Kolaborasi: Pemkot Jogja Dorong Langkah Konkret, Toba Siapkan Penguatan Promosi Budaya

Kamis, 27 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kunjungan kerja Pemkot Toba ke Pemkot Yogyakarta. (Dok Pemkot)

Kunjungan kerja Pemkot Toba ke Pemkot Yogyakarta. (Dok Pemkot)

JOGJAOKE.COM, Umbulharjo – Pemerintah Kota Yogyakarta dan Pemerintah Kabupaten Toba kembali mempertegas komitmen kerja sama di sektor pariwisata dan kebudayaan melalui kunjungan kerja yang digelar di Balai Kota, Rabu (26/11/2025).

Pertemuan tersebut menjadi ajang evaluasi pelaksanaan program sejak perjanjian ditandatangani pada 2022, sekaligus membahas penguatan kolaborasi hingga masa kerja sama berakhir pada 2027.

Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya, menegaskan peran strategis pariwisata sebagai lokomotif ekonomi daerah. Ia menyebut sektor ini memiliki efek ganda yang memengaruhi berbagai bidang, mulai dari UMKM, ekonomi kreatif, seni budaya, transportasi, hingga perhotelan dan kuliner.

“Ketika wisata bergerak, yang ikut bergerak bukan hanya tempat wisatanya. Pelaku UMKM, pengrajin, sektor seni budaya, kuliner, hingga jasa transportasi turut terdorong. Multiplier effect-nya sangat besar bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Aman.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan Pemkab Toba diharapkan menghasilkan program nyata yang memperkuat ekosistem pariwisata dan kebudayaan kedua daerah.

Salah satu bentuk kolaborasi yang telah berjalan adalah karya Kain Nusantara, perpaduan desain Ulos dengan teknik sibori dan jumputan khas Yogyakarta.

Aman juga mendorong partisipasi Toba dalam agenda budaya seperti Jogja Cross Culture serta Kotabaru Heritage Film Festival.

Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, menyampaikan apresiasi terhadap Yogyakarta sebagai rujukan nasional dalam pengembangan daya tarik wisata dan promosi budaya. Ia berharap kerja sama ini menghasilkan capaian konkret sebelum memasuki tahun terakhir perjanjian.

“Kami harap sebelum berakhir, kerja sama ini memiliki langkah nyata, terutama pada 2026. Kami juga berencana melanjutkan kembali kerja sama ini,” kata Audi.

Ia menekankan pentingnya perencanaan event pariwisata dan budaya yang berkelanjutan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendorong ekonomi masyarakat di kedua daerah. (ihd)

Berita Terkait

Pemkot Jogja Lanjutkan Program Food Bank, Jaga Akses Pangan Warga Prasejahtera
Jogja Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana hingga Februari 2026
Alas Mentaok Kembali Jadi RTH, Pemkot Yogya Bangun Taman Sejarah di Kotagede
Lapangan Karang Ditutup Enam Bulan, Pemkot Yogya Pulihkan Rumput yang Rusak
Pemkot Jogja Ajukan 306 PKM-PKH Jalani Graduasi Mandiri
Masa Gratis Habis, Mulai 2026 Bus Listrik di Kota Yogyakarta Berbayar
Gudeg Tiga Porsi Rp85 Ribu dan Citra Jogja Murah yang Tak Goyah
Pemkot Yogyakarta Kerahkan Ratusan Petugas, Bersihkan Sampah Malam Tahun Baru 2026

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:48 WIB

Pemkot Jogja Lanjutkan Program Food Bank, Jaga Akses Pangan Warga Prasejahtera

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:35 WIB

Jogja Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana hingga Februari 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:20 WIB

Alas Mentaok Kembali Jadi RTH, Pemkot Yogya Bangun Taman Sejarah di Kotagede

Rabu, 7 Januari 2026 - 18:16 WIB

Lapangan Karang Ditutup Enam Bulan, Pemkot Yogya Pulihkan Rumput yang Rusak

Senin, 5 Januari 2026 - 20:09 WIB

Pemkot Jogja Ajukan 306 PKM-PKH Jalani Graduasi Mandiri

Berita Terbaru

Jawa Barat

Kepala Desa Tajursindang Bantah Tudingan Penyelewengan Dana Desa

Jumat, 16 Jan 2026 - 13:03 WIB