Lawan Disinformasi, Kemendagri Bekali Pranata Humas dengan Strategi Komunikasi Berbasis AI

Kamis, 30 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), media sosial, dan derasnya arus informasi telah mengubah cara masyarakat menerima sekaligus menyebarkan informasi. Di balik kemudahan tersebut, tantangan berupa disinformasi dan misinformasi juga semakin kompleks. Kondisi ini menuntut pemerintah menghadirkan komunikasi yang semakin cepat, akurat, adaptif, dan mampu membangun kepercayaan publik.

Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Strategi Komunikasi bagi Pejabat Fungsional Pranata Humas di Lingkungan Kemendagri. Kegiatan yang berlangsung pada 29–31 Juli 2026 di Hotel Grand Mercure Jakarta Pusat itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas aparatur Humas dalam menyusun strategi komunikasi yang efektif di era digital.

Saat membuka kegiatan tersebut, Kamis (30/7/2026), Staf Ahli Menteri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik Kemendagri Anwar Harun Damanik menegaskan pentingnya peran Pranata Humas dalam mendukung keberhasilan komunikasi pemerintahan.

“Bimtek yang dilaksanakan ini menjadi ruang untuk memperkuat kapasitas seluruh Pranata Humas dalam menyusun strategi komunikasi yang tepat, efektif, dan mampu mendukung pelaksanaan tugas serta fungsi organisasi masing-masing,” kata Anwar.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola komunikasi masyarakat secara signifikan. Kemajuan AI dan media sosial memungkinkan informasi menyebar dalam hitungan detik, tetapi pada saat yang sama juga mempercepat penyebaran disinformasi maupun misinformasi. Karena itu, aparatur pemerintah, khususnya Pranata Humas, dituntut mampu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, transparan, mudah dipahami, dan dapat dipercaya.

Anwar menekankan, komunikasi pemerintah tidak lagi cukup berhenti pada penyampaian informasi. Lebih dari itu, komunikasi harus mampu membangun pemahaman publik mengenai tujuan dan manfaat setiap kebijakan sehingga dapat meminimalkan kesalahpahaman maupun perbedaan persepsi di tengah masyarakat.

“Kecepatan tidak boleh mengorbankan ketepatan, kreativitas tidak boleh mengabaikan kebenaran. Pemanfaatan teknologi harus tetap dilakukan secara bertanggung jawab,” tegasnya.

Ia menjelaskan, tantangan komunikasi pemerintah semakin besar seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang digital. Berdasarkan laporan Digital 2026 yang diterbitkan DataReportal, Indonesia memiliki sekitar 230 juta pengguna internet atau 80,5 persen dari total populasi, serta sekitar 180 juta pengguna media sosial. Besarnya ruang digital tersebut menuntut pemerintah menyusun strategi komunikasi yang adaptif, berbasis data, serta mampu menjangkau masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi secara efektif.

Dalam konteks tersebut, lanjut Anwar, peran Pranata Humas semakin strategis. Mereka tidak hanya bertugas mempublikasikan kegiatan pemerintah, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam mengomunikasikan berbagai kebijakan kepada masyarakat. Karena itu, Pranata Humas perlu mampu mengenali dinamika isu, memahami kebutuhan informasi publik, menyusun pesan yang tepat, memilih media yang kredibel, serta memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijaksana agar komunikasi pemerintah berlangsung secara terencana, konsisten, dan antisipatif.

Menutup arahannya, Anwar mengajak seluruh Pranata Humas di lingkungan Kemendagri untuk terus meningkatkan profesionalisme, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memperkuat koordinasi dan sinergi antarunit kerja. Menurutnya, setiap kebijakan pemerintah perlu didukung strategi komunikasi yang terencana, berbasis data, konsisten, dan mudah dipahami masyarakat sehingga mampu membangun kepercayaan publik sekaligus mendukung keberhasilan pelaksanaan kebijakan pemerintah.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Kementerian Ekraf Puji MS Glow Buka Lapangan Kerja Inklusif
Kemendagri Perkuat Kompetensi Satpol PP untuk Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat
Jawab Tantangan Global, Menko AHY Ajak Tim Ekspedisi Patriot jadi Agen Perubahan Menuju Indonesia Emas 2045
Perjuangan Aji Bayu Ramadhan, Dari Anak Buruh Bangunan Menuju Prestasi Kartika Astha Brata
Menko AHY: Kawasan Transmigrasi Harus Punya Daya Tarik Investasi agar Ekonomi Tumbuh Berkelanjutan
Kemendagri Perkuat Kompetensi ASN melalui Program Beasiswa Luar Negeri
Sekjen Kemendagri Tekankan Peran Pamong Praja Muda IPDN sebagai Agen Perubahan
Mendagri Tito Lepas 1.204 Pamong Praja Muda IPDN, Siap Mengabdi di Berbagai Daerah

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:04 WIB

Kementerian Ekraf Puji MS Glow Buka Lapangan Kerja Inklusif

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:19 WIB

Kemendagri Perkuat Kompetensi Satpol PP untuk Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:25 WIB

Jawab Tantangan Global, Menko AHY Ajak Tim Ekspedisi Patriot jadi Agen Perubahan Menuju Indonesia Emas 2045

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:48 WIB

Lawan Disinformasi, Kemendagri Bekali Pranata Humas dengan Strategi Komunikasi Berbasis AI

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:30 WIB

Perjuangan Aji Bayu Ramadhan, Dari Anak Buruh Bangunan Menuju Prestasi Kartika Astha Brata

Berita Terbaru

Nasional

Kementerian Ekraf Puji MS Glow Buka Lapangan Kerja Inklusif

Jumat, 31 Jul 2026 - 19:04 WIB