Mahasiswa UMY Ciptakan ‘Scanoma’, Alat Deteksi Dini Kanker Kulit Berbasis AI

Sabtu, 8 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengembangkan Scanoma, perangkat deteksi dini kanker kulit berbasis kecerdasan buatan (AI). Inovasi ini menjadi bukti kolaborasi lintas disiplin antara mahasiswa Fakultas Farmasi dan Teknik Elektro dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Pendanaan Nasional 2025.

Tim yang diketuai Salsa Faatin Al-Dhinar (Farmasi 2022) bersama Yuniarti Mega Ayu (Farmasi 2022), Nur Rahmadani (Farmasi 2023), Muhammad Muamar Khadapi (Teknik Elektro 2022), dan Yosi Nugraha Adi (Teknik Elektro 2022), merancang sistem analisis citra lesi kulit secara real-time dengan metode Convolutional Neural Network (CNN). Tingkat akurasinya mencapai 75,22 persen.

“Ketertarikan kami bermula dari banyaknya kasus kanker kulit yang baru terdeteksi pada tahap lanjut. Kami ingin membuktikan bahwa teknologi bisa membantu masyarakat mengambil tindakan lebih cepat,” ujar Faatin, Jumat (7/11), di Kampus Terpadu UMY.

Pengembangan Scanoma berlangsung sejak 7 Juli hingga 3 November 2025. Prosesnya penuh tantangan, mulai dari keterlambatan pengiriman kamera dermatoskop digital, ketidaksesuaian kabel, kesalahan sistem Python, hingga kerusakan layar LCD sesaat sebelum tahap presentasi.

“Kami sempat menunggu berbulan-bulan agar kamera dermatoskop tiba. Begitu datang, kabelnya tidak cocok, sistemnya error, bahkan menjelang presentasi layar LCD alat pecah. Rasanya campur aduk antara stres dan lucu,” kenang Faatin sambil tersenyum.

Dengan bimbingan Dr. apt. Muhammad Thesa Ghozali, M.Sc., tim akhirnya mampu merancang Scanoma menjadi alat portabel berbasis Raspberry Pi yang hemat daya, mudah dioperasikan, serta dapat digunakan di fasilitas kesehatan dengan sumber daya terbatas.

Mahasiswa Farmasi berfokus pada karakterisasi lesi kulit dan aspek klinis, sedangkan mahasiswa Teknik Elektro mengembangkan integrasi perangkat keras dan sistem pengolahan citra digital. Kolaborasi itu menghasilkan perangkat yang tidak hanya berfungsi baik, tetapi juga berpotensi diterapkan dalam pelayanan kesehatan dasar.

“Momen ketika alat itu pertama kali benar-benar berfungsi adalah yang paling berkesan. Semua kerja keras seolah terbayar lunas,” tutur Faatin.

Tim berharap Scanoma dapat membantu tenaga kesehatan dan masyarakat dalam melakukan deteksi dini kanker kulit, sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya pemeriksaan kulit secara rutin. “Kalau alat ini bisa membantu satu orang saja mengenali gejala kanker lebih cepat, perjuangan kami sudah tidak sia-sia,” katanya.

Dari ruang praktikum kampus di Yogyakarta, lahirlah Scanoma — simbol semangat kolaborasi, empati, dan keberanian mahasiswa muda Indonesia untuk menantang batas sains dan teknologi. (ihd)

Berita Terkait

Dosen Bahasa Arab UMY Dorong Literasi Mahasiswa Al-Azhar Lewat Workshop Penulisan di Kairo
Dosen UMY Soroti Kasus Amsal Sitepu, Alarm bagi Masa Depan Industri Kreatif
Pembatasan Medsos Anak, UMY: Perlu Kajian Mendalam dan Pendampingan Orang Tua
UMY Dampingi UMKM Melaka Susun Strategi Bisnis untuk Naik Kelas
Pakar UMY: Pertumbuhan 8 Persen Harus Serap Tenaga Kerja, Bonus Demografi Jadi Penentu
Ajir Hybrid untuk Kemukus, Inovasi Mahasiswa KKN UMY di Perbukitan Kulon Progo
Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama, UMY Perkuat Ikatan dengan Warga Sekitar Kampus
Malam Seribu Bulan, Dosen UMY: Hikmah Lailatul Qadar di 10 Hari Terakhir Ramadan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 16:45 WIB

Dosen Bahasa Arab UMY Dorong Literasi Mahasiswa Al-Azhar Lewat Workshop Penulisan di Kairo

Kamis, 2 April 2026 - 21:17 WIB

Dosen UMY Soroti Kasus Amsal Sitepu, Alarm bagi Masa Depan Industri Kreatif

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:15 WIB

Pembatasan Medsos Anak, UMY: Perlu Kajian Mendalam dan Pendampingan Orang Tua

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:14 WIB

UMY Dampingi UMKM Melaka Susun Strategi Bisnis untuk Naik Kelas

Jumat, 20 Maret 2026 - 08:08 WIB

Pakar UMY: Pertumbuhan 8 Persen Harus Serap Tenaga Kerja, Bonus Demografi Jadi Penentu

Berita Terbaru