Lima Pejabat Eselon II Dilantik, Menkeu Tekankan Kredibilitas Fiskal

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melantik lima orang pimpinan tinggi pratama (pejabat eselon II) di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Selasa (21/4) di Jakarta. Dalam arahannya, Menkeu menekankan tiga pesan utama yang harus menjadi pegangan para pejabat, yakni disiplin fiskal, pengelolaan kas negara yang optimal, serta integritas.

Menkeu menegaskan bahwa jabatan yang diemban para pejabat bukanlah fasilitas, melainkan amanah besar dari negara. Untuk itu, setiap pejabat dituntut untuk menjaga integritas secara teguh dalam menjalankan tugas, terutama di tengah dinamika global yang masih diliputi ketidakpastian.

“Jabatan itu bukan fasilitas, itu amanah. Kita diuji bukan saat kondisi normal, tapi saat tekanan datang,” kata Menkeu.

Pesan pertama yang ditekankan Menkeu adalah menjaga disiplin fiskal. Menkeu menyampaikan bahwa defisit anggaran bukan sekadar angka, melainkan sinyal kredibilitas kebijakan pemerintah di mata dunia. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen menjaga defisit tetap terkendali dan tidak melampaui batas 3 persen.

“Angka defisit itu bukan sekadar target, itu sinyal ke dunia bahwa kita serius menjaga fiskal,” ujar Menkeu.

Pesan kedua adalah pentingnya pengelolaan kas negara (cash management) yang harus dilakukan secara rapi dan optimal. Menurutnya, arus kas yang dikelola dengan baik akan menjadi kunci dalam menjaga kelancaran belanja negara dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Negara ini hidup dari aliran kas. Kalau Anda kelola dengan benar, kita bisa ngebut. Langkah kita itu memperbaiki fondasi kita secara struktural,” ujar Menkeu.

Pesan ketiga yang menjadi penekanan utama adalah menjaga integritas. Menkeu menegaskan bahwa tidak ada ruang kompromi dalam hal integritas di Kemenkeu. Ia mengingatkan bahwa pelanggaran kecil dapat berdampak sistemik jika dibiarkan.

“Di Kemenkeu tidak ada ruang abu-abu. Benar ya benar, salah ya salah. Kalau mulai kompromi, efeknya bisa berantai dan sulit diperbaiki,” tegasnya.

Selain ketiga pesan tersebut, Menkeu juga mengingatkan bahwa peran Kementerian Keuangan tidak hanya sebagai pengelola anggaran, tetapi sebagai penjaga stabilitas ekonomi. APBN berfungsi sebagai shock absorber untuk meredam gejolak sekaligus sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menkeu menambahkan bahwa kepercayaan investor dan masyarakat harus terus dijaga melalui kebijakan yang kredibel dan transparan. Dengan berpegang pada disiplin fiskal, pengelolaan kas yang baik, dan integritas, Menkeu optimistis Kementerian Keuangan dapat terus menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan nasional di tengah tantangan global. (rel)

Sumber : Web Kemenkeu

Berita Terkait

14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan
Kolam Koi Picu Gejolak, Warga Sampangan Desak Ditutup Total
Target 150 Ribu Siswa, Dosen UMY Ingatkan Pemerintah Soal Ketimpangan Pendidikan
Malioboro Semarak Kirab Kebangsaan, Pesan Persatuan Menggema Jelang HUT ke-81 RI
‎FE UWM Cetak Lulusan Berintegritas, Berdampak di Dunia Kerja
Workshop Smart Village UMY Dorong Transformasi Desa Berbasis Teknologi dan Tata Kelola
Dua Bulan Persiapan, Mahasiswa Teknik Sipil UMY Borong Tiga Penghargaan di Malaysia
Bendera Raksasa 481 Meter Siap Gegerkan Jogja Merah Putih

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:07 WIB

14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Kolam Koi Picu Gejolak, Warga Sampangan Desak Ditutup Total

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:02 WIB

Target 150 Ribu Siswa, Dosen UMY Ingatkan Pemerintah Soal Ketimpangan Pendidikan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Malioboro Semarak Kirab Kebangsaan, Pesan Persatuan Menggema Jelang HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:49 WIB

‎FE UWM Cetak Lulusan Berintegritas, Berdampak di Dunia Kerja

Berita Terbaru

Yogyakarta

Danrem Pamungkas Dorong PKK Perkuat Ketahanan Keluarga DIY Kini

Senin, 24 Agu 2026 - 13:36 WIB

Konferensi Pers Jogja Book Fair, Senin (24/8/2026) (foto : Julius)

Yogyakarta

Jogja Book Fair 2026 Bongkar Memori Keistimewaan Lewat Arsip

Senin, 24 Agu 2026 - 13:30 WIB