Kementerian Ekraf dan HDMI Perkuat Ekosistem Desain Mebel Nasional

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta, 3 Maret 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi dari Himpunan Desainer Mebel Indonesia (HDMI) untuk membahas potensi penguatan ekosistem ekonomi kreatif khususnya industri mebel. Pertemuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah dan asosiasi dalam mengakselerasi talenta, meningkatkan daya saing desain, serta mendorong nilai tambah produk mebel nasional berbasis kekayaan intelektual.

“Asosiasi seperti HDMI memiliki peran krusial untuk membantu kami mengkurasi talenta kreatif yang siap untuk diakselerasi. Asosiasi lah yang paling tahu tantangan dan potensinya di mana,” ujar Menteri Ekraf di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa (3/3).

HDMI merupakan organisasi profesi yang menghimpun desainer furnitur dari berbagai daerah di Indonesia. HDMI yang berdiri sejak 28 Oktober 2010 di Universitas Paramadina kini memiliki sekitar 200 anggota yang tersebar di sejumlah provinsi. Dalam ekosistem industri kreatif, HDMI berperan sebagai mitra strategis pemerintah, berkolaborasi dengan lembaga pelatihan kerja, serta menjadi rujukan dan mitra bagi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dalam penguatan standar dan kompetensi desainer mebel nasional.

Salah satu fokus HDMI tahun ini adalah mendorong peningkatan nilai tambah produk mebel melalui pengelolaan kekayaan intelektual. Sejalan dengan itu, Kementerian Ekraf tengah memperkuat skema pendanaan berbasis KI agar pelaku industri kreatif, termasuk desainer mebel, memiliki akses pembiayaan yang lebih inklusif.

“Di Indonesia selama ini hanya ada Business Appraisal dan Property Appraisal, kemarin kami sudah melantik 64 IP Evaluator atau IP Appraisal yang sudah dilatih oleh organisasi WIPO. 64 orang ini akan menjadi mitra perbankan untuk pendanaan KUR berbasis kekayaan intelektual. Artinya kita bangun ekosistemnya dalam hal pendanaan,” jelas Teuku Riefky.

Sementara itu, Dewan Pembina HDMI, R.M. Satya Brahmantya, menekankan keunggulan komparatif Indonesia dari sisi sumber daya alam sebagai fondasi kuat bagi industri desain mebel.

“Desainer di Indonesia sebenarnya memiliki _privilege_ karena _natural resource_ untuk bahan baku kita sangat bagus, contohnya kayu jati, rotan, bambu, dengan ribuan spesies dan jenis yang tersebar di berbagai daerah. Kita perlu bersaing di nilai tambah, material, skill, karakter, dan _storytelling_,” ujar Brahm.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu menambahkan, subsektor mebel memiliki fondasi industri yang kuat dan berpotensi masuk dalam skema program akselerasi Kementerian.

“Ini menarik karena mebel juga termasuk dalam subsektor kriya, dan sudah memiliki industri yang kuat. Mungkin ke depannya mebel bisa masuk ke dalam kategori di dalam program akselerasi kami,” ujar Yuke.

Sinergi antara Kementerian Ekraf dengan HDMI diharapkan mampu memperkuat posisi desainer mebel Indonesia tidak hanya sebagai produsen berbasis sumber daya alam, tetapi sebagai kreator dengan nilai tambah tinggi yang mampu bersaing di pasar global.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Ketua Umum Himpunan Desainer Mebel Indonesia, Bintang Maulana Zakariya; Dewan Pembina R.M. Satya Brahmantya, Ira Samri, dan Ade Fajarwati; serta perwakilan Bidang Humas, Rizal Fauzan.

Sementara itu mendampingi Menteri Ekraf Direktur Arsitektur dan Desain Sabar Norma Megawati Panjaitan.(Ls)

Sumber : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

@gerbangpatriot

Berita Terkait

SMSI Bakal Kukuhkan Pokja News Room Jaga Desa 5 Provinsi Besar di Dewan Pers
Liga Santri dan Piala Asia Jadi Target, KSMI Percayakan Posisi Waketum kepada Tundra Meliala
Kasus Haji Ilegal Rugikan Ratusan Korban hingga Rp30 Miliar, Bareskrim Didesak Bertindak
Kolaborasi RRI-SMSI: Menjaga Kedaulatan Informasi di Ruang Digital
Semarak Merah Putih BRI Padukan Nasionalisme dan Kepedulian bagi Korban Gempa NTT
Wawali Harris Bobihoe Titip Pesan kepada Kontingen Jamnas Gorontalo: Jaga Nama Baik Daerah
Gubernur Andra Soni Terima Bakti Nayaka Mahambara di Ajang Koperasi Award 2026
Sidang Perlawanan Gabriel Lumbantoruan, Kuasa Hukum Persoalkan Kewenangan PN Jakarta Utara

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Liga Santri dan Piala Asia Jadi Target, KSMI Percayakan Posisi Waketum kepada Tundra Meliala

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Kasus Haji Ilegal Rugikan Ratusan Korban hingga Rp30 Miliar, Bareskrim Didesak Bertindak

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:16 WIB

Kolaborasi RRI-SMSI: Menjaga Kedaulatan Informasi di Ruang Digital

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Semarak Merah Putih BRI Padukan Nasionalisme dan Kepedulian bagi Korban Gempa NTT

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:45 WIB

Wawali Harris Bobihoe Titip Pesan kepada Kontingen Jamnas Gorontalo: Jaga Nama Baik Daerah

Berita Terbaru