Konvoi PSHT Diduga Hambat Ambulans, Nyawa Warga Karanganyar Tak Tertolong

Senin, 22 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah duka

Rumah duka

JOGJAOKE.COM, ‎Karanganyar – Malam di jalur Solo–Tawangmangu, Sabtu (20/6), berubah menjadi duka bagi keluarga Hadi Sukat (60), warga Karangpandan, Karanganyar.

Saat ambulans berupaya membawa korban yang dalam kondisi kritis menuju fasilitas kesehatan, iring-iringan ratusan peserta konvoi pengesahan anggota baru PSHT memenuhi jalan.

Raungan knalpot brong dan suara kembang api disebut membuat laju ambulans terhambat hingga terlambat mencapai tujuan.

Relawan ambulans Karangpandan, Agung, mengungkapkan perjuangan berat yang dialami tim medis malam itu.

“Ambulans sempat stuck saat menjemput pasien, lalu kembali tersendat ketika membawa korban menuju Puskesmas. Jalan dipenuhi peserta konvoi sehingga sangat sulit melintas,” ujarnya.

Ia menyebut setiap detik sangat berharga dalam penanganan pasien darurat.
‎Setibanya di Puskesmas, kondisi korban sudah tidak dapat diselamatkan.

“Denyut nadinya sudah hilang sebelum sempat mendapatkan penanganan dokter,” ungkap Agung.

Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang kemudian mengantarkan almarhum ke Pemakaman Nongko 2.

Anak almarhum, Dwi Purnamasari (36), menyayangkan situasi yang terjadi malam itu.

“Harusnya jangan sampai mengganggu pengguna jalan, sangat disayangkan sekali. Kendaraan darurat seharusnya mendapat prioritas,” katanya.

Menurutnya, pengaturan lalu lintas dalam kegiatan berskala besar perlu dipersiapkan lebih matang agar tidak mengorbankan masyarakat yang membutuhkan layanan darurat.

Dwi juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan aparat dalam mengantisipasi kemacetan saat kegiatan tahunan berlangsung.

“Jangan sampai ambulans dan pasien menjadi korban. Satu menit saja bisa menentukan keselamatan seseorang,” ujarnya.

Ia berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Peristiwa ini memunculkan sorotan publik mengenai pentingnya pengawalan, rekayasa lalu lintas, dan pemberian prioritas penuh kepada kendaraan darurat di tengah kegiatan konvoi.

Hingga kini, keluarga almarhum berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi seluruh pihak agar setiap kegiatan masyarakat tetap berlangsung tanpa mengorbankan hak pengguna jalan lain, terutama mereka yang sedang berpacu dengan waktu demi menyelamatkan nyawa.(WAW)

Berita Terkait

Pelecehan Seksual Dosen kepada Mahasiswi, Trauma Bertahun-tahun, Minta Pelaku Diproses Pidana
Membangun Kepercayaan Publik melalui Sinergi Penegak Hukum
Ketua TP PKK Kota Bekasi Hadiri Puncak Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54
Bupati Serang Perintahkan Penertiban, Tim Gabungan Amankan 682 Botol Miras
Pembiayaan Kreatif Jadi Solusi, Wamendagri Wiyagus Beri Arahan kepada Kepala Daerah
Jelang Pelimpahan Perkara, Tim Hukum Korban Daycare Little Aresha Temui Kejaksaan
Kepemimpinan Berbasis Pelayanan Publik Dinilai Penting Hadapi Tantangan Birokrasi
‎Magang Nasional 2026 Buka Peluang Disabilitas, Pakar Puji Langkah Pemerintah

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 23:24 WIB

Pelecehan Seksual Dosen kepada Mahasiswi, Trauma Bertahun-tahun, Minta Pelaku Diproses Pidana

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:23 WIB

Membangun Kepercayaan Publik melalui Sinergi Penegak Hukum

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:42 WIB

Ketua TP PKK Kota Bekasi Hadiri Puncak Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:07 WIB

Bupati Serang Perintahkan Penertiban, Tim Gabungan Amankan 682 Botol Miras

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:11 WIB

Pembiayaan Kreatif Jadi Solusi, Wamendagri Wiyagus Beri Arahan kepada Kepala Daerah

Berita Terbaru