik Baik Pola Asuh Ramah Anak di Pesantren

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Santri berangkat mengaji

Santri berangkat mengaji

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan keagamaan tertua di Indonesia. Dari rahimnya, lahir tokoh agama, tokoh bangsa, dan para professional pada bidangnya yang ikut mengabdikan diri untuk kemajuan bangsa.

Pesantren selama ini menjadi ruang pendidikan jutaan santri di Indonesia. Tidak hanya pendidikan agama atau tafaqquh fid-din, dari pesantren juga berkembang sejumlah praktik baik tentang pola asuh santri.

Di Lirboyo misalnya, pesantren ini menekankan pembentukan adab (ta’dib) melalui pendekatan relasional yang kuat antara kiai dan santri. Di Jombang, Pesantren Tebuireng mengintegrasikan sistem pendidikan formal dengan perlindungan anak, termasuk melalui layanan konseling. Sementara itu, Pesantren Darunnajah dan Pesantren Al-Amien Prenduan mengembangkan pendekatan komunikasi persuasif serta pendampingan intensif sebagai bagian dari pembinaan karakter santri.

Di Jawa Barat, terdapat Peacesantren Welas Asih dan Pondok Pesantren Nurul Huda Cibojong yang mengarusutamakan pendidikan perdamaian berbasis welas asih, dengan penekanan pada empati dan resolusi konflik tanpa kekerasan.

Di kawasan timur Indonesia, Pesantren As’adiyah mengedepankan pembinaan spiritual yang lembut melalui keteladanan kiai dan kedekatan emosional dengan santri. Adapun Pondok Pesantren Anwarul Quran menerapkan pendekatan tahfidz berbasis psikologi anak, pendisiplinan positif dengan penguatan motivasi dan pendampingan personal.

Ada juga Pesantren IMMIM Makassar yang dikenal dengan pengasuhan berbasis minat dan bakat anak serta pernah memperoleh apresiasi internasional sebagai pesantren ramah anak.

Kementerian Agama terus mendorong transformasi pesantren sebagai ruang pendidikan yang aman, inklusif, dan ramah anak secara disiplin. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan keagamaan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.

Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said menegaskan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari arah kebijakan nasional pendidikan pesantren.

“Pesantren memiliki khazanah turats yang sangat kaya dalam membangun adab dan akhlak. Tantangannya hari ini adalah bagaimana nilai-nilai tersebut terus dapat diimplementasikan dengan pendekatan yang selaras dengan prinsip perlindungan anak, sehingga melahirkan ekosistem pendidikan yang berkeadaban tanpa kekerasan,” ujarnya saat memimpin rapat penyelesaian kasus kekerasan pada pesantren Ndholo Kusuma Pati, di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

“Praktik baik yang berkembang di ribuan pesantren harus terus dijaga dan dikontekstualisasikan dengan tantangan masa kini agar pesantren terus menjadi ruang tumbuh yang paling aman bagi pembentukan karakter santri,” sambungnya.

Hal senada disampaikan Ketua Satgas Pesantren Ramah Anak Kemenag RI yang juga Kasubdit Pendidikan Salafiyah dan Kajian Kitab Kuning, Yusi Damayanti. Dia menekankan pentingnya praktik baik di banyak pesantren ini sebagai rujukan dalam pengembangan paradigma pengasuhan para santri.

“Disiplin positif bukan berarti tanpa aturan, tetapi menempatkan anak sebagai subjek yang dididik dengan penghargaan, dialog, dan pendampingan. Ini adalah ikhtiar memastikan pesantren menjadi ruang aman sekaligus tempat tumbuh yang sehat bagi anak,” jelasnya.

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama menilai bahwa praktik-praktik ini menunjukkan kapasitas pesantren dalam mengintegrasikan nilai-nilai turats dengan pendekatan perlindungan anak modern. Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat transmisi ilmu keislaman, tetapi juga sebagai ekosistem pembentukan karakter yang menghargai hak-hak anak.

Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk memperluas praktik baik ini melalui penguatan regulasi, peningkatan kapasitas pengasuh pesantren, serta pengembangan panduan nasional pesantren ramah anak. Dengan demikian, pesantren diharapkan menjadi ruang tumbuh yang aman, sehat, dan bermartabat bagi seluruh santri Indonesia. (rel)

Sumber : Humas kemenag

Berita Terkait

Wamendagri Bima Arya: Sinergi Kawasan Aglomerasi Jadi Kunci Daya Saing Jakarta
Menteri Ekraf Dorong Aktivasi Creative Hub dan Investasi untuk Talenta Kreatif Medan
Kemnaker Buka Ruang Dialog dengan KPBI, Fokus pada Perlindungan Pekerja dan Pencegahan PHK
Festival Burger Dunia Jadi Ajang UMKM Kuliner Lokal Menembus Pasar Internasional
Sambut HUT Kota Jogja, Kemantren Umbulharjo Bergerak Wujudkan ASRI Bersama
Penataan Daerah Nasional Mengacu pada Desain Besar, Wamendagri Bima Beri Penegasan
Asia Grassroots Forum 2026 Tegaskan Peran UMKM dan Komunitas dalam Perekonomian Indonesia
Garuda di Dadaku Jadi Bukti Kebangkitan IP Lokal dan Animasi Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:11 WIB

Wamendagri Bima Arya: Sinergi Kawasan Aglomerasi Jadi Kunci Daya Saing Jakarta

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:40 WIB

Menteri Ekraf Dorong Aktivasi Creative Hub dan Investasi untuk Talenta Kreatif Medan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:31 WIB

Kemnaker Buka Ruang Dialog dengan KPBI, Fokus pada Perlindungan Pekerja dan Pencegahan PHK

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:13 WIB

Festival Burger Dunia Jadi Ajang UMKM Kuliner Lokal Menembus Pasar Internasional

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:18 WIB

Sambut HUT Kota Jogja, Kemantren Umbulharjo Bergerak Wujudkan ASRI Bersama

Berita Terbaru