Kritik atas Praktik Nepotisme dan Penyimpangan Nilai Perjuangan Pasca Konferda, Konfercab, dan Muscab

Selasa, 5 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eko Yulianto, Kader Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta

Eko Yulianto, Kader Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus sikap tegas atas dinamika internal partai pasca pelaksanaan konferda, konfercab, hingga muscab di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kami melihat adanya kecenderungan kuat dalam sejumlah keputusan organisasi yang tidak sepenuhnya berpijak pada prinsip meritokrasi, melainkan dipengaruhi oleh faktor kedekatan personal dan relasi keluarga. Hal ini berpotensi merusak kepercayaan kader di tingkat akar rumput serta melemahkan semangat perjuangan kolektif.

Sebagai contoh konkret, dalam proses di Kecamatan Gondokusuman, terdapat figur ketua PAC yang secara objektif dinilai belum mampu menjalankan fungsi organisasi secara optimal—termasuk dalam pembentukan anak ranting serta capaian elektoral pada Pileg 2024—namun tetap dipertahankan. Kondisi ini menimbulkan persepsi kuat di kalangan kader bahwa faktor hubungan keluarga dengan elite struktural turut memengaruhi keputusan tersebut.

Kami menegaskan bahwa kritik ini bukanlah bentuk pembangkangan, bukan pula upaya memecah belah partai. Justru sebaliknya, ini adalah bentuk tanggung jawab moral kader untuk menjaga marwah organisasi agar tetap berjalan sesuai nilai-nilai ideologis yang berakar pada Pancasila serta ajaran perjuangan Soekarno yang menempatkan keadilan sosial dan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.

Kami berpandangan bahwa soliditas organisasi tidak boleh dibangun di atas pembungkaman kritik. Loyalitas sejati adalah keberanian untuk meluruskan ketika terjadi penyimpangan.

Membiarkan praktik nepotisme atas nama persatuan justru akan mempercepat erosi kepercayaan kader dan masyarakat.

Sehubungan dengan hal tersebut, Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Mendesak dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap hasil konferda, konfercab, dan muscab di DIY, khususnya pada proses yang diduga tidak memenuhi prinsip keadilan dan meritokrasi.
2. Menuntut penegakan mekanisme kaderisasi yang transparan dan berbasis kinerja, bukan kedekatan personal maupun relasi keluarga.
3. Menolak tegas praktik politik kroni dan “ternak politik” yang mencederai nilai perjuangan partai.
4. Meminta jaminan ruang kritik sebagai bagian dari demokrasi internal partai yang sehat dan bermartabat.

Kami percaya bahwa partai ini dibangun oleh kerja keras dan loyalitas kader di semua tingkatan. Oleh karena itu, menjaga integritas, keadilan, dan arah perjuangan adalah tanggung jawab bersama.
Lebih baik jujur untuk perbaikan daripada diam dalam penyimpangan.

Demikian siaran pers ini kami sampaikan sebagai bentuk komitmen kami dalam menjaga partai tetap berada di jalur perjuangan rakyat. (waw)

Berita Terkait

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga
Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil
‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro
‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga
Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam
Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia
‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:35 WIB

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:07 WIB

Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:48 WIB

‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:45 WIB

‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:39 WIB

Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam

Berita Terbaru