Jepang Butuh Ratusan Ribu Pekerja, Bamsoet Dorong PMI Tersertifikasi

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Jakarta – Kebutuhan besar Jepang terhadap tenaga kerja asing dinilai sebagai peluang strategis bagi Indonesia untuk menekan pengangguran dan memperkuat ekonomi nasional.

Anggota DPR RI sekaligus Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menegaskan pentingnya penyiapan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara profesional, terstruktur, dan berkelanjutan.

“Indonesia memiliki bonus demografi yang sangat besar. Namun potensi itu hanya akan berdampak jika ditopang sistem pelatihan yang berkualitas dan terstandar,” ujar Bambang Soesatyo atau Bamsoet saat Deklarasi PELBAJINDO di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Bamsoet menjelaskan, Jepang tengah menghadapi krisis demografi akibat penuaan penduduk dan rendahnya angka kelahiran.

Dalam periode 2024–2029, Jepang diproyeksikan membutuhkan sekitar 820 ribu tenaga kerja asing.

Dari jumlah tersebut, Indonesia berpeluang mengisi 164 ribu hingga 246 ribu tenaga kerja di berbagai sektor strategis.

“PELBAJINDO berada di posisi penting sebagai jembatan antara kebutuhan Jepang dan potensi tenaga kerja Indonesia.

Kuncinya ada pada kualitas pelatihan bahasa, keterampilan teknis, serta sertifikasi kompetensi,” tegas Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia tersebut.

Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi tantangan pengangguran. Data BPS Agustus 2025 mencatat tingkat pengangguran terbuka mencapai 4,85 persen.

Bamsoet menilai penempatan PMI secara terencana dapat menjadi solusi nyata.

“PMI bukan hanya bekerja, tetapi juga menggerakkan ekonomi nasional melalui remitansi yang pada 2024 menembus Rp250 triliun,” katanya.

(waw)

Berita Terkait

Soroti Legalitas BOP, Wanda Hamidah Dorong Indonesia Keluar dari Forum Internasional Tersebut
Albertus: Misinformation, Disinformation, dan Malinformation Ancaman Serius Ekosistem Informasi
Kemenag dan Pemprov DKI Bahas Percepatan Hibah Lahan KUA untuk Revitalisasi Layanan
PERADI Profesional Resmi Berdiri, Diiringi Santunan 1.250 Anak Yatim dan Dhuafa
Komitmen Berantas Judi Online, Polri Eksekusi Aset Rp58,1 Miliar
Komisi III DPR RI Desak Kepolisian Segera Tetapkan Tersangka Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip
PWI Laskar Sabilillah Dukung Polri Laksanakan Operasi Ketupat 2026 Jelang Idulfitri
Program Emak-Emak Matic dan GenMatic Dorong Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Berbasis Digital

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:37 WIB

Soroti Legalitas BOP, Wanda Hamidah Dorong Indonesia Keluar dari Forum Internasional Tersebut

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:13 WIB

Albertus: Misinformation, Disinformation, dan Malinformation Ancaman Serius Ekosistem Informasi

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:14 WIB

Kemenag dan Pemprov DKI Bahas Percepatan Hibah Lahan KUA untuk Revitalisasi Layanan

Jumat, 6 Maret 2026 - 08:26 WIB

PERADI Profesional Resmi Berdiri, Diiringi Santunan 1.250 Anak Yatim dan Dhuafa

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:52 WIB

Komitmen Berantas Judi Online, Polri Eksekusi Aset Rp58,1 Miliar

Berita Terbaru