Koordinasi MBG DIY Diperkuat, Koperasi Desa Didorong Pasok Bahan Pangan Lokal

Senin, 17 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Koperasi desa memasok bahan pangan lokal untuk diolah dan disajikan sebagai MBG. (AI)

Ilustrasi - Koperasi desa memasok bahan pangan lokal untuk diolah dan disajikan sebagai MBG. (AI)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Daerah DIY memperkuat koordinasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mendorong Koperasi Desa Merah Putih terlibat dalam penyediaan bahan pangan serta memastikan standar keamanan produksi di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan bahwa pengawasan keamanan pangan, kebersihan, serta sertifikasi SPPG terus ditingkatkan guna mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan. Selain itu, Pemda DIY mulai menyiapkan skema untuk meningkatkan penyerapan komoditas pangan lokal dalam penyediaan menu MBG.

“Yang ingin kita dorong adalah kolaborasi antara Koperasi Desa Merah Putih dengan pemenuhan bahan baku pangan. Jumat ini kami jadwalkan kembali bertemu SPPG untuk mendiskusikan mekanismenya,” kata Made di Jogja, Senin (17/11/2025).

Ia mengakui belum ada koperasi yang secara resmi terhubung sebagai pemasok SPPG. Namun, inisiasi kerja sama mulai dibangun agar program tidak berjalan terpisah. Koperasi Desa Merah Putih, ujarnya, memiliki fungsi strategis dalam penyediaan bahan pangan pokok yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat rantai pasok MBG.

Untuk mendukung implementasi tersebut, Pemda DIY telah membentuk tiga kelompok kerja (pokja): Pokja Perencanaan, Pokja Pelaksanaan, dan Pokja Pengawasan. Pokja Perencanaan kini memetakan kebutuhan bahan pangan dari sekitar 200 SPPG yang direncanakan berdiri di seluruh DIY. Data mencakup sumber pasokan beras, telur, hingga kapasitas produksi di tiap wilayah.

“Misalnya beras. Itu pasti ada data koordinator wilayah SPPG: beras diambil dari mana, volumenya berapa, kapasitasnya bagaimana. Lalu telur dari mana,” ujarnya.

Ia juga menyoroti potensi susu kambing lokal yang produksinya cukup besar, meski saat ini sebagian besar masih berupa susu bubuk. Menurutnya, produsen perlu berinovasi agar dapat menyediakan susu siap minum sebagai penunjang gizi anak-anak penerima MBG.

“Ke depan perlu inovasi supaya produksi lokal bisa berkontribusi optimal untuk penyediaan pangan MBG,” katanya.

Sementara itu, Pokja Pelaksanaan akan menilai kesesuaian pelaksanaan MBG dan mengidentifikasi kendala lapangan. Pada sisi pengawasan, Inspektorat dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dilibatkan untuk memastikan akuntabilitas program, termasuk dampak ekonomi yang mengalir dari hulu ke hilir.

“MBG bukan hanya soal siapa penerima manfaatnya, tetapi juga bagaimana multiplier effect dapat dirasakan masyarakat,” ujar Made. (ihd)

Berita Terkait

Eko Suwanto Usul Anggaran Stunting di Jogja Naik, Tiap Kalurahan Rp120 Juta
Peringatan Hari Desa Nasional 2026, Sri Sultan Tekankan Integritas dan Pelayanan Kalurahan
UMP DIY 2026 Ditargetkan Jadi Titik Temu Buruh dan Pengusaha
Pangan, UMKM, dan Pariwisata Diproyeksikan Jadi Motor Ekonomi DIY 2026
Wagub DIY Minta OPD Hapus Ego Sektoral, Pelaporan Kinerja Harus Cerminkan Capaian Nyata
Lonjakan Wisata Liburan Nataru, Kunjungan ke DIY Tembus 2,27 Juta Orang
Glamping Pinus Pengger Diluncurkan, Dorong Wisata Alam Berbasis Masyarakat
UMP DIY 2026 Naik 6,78 Persen, UMSP Belum Diberlakukan

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:37 WIB

Eko Suwanto Usul Anggaran Stunting di Jogja Naik, Tiap Kalurahan Rp120 Juta

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:55 WIB

Peringatan Hari Desa Nasional 2026, Sri Sultan Tekankan Integritas dan Pelayanan Kalurahan

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:07 WIB

UMP DIY 2026 Ditargetkan Jadi Titik Temu Buruh dan Pengusaha

Sabtu, 10 Januari 2026 - 20:38 WIB

Pangan, UMKM, dan Pariwisata Diproyeksikan Jadi Motor Ekonomi DIY 2026

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:29 WIB

Wagub DIY Minta OPD Hapus Ego Sektoral, Pelaporan Kinerja Harus Cerminkan Capaian Nyata

Berita Terbaru

Jawa Barat

Kepala Desa Tajursindang Bantah Tudingan Penyelewengan Dana Desa

Jumat, 16 Jan 2026 - 13:03 WIB