Mas Marrel Bongkar Alasan Kraton Tutup Alun-Alun Utara Yogyakarta

Selasa, 16 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎Jogja – Cucu Sri Sultan HB X, Raden Mas Gustilantika Marrel Suryokusumo (Mas Marrel) akhirnya angkat bicara mengenai penutupan dan revitalisasi Alun-Alun Utara Yogyakarta yang memicu perhatian publik.
‎
‎Menurut Mas Marrel, kebijakan tersebut bukan tanpa alasan. Ia menegaskan kondisi kawasan alun-alun dahulu mengalami berbagai persoalan yang membutuhkan penataan serius bersama.
‎
‎“Makanya Alun-Alun Utara sekarang direvitalisasi dan ditutup seperti itu,” ujar Mas Marrel saat menjelaskan latar belakang kebijakan penataan kawasan tersebut.
‎
‎Ia mengenang masa kecilnya sekitar tahun 2000-an ketika Alun-Alun Utara masih terbuka bebas dan menjadi ruang publik favorit masyarakat Yogyakarta.
‎
‎“Dulu selalu dibuka untuk umum. Banyak yang bermain sepak bola, berkegiatan, dan memanfaatkan alun-alun sebagai ruang berkumpul,” katanya menjelaskan.
‎
‎Namun seiring waktu, fungsi ruang terbuka tersebut mulai bergeser. Kawasan itu disebut menjadi lokasi parkir bus, lapak pedagang, hingga pasar malam.
‎
‎“Sayangnya kemudian menjadi tempat parkir bus, warung-warung, dan berbagai aktivitas lain yang tidak semuanya terkendali dengan baik,” ungkapnya dalam podcast.
‎
‎Masalah terbesar, menurut Mas Marrel, justru berasal dari pengelolaan sampah yang dinilai sangat memprihatinkan dan berdampak terhadap lingkungan kawasan bersejarah tersebut.
‎
‎“Mereka tidak membuang sampah keluar. Sampah digali ke bawah lalu ditimbun di situ,” ujarnya seraya menggambarkan kondisi yang pernah terjadi.
‎
‎Akibat praktik tersebut, kawasan alun-alun disebut mengalami pencemaran lingkungan. Bau tidak sedap hingga kondisi kumuh menjadi persoalan yang sulit dihindari.
‎
‎“Bau pesing dan berbagai bau lainnya muncul dari situ. Tempat itu akhirnya seperti lokasi pembuangan sampah,” kata Mas Marrel menegaskan.
‎
‎Ia juga menyoroti adanya oknum tidak bertanggung jawab yang dinilai memanfaatkan kawasan tersebut untuk kepentingan pribadi tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan.
‎
‎“Menurut saya itu sudah agak terlalu kelewatan. Ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan kawasan tersebut,” tegasnya dalam keterangannya.
‎
‎Mas Marrel bahkan mengungkap fakta yang menurutnya belum banyak diketahui masyarakat mengenai aktivitas sejumlah warung pada malam hari di kawasan itu.
‎
‎“Ketika malam, sebagian warung berubah menjadi warung bermodal tikar dan kasur,” ungkapnya, menggambarkan perubahan aktivitas yang pernah terjadi dahulu.
‎
‎Tak hanya itu, ia menyebut pernah muncul praktik pengkaplingan area tertentu di lingkungan alun-alun yang seharusnya menjadi ruang bersama masyarakat.
‎
‎“Bahkan ada yang mengkapling area-area alun-alun. Ada yang merasa wilayah tertentu miliknya dan harus setor ke pihak tertentu,” katanya.
‎
‎Menutup keterangannya, Mas Marrel berharap masyarakat memahami alasan revitalisasi tersebut.
‎
‎“Kalau memang dijaga dengan baik dan benar, masyarakat juga perlu tahu sejauh apa masalahnya,” pungkasnya.(waw)
‎

Berita Terkait

Driver Maxim Gugat Program Turbo, DPRD DIY Desak Tindak Lanjut
Gantikan Almarhum Adrian Subagyo, Hari Prastowo Dilantik Jadi Anggota DPRD
‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas
Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Driver Maxim Gugat Program Turbo, DPRD DIY Desak Tindak Lanjut

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Gantikan Almarhum Adrian Subagyo, Hari Prastowo Dilantik Jadi Anggota DPRD

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:05 WIB

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Berita Terbaru

Yogyakarta

Harda Kiswaya Gaungkan Kerukunan Lewat Pesparawi Sleman 2026

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:41 WIB

Yogyakarta

Susanto Dwi Antoro Dorong Langen Beksan Jaga Warisan Budaya

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:37 WIB

Jawa Tengah

Ribuan Massa GPK Kepung Borobudur, Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:32 WIB

Yogyakarta

KAI Buka Tiket Desember, Penumpang Wajib Cek Perubahan Jadwal

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:28 WIB