Jawab Tantangan Global, Menko AHY Ajak Tim Ekspedisi Patriot jadi Agen Perubahan Menuju Indonesia Emas 2045

Kamis, 30 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 berfoto bersama usai mengikuti pelepasan di Jakarta

Peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 berfoto bersama usai mengikuti pelepasan di Jakarta

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY) menegaskan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 bukan sekadar program pengabdian, melainkan wadah untuk menyiapkan talenta terbaik bangsa yang mampu menjawab tantangan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui penugasan di kawasan transmigrasi, para peserta TEP diharapkan mampu menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan. Mereka tidak hanya memetakan potensi lokal, tetapi juga menyusun rekomendasi yang dapat menjadi dasar perumusan kebijakan pembangunan kawasan.

“Program ini menghadirkan talenta-talenta terbaik Indonesia untuk mengabdi kepada masyarakat. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus berjalan beriringan agar menghasilkan solusi nyata bagi pembangunan,” ujar Menko AHY saat sesi Town Hall di acara Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026, Jakarta, Rabu (29/7).

Menko AHY menjelaskan, peran tersebut menjadi semakin penting karena Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari dinamika geopolitik, disrupsi teknologi, krisis iklim, hingga persaingan antarnegara dalam memperebutkan talenta dan teknologi.

Dalam situasi tersebut, kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, Menko AHY mendorong seluruh peserta TEP 2026 memanfaatkan masa penugasan sebagai ruang belajar sekaligus ruang pengabdian.
Menurutnya, peserta TEP tidak cukup hanya menjadi peneliti yang menghasilkan laporan, tetapi harus tampil sebagai pemimpin transformatif yang mampu menghadirkan solusi bagi pembangunan kawasan transmigrasi.

“Indonesia Emas 2045 harus tetap menjadi visi kita bersama. Kuncinya adalah kualitas sumber daya manusia, inovasi, produktivitas, dan kepemimpinan. Saya berharap Tim Ekspedisi Patriot dapat menjadi bagian dari generasi yang membawa Indonesia menuju negara maju, adil, dan sejahtera,” tuturnya.

Lebih lanjut, Menko AHY mengatakan generasi muda Indonesia hanya memiliki waktu kurang dari dua dekade untuk memanfaatkan bonus demografi sebagai modal menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, ia meminta TEP 2026 menjadi penggerak transformasi pembangunan melalui ilmu pengetahuan, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia menilai bonus demografi merupakan peluang yang tidak akan terulang sehingga harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempercepat transformasi ekonomi nasional.

“Saat ini kita berada di sebuah masa yang sangat menentukan. Kita di persimpangan. Apakah generasi milenial dan Gen Z benar-benar bisa menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi sehingga Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera? Begitu window of opportunity itu tertutup, kita akan menyesal karena kesempatan itu tidak datang dua kali,” papar AHY.
Ia mengingatkan, waktu menuju tahun 2045 semakin singkat. Dengan sisa waktu kurang dari 20 tahun, Indonesia harus fokus membangun kualitas sumber daya manusia agar mampu keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle-income trap) dan naik menjadi negara berpendapatan tinggi.

Tak hanya itu, kekayaan sumber daya alam tidak akan berarti apabila tidak didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan kepemimpinan menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan transformasi ekonomi Indonesia.

“Percuma kita memiliki sumber daya alam yang melimpah jika tidak dikelola oleh manusia-manusia yang berkualitas. Kita tidak memiliki persoalan pada kuantitas, tetapi tantangan terbesar kita adalah kualitas sumber daya manusia,” tegasnya.

Menko AHY menjelaskan bahwa berbagai hasil riset menunjukkan pendidikan tinggi dan inovasi merupakan dua faktor kunci yang mampu mendorong transformasi ekonomi suatu negara. Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan talenta unggul yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional. (LSI)

Sumber: Tim Kementerian Transmigrasi

 

Berita Terkait

Perkuat Penanganan Bencana, Mendagri Ajak Pemda Tingkatkan Semangat Gotong Royong
Pacu Inovasi dan Kinerja, Kemendagri Apresiasi Pemda Berprestasi di Jawa-Bali
Wamendagri Dorong Satlinmas Aktif Jaga Lingkungan yang Kondusif
Wamendagri Bima Arya Ungkap Lima Tantangan Kepala Daerah di Era Otonomi Daerah
Wamendagri Bima Arya Dorong Daerah Tingkatkan Nilai dan Daya Saing
Jenguk Wali Nanggroe di Penang, Mendagri Sampaikan Salam Hangat dari Presiden
Wamendagri Bima Arya Ajak Daerah Manfaatkan APKASI Otonomi Expo 2026 untuk Tarik Investasi
Evaluasi Dana Otsus Tahap II, Wamendagri Ribka Haluk Desak Pemda Percepat Penyaluran

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Perkuat Penanganan Bencana, Mendagri Ajak Pemda Tingkatkan Semangat Gotong Royong

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:48 WIB

Pacu Inovasi dan Kinerja, Kemendagri Apresiasi Pemda Berprestasi di Jawa-Bali

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Wamendagri Dorong Satlinmas Aktif Jaga Lingkungan yang Kondusif

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Wamendagri Bima Arya Ungkap Lima Tantangan Kepala Daerah di Era Otonomi Daerah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Wamendagri Bima Arya Dorong Daerah Tingkatkan Nilai dan Daya Saing

Berita Terbaru

Lampung

Gubernur Mirza: Hilirisasi Komoditas Harus Dimulai dari Desa

Sabtu, 29 Agu 2026 - 14:36 WIB

Sumatera Selatan

AMKI Lahat Dilantik, Tekankan Kolaborasi Media dan Pemerintah

Sabtu, 29 Agu 2026 - 13:58 WIB

Foto Guru Besar UMY bidang Ilmu Sosiologi, Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag.,

Yogyakarta

RUU Perampasan Aset, Pakar UMY: Kepercayaan Publik Jadi Taruhan

Sabtu, 29 Agu 2026 - 12:18 WIB