ISI Yogyakarta Pentaskan Palmyra, Gaungkan Luka Perang Lewat Seni Kolaboratif Global

Minggu, 21 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎Jogja – Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menghadirkan pertunjukan kolaboratif lintas disiplin bertajuk “Palmyra: Tug of War.. The Agony” dalam rangkaian Dies Natalis ISI Yogyakarta bertema Redefining Art Impact.
‎
Digelar di Galeri RJ Katamsi, Sabtu (20/6/2026), karya hasil kolaborasi sivitas akademika ISI Yogyakarta dengan seniman Australia, Fassih Keiso, itu mengangkat refleksi mendalam tentang kemanusiaan di tengah perang melalui perpaduan video, suara, animasi, tari, musik, fotografi, fashion, dan objek artistik.
‎
Karya tersebut berangkat dari pengalaman pribadi Fassih Keiso saat hidup sebagai warga sipil di tengah konflik Suriah.
‎
“Selimut bantuan kemanusiaan dari UNHCR menjadi benda yang sangat penting bagi keluarga kami. Bukan hanya untuk tidur, tetapi juga menjadi pakaian, alas lantai, hingga menopang aktivitas sehari-hari di tengah perang,” menjadi gagasan utama yang diterjemahkan ke dalam pertunjukan penuh simbol dan emosi.
‎
Melalui pendekatan lintas disiplin, Palmyra: Tug of War.. The Agony menghadirkan kisah tentang kehilangan, ketahanan, serta perjuangan manusia mempertahankan martabat hidup di tengah kehancuran.
‎
Pertunjukan ini tidak hanya menyuguhkan tontonan artistik, tetapi juga mengajak penonton merenungkan dampak perang terhadap individu, keluarga, hingga masyarakat.
‎
“Kami ingin penonton tidak sekadar menyaksikan, tetapi ikut merefleksikan posisi mereka terhadap berbagai konflik kemanusiaan yang masih berlangsung,” demikian semangat yang diusung dalam karya tersebut.
‎
ISI Yogyakarta menilai kolaborasi ini menjadi bukti bahwa seni mampu melampaui batas negara, budaya, dan disiplin ilmu.
‎
Berbagai medium artistik dipadukan dalam satu ruang pertunjukan untuk menciptakan pengalaman yang menyatukan tubuh, suara, citra, dan ruang sebagai media dialog mengenai isu kemanusiaan yang bersifat universal.
‎
“Seni menjadi bahasa bersama yang mampu membangun empati lintas batas,” menjadi pesan kuat yang dihadirkan dalam pementasan ini.
‎
Pementasan tersebut juga menjadi bagian dari langkah ISI Yogyakarta memperluas jejaring internasional.
‎
Dalam Dies Natalis tahun ini, ISI menggandeng Project Eleven sebagai mitra strategis guna membuka peluang kolaborasi global yang lebih luas.
‎
“Kolaborasi internasional menjadi ruang pertemuan kreatif antara seniman, akademisi, dan praktisi seni dari berbagai negara,” demikian komitmen yang ditegaskan melalui penyelenggaraan kegiatan tersebut.
‎
Karya ini melibatkan sebelas mahasiswa ISI Yogyakarta sebagai penari, sementara proses kreatifnya diperkuat kolaborasi para dosen dari berbagai disiplin.
‎
Anggun Ida Mawadda bertindak sebagai koreografer, Pius Rino Pungkiawan dan Antonius Janu Haryono menggarap videografi, sedangkan Raynald Alfian Y. bertanggung jawab atas aspek artistik.
‎
Kehadiran mereka memperkuat kualitas pertunjukan sekaligus mencerminkan semangat kolaborasi antara seniman internasional, akademisi, dan mahasiswa.
‎
Melalui Palmyra: Tug of War.. The Agony, ISI Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya menghadirkan seni yang tidak hanya mengejar nilai estetik, tetapi juga memiliki relevansi sosial dan kemanusiaan.
‎
“Seni dapat menjadi medium yang kuat untuk membangun kesadaran, memperluas empati, dan membuka percakapan lintas batas mengenai persoalan global,” sejalan dengan semangat Redefining Art Impact.
‎
Karya ini dapat dinikmati dalam pameran internasional The Way of Seeing yang dikuratori Dewi Bukit di Galeri RJ Katamsi lantai 3 pada 20–27 Juni 2026.(ADY)

Berita Terkait

Driver Maxim Gugat Program Turbo, DPRD DIY Desak Tindak Lanjut
Gantikan Almarhum Adrian Subagyo, Hari Prastowo Dilantik Jadi Anggota DPRD
‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas
Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Driver Maxim Gugat Program Turbo, DPRD DIY Desak Tindak Lanjut

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Gantikan Almarhum Adrian Subagyo, Hari Prastowo Dilantik Jadi Anggota DPRD

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:05 WIB

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Berita Terbaru

Yogyakarta

Harda Kiswaya Gaungkan Kerukunan Lewat Pesparawi Sleman 2026

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:41 WIB

Yogyakarta

Susanto Dwi Antoro Dorong Langen Beksan Jaga Warisan Budaya

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:37 WIB

Jawa Tengah

Ribuan Massa GPK Kepung Borobudur, Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:32 WIB

Yogyakarta

KAI Buka Tiket Desember, Penumpang Wajib Cek Perubahan Jadwal

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:28 WIB