Kuliah di Yogyakarta? Kenali Filosofi Hidup Warisan Keraton Sejak Dini

Senin, 20 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎JOGJA – Yogyakarta setiap tahun menyambut ribuan mahasiswa dari berbagai daerah Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengenal budaya yang tetap lestari bersama masyarakat.
‎
‎Banyak orang datang demi mengejar gelar akademik, namun tidak semuanya memahami nilai kehidupan yang selama ini dijaga masyarakat Yogyakarta dengan penuh kesadaran.
‎
‎Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan, “Siapa pun boleh menjadi dirinya sendiri tanpa meninggalkan budaya asalnya,” sebagai pesan kebersamaan.
‎
‎Sultan juga mengingatkan, “Masyarakat pendatang tetap perlu menghormati budaya lokal agar Yogyakarta selalu nyaman, damai, harmonis, dan membanggakan bagi semua orang.”
‎
‎Salah satu warisan budaya yang terus dijaga ialah filosofi Sawiji, Greget, Sengguh, Ora Mingkuh, serta Golong Gilig dari lingkungan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat hingga kini.
‎
‎Filosofi tersebut bukan sekadar tradisi keraton, melainkan pedoman moral yang dinilai tetap relevan menghadapi tantangan kehidupan modern, terutama bagi generasi muda Indonesia.
‎
‎Sawiji mengajarkan setiap orang memusatkan pikiran, hati, dan perhatian pada tujuan utama.
‎
“Fokus menjadi kunci keberhasilan,” demikian makna yang diwariskan turun-temurun.
‎
‎Mahasiswa diajak mempraktikkan Sawiji dengan menentukan prioritas, menyelesaikan tugas secara sungguh-sungguh, serta menghindari hal-hal yang mengganggu proses belajar setiap harinya secara konsisten.
‎
‎Greget berarti semangat, tekad, serta motivasi kuat. “Berjuanglah dengan penuh semangat, tetapi tetap mampu mengendalikan diri,” menjadi pesan utamanya sepanjang masa.
‎
‎Nilai Greget mendorong keberanian mencoba pengalaman baru, bekerja keras, belajar tanpa lelah, sekaligus membangun mental tangguh menghadapi perubahan zaman yang dinamis.
‎
‎Sengguh mengajarkan rasa percaya diri berdasarkan kemampuan nyata. “Percaya diri bukan berarti merasa paling hebat,” melainkan tetap rendah hati dan terbuka.
‎
‎Filosofi tersebut mengajak generasi muda berani menyampaikan pendapat, menerima kritik dengan lapang dada, serta terus memperbaiki kemampuan melalui proses pembelajaran berkelanjutan.
‎
‎Ora Mingkuh bermakna tidak menghindari tanggung jawab. “Kesulitan bukan alasan untuk menyerah,” melainkan kesempatan membuktikan komitmen, keteguhan, serta keberanian menghadapi tantangan hidup.
‎
‎Sementara Golong Gilig melambangkan persatuan, keharmonisan, dan kebersamaan.
‎
‎”Persatuan menjadi kekuatan menghadapi keberagaman,” menjadi pesan yang terus dijaga masyarakat Yogyakarta bersama.
‎
‎Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, filosofi tersebut tetap menjadi bekal membangun karakter berintegritas, disiplin, bertanggung jawab, serta menghormati sesama manusia.
‎
‎Karena itulah Yogyakarta tidak hanya dikenal sebagai Kota Pelajar. “Belajar di Yogyakarta berarti belajar menghargai kehidupan,” melalui budaya, etika, serta kearifan lokal.
‎
‎Bagi siapa pun yang datang menuntut ilmu, mengenal filosofi Yogyakarta menjadi pengalaman berharga.
‎
‎”Ilmu membentuk kecerdasan, karakter membentuk masa depan,” pesan yang tetap abadi. (waw)
‎

Berita Terkait

Danang Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Pesan Persatuan Menggema di Sleman
HUT ke-270 Jogja Meledak, Event Besar Siap Mengguncang di Bulan Oktober
‎Truck Pedas Bolosego Hadir Alun-Alun Paseban, Netizen Minta Pemkab Bantul Kawal
Kemarau Mencekik, GPM Sleman Kawal Bantuan Air Mushola
Pemerintah Luncurkan KKRI di SMKN 26 Jakarta, Perkuat Disiplin dan Kepemimpinan Pelajar
RAN PE 2026–2029 Jadi Langkah Pemerintah Perkuat Pencegahan Ekstremisme Kekerasan
Keluarga Eks Napiter Jadi Bagian Proses Reintegrasi, Namun Belum Jadi Sasaran Khusus UU 5/2018
Sunarso Unggul 467 Suara, Kelik Terpilih Lurah Jetis Gunungkidul

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Danang Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Pesan Persatuan Menggema di Sleman

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:26 WIB

HUT ke-270 Jogja Meledak, Event Besar Siap Mengguncang di Bulan Oktober

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:12 WIB

‎Truck Pedas Bolosego Hadir Alun-Alun Paseban, Netizen Minta Pemkab Bantul Kawal

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Kemarau Mencekik, GPM Sleman Kawal Bantuan Air Mushola

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:45 WIB

Pemerintah Luncurkan KKRI di SMKN 26 Jakarta, Perkuat Disiplin dan Kepemimpinan Pelajar

Berita Terbaru