Mengapa Balik Nama Tanah Warisan Penting? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya

Minggu, 16 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Buku Sertifikat Hak Milik (SHM). (Joke/Dok)

Ilustrasi - Buku Sertifikat Hak Milik (SHM). (Joke/Dok)

JOGJAOKE.COM, Jakarta — Ahli waris dianjurkan segera melakukan balik nama atas sertifikat tanah milik orangtua yang telah meninggal. Proses administrasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan kepastian hukum kepemilikan serta menghindarkan keluarga dari potensi sengketa di kemudian hari.

Dengan sertifikat yang sudah dibalik nama, ahli waris memperoleh legitimasi hukum yang jelas atas tanah tersebut. Proses ini juga mempermudah pengurusan ketika tanah hendak dibagi, diagunkan, maupun diperjualbelikan. Tanpa balik nama, status kepemilikan rawan dipersoalkan, terutama ketika jumlah ahli waris lebih dari satu.

Syarat Balik Nama Tanah Warisan

Pengurusan balik nama dapat dilakukan di Kantor Pertanahan setempat. Namun, dokumen yang wajib disiapkan berbeda antara tanah yang telah bersertifikat dan yang belum bersertifikat.

1. Jika Tanah Sudah Bersertifikat

Dokumen yang perlu disiapkan antara lain:

  • Formulir permohonan yang telah diisi dan ditandatangani

  • Surat kuasa (jika dikuasakan)

  • Fotokopi KTP dan KK pemohon/ahli waris serta kuasa, yang sudah dicocokkan dengan aslinya

  • Sertifikat asli

  • Surat Keterangan Waris sesuai ketentuan hukum

  • Fotokopi SPPT PBB tahun berjalan

  • Bukti pembayaran SSB (BPHTB), SSP/PPH untuk tanah dengan nilai lebih dari Rp 60 juta, serta bukti pembayaran uang pemasukan pada saat pendaftaran hak

2. Jika Tanah Belum Bersertifikat

Persyaratannya meliputi:

  • Formulir permohonan yang ditandatangani di atas materai

  • Surat kuasa (jika dikuasakan)

  • Fotokopi KTP dan KK pemohon/kuasa yang telah dicocokkan

  • Bukti alas hak atau bukti perolehan tanah asli

  • Dokumen pelepasan hak atau pelunasan rumah peninggalan pemerintah (Rumah Gol III)

  • Fotokopi SPPT PBB tahun berjalan

  • Bukti pembayaran SSB (BPHTB), uang pemasukan, serta SSP/PPh sesuai ketentuan

Tahapan Mengurus Balik Nama Sertifikat Warisan

Berikut alur pengurusan balik nama tanah warisan di Kantor Pertanahan:

  1. Mendatangi Kantor Pertanahan
    Ahli waris membawa seluruh dokumen persyaratan sesuai jenis tanah.

  2. Mengajukan Permohonan
    Formulir permohonan diisi dan diserahkan bersama berkas persyaratan.

  3. Membayar BPHTB, PPh, dan PNBP Balik Nama
    Biaya terdiri dari Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Penghasilan (PPh), serta biaya administrasi balik nama.

  4. Verifikasi Dokumen
    Petugas melakukan pemeriksaan dan pencocokan data untuk memastikan keabsahan dokumen.

  5. Penerbitan Sertifikat Baru
    Setelah verifikasi selesai, sertifikat baru diterbitkan dengan identitas ahli waris sebagai pemilik sah.

  6. Pengambilan Sertifikat
    Ahli waris dapat mengambil sertifikat yang telah dicetak di Kantor Pertanahan.

Proses balik nama terbilang penting dan tidak dapat diabaikan. Dengan dokumen kepemilikan yang telah diperbarui, ahli waris memiliki dasar hukum yang kuat atas tanah keluarga dan dapat terhindar dari persoalan administratif maupun sengketa di masa mendatang. (rih)

Berita Terkait

Musrenbangdes Sindangheula 2027 Diapresiasi Kecamatan, Program Sampah Dinilai Layak Jadi Percontohan
Audiensi dengan OJK, Pemprov Banten Paparkan Capaian Ekonomi dan Program Prioritas
Wamendagri Bima Arya Arahan Presiden Bergerak Cepat dan Bergerak Bersama Terwujud di Aceh Tamiang
Wamendagri Ribka Haluk Luruskan Opini Publik soal Arahan Presiden Terkait Sawit di Papua
Menikmati Puisi Kritis ” TETAPLAH BODOH”, Karya Fathul Wahid
Siswa SMA Taruna Nusantara Asal Lampung Terima Arahan Gubernur di Kantor Gubernur
Gerakan Mas JOS Menguat, 37.000 Keluarga di Jogja Aktif Olah Sampah
RSCM Ditetapkan Jadi Rumah Sakit Penyangga Nasional Terapi Sel Punca

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:24 WIB

Musrenbangdes Sindangheula 2027 Diapresiasi Kecamatan, Program Sampah Dinilai Layak Jadi Percontohan

Senin, 19 Januari 2026 - 21:50 WIB

Audiensi dengan OJK, Pemprov Banten Paparkan Capaian Ekonomi dan Program Prioritas

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:22 WIB

Wamendagri Bima Arya Arahan Presiden Bergerak Cepat dan Bergerak Bersama Terwujud di Aceh Tamiang

Senin, 5 Januari 2026 - 20:24 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Luruskan Opini Publik soal Arahan Presiden Terkait Sawit di Papua

Jumat, 2 Januari 2026 - 19:48 WIB

Menikmati Puisi Kritis ” TETAPLAH BODOH”, Karya Fathul Wahid

Berita Terbaru

Banten

Penghormatan Resmi untuk Ketua PT Banten yang Purna Tugas

Selasa, 27 Jan 2026 - 23:14 WIB