Kementerian Ekraf Buka Kolaborasi dengan Wahana Kreator, Dorong Penguatan IP Nasional Lewat Film

Senin, 10 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta, 10 Agustus 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif membuka peluang kolaborasi strategis dengan Wahana Kreator untuk memperkuat pengembangan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) nasional melalui industri perfilman. Audiensi ini bertujuan memperkuat seluruh rantai nilai industri film mulai dari pengembangan cerita dan talenta, produksi, distribusi, promosi, hingga pemanfaatan IP secara berkelanjutan.

Menekraf, Teuku Riefky Harsya, mengatakan industri film memiliki peran penting dalam mengembangkan dan mengomersialisasikan kekayaan intelektual nasional. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong karya kreatif nasional memiliki nilai ekonomi sekaligus menjangkau audiens yang lebih luas.

“Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong agar karya-karya kreatif Indonesia tidak berhenti sebagai sebuah karya, tetapi dapat dikembangkan menjadi IP yang memiliki nilai ekonomi, memperluas pasar, dan membuka peluang kolaborasi lintas subsektor,” ujar Menekraf di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, pada Senin (10/8).

Wahana Kreator merupakan perusahaan berbasis riset dan pengembangan yang berdiri sejak 2010 dengan fokus pada pengembangan cerita, penulisan skenario, literatur, perfilman, edukasi kreator, dan produksi konten melalui tiga unit utamanya: Wahana Penulis, Wahana Edukasi, dan Wahana Dimensi.

Salah satu karya terbaru Wahana Kreator adalah film Seni Merayu Tuhan, yang diadaptasi dari buku karya Habib Husein Jafar Al Hadar. Proyek ini menjadi contoh pengembangan IP melalui alih wahana dari karya literasi ke medium film, sekaligus membuka peluang peningkatan nilai tambah ekonomi, perluasan audiens, dan diversifikasi pemanfaatan konten kreatif.

Film Seni Merayu Tuhan mengangkat kisah Hikmah, seorang pemuda yang berusaha menemukan kembali makna kehidupan dan jalan untuk memohon keridaan Tuhan setelah mengalami sebuah peristiwa yang mengubah hidupnya. Film yang disutradarai Cesa David Luckmansyah dan dibintangi Ari Irham, Teuku Ryzki, Lutesha, serta Rieke Diah Pitaloka tersebut dijadwalkan tayang di bioskop pada 13 Agustus 2026.

Produser Film Seni Merayu Tuhan, Sigit Pratama, mengungkapkan setelah melakukan public screening film ini mendapatkan respons yang positif. Wahana Kreasi menjadikan film ini sebagai pengembangan IP dari buku menjadi sebuah film. Sigit menyebutkan kolaborasi antar sektor kreatif di Indonesia berperan penting dalam pembuatan film ini dan memberikan multiplier effect.

“Seni Merayu Tuhan salah satu contoh alih medium dari bagaimana medium buku yang akhirnya kita develop menjadi sebuah skenario dan akhirnya menjadi film gitu. Menurut saya ekosistemnya mendukung karena artinya ketika kita punya cerita yang baik, ekosistem yang baik, semuanya kita perlu sinergikan,” ujarnya.

Dari sisi pengembangan talenta, film ini juga memiliki keterkaitan dengan program SCENE Direktorat Televisi dan Radio melalui keterlibatan Salman Aristo dan Rino Sarjono sebagai penulis sekaligus mentor program.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Head of Government Relation, Orchida Ramadhania; Eksekutif Produser Seni Merayu Tuhan, Linda Gozali; Co-Producer film Seni Merayu Tuhan, Javier Lukito; serta perwakilan Wahana Kreator. Menekraf didampingi oleh Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi; serta Direktur Film, Animasi, dan Video, Doni Setiawan. (gla)

Sumber : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

Wamendagri Ribka Sebut Indonesia Timur Punya Potensi Besar Menuju Indonesia Emas 2045
Wamendagri Wiyagus Ajak Brebes Jadikan Potensi Budaya sebagai Penggerak Pembangunan
Wamendagri Bima Arya Dorong DPRD Perkuat Pengawasan agar APBD Lebih Produktif
Perkuat Penanganan Bencana, Mendagri Ajak Pemda Tingkatkan Semangat Gotong Royong
Pacu Inovasi dan Kinerja, Kemendagri Apresiasi Pemda Berprestasi di Jawa-Bali
Wamendagri Dorong Satlinmas Aktif Jaga Lingkungan yang Kondusif
Wamendagri Bima Arya Ungkap Lima Tantangan Kepala Daerah di Era Otonomi Daerah
Wamendagri Bima Arya Dorong Daerah Tingkatkan Nilai dan Daya Saing

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:59 WIB

Wamendagri Ribka Sebut Indonesia Timur Punya Potensi Besar Menuju Indonesia Emas 2045

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:14 WIB

Wamendagri Wiyagus Ajak Brebes Jadikan Potensi Budaya sebagai Penggerak Pembangunan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Wamendagri Bima Arya Dorong DPRD Perkuat Pengawasan agar APBD Lebih Produktif

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Perkuat Penanganan Bencana, Mendagri Ajak Pemda Tingkatkan Semangat Gotong Royong

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:48 WIB

Pacu Inovasi dan Kinerja, Kemendagri Apresiasi Pemda Berprestasi di Jawa-Bali

Berita Terbaru

Yogyakarta

Lansia Yogyakarta Terdata Desil 10, Kondisi Hunian Jadi Sorotan

Senin, 31 Agu 2026 - 08:27 WIB