GAS FEST 2026 Hadirkan Konsep Festival Lintas Genre, Pecinta Musik Yogyakarta Terpukau

Sabtu, 18 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA – Glow And Svara (GAS FEST) 2026 sukses mencuri perhatian pecinta musik dengan menghadirkan konsep konser lintas genre yang berbeda dari festival musik pada umumnya. Digelar di Lapangan Parkir Mandala Krida, Yogyakarta, Sabtu (18/7/2026), festival ini mempertemukan musik ska, pop koplo, hingga electronic dance music (EDM) dalam satu panggung.

Festival yang digagas oleh Gema Aksata Santara tersebut menjadi debut penyelenggara dalam menggarap konser musik berskala besar. Sebelumnya, penyelenggara lebih banyak menggelar berbagai kegiatan otomotif di wilayah Banyumas Raya.

Project Director Gema Aksata Santara, Kurniawan Triwidianto, mengatakan GAS FEST lahir dari keinginan menghadirkan pengalaman konser yang berbeda bagi penikmat musik di Yogyakarta.

“Konsep kami adalah The Sound Hear The Light, memadukan kualitas tata suara dan tata cahaya sebagai pengalaman utama. Selain itu, kami ingin menghadirkan konser lintas genre, sehingga semua penikmat musik bisa menikmati berbagai jenis musik dalam satu panggung,” ujarnya saat ditemui wartawan di sela-sela konser.

 

Menurutnya, konsep lintas genre memang sempat menimbulkan pertanyaan dari masyarakat karena dinilai berpotensi memecah basis penggemar masing-masing genre.

Namun justru tantangan tersebut ingin dijawab melalui GAS FEST.

“Banyak yang bertanya, kenapa ska digabung dengan koplo atau DJ? Kami ingin membuktikan bahwa semua genre bisa dinikmati bersama. Penonton yang datang bukan hanya menikmati satu jenis musik, tetapi bisa merasakan pengalaman baru dalam satu festival,” jelasnya.

Antusiasme publik pun disebut cukup tinggi sejak pengumuman line up diumumkan melalui media sosial. Banyak warganet penasaran dengan konsep festival yang belum banyak dihadirkan di Yogyakarta.

GAS FEST 2026 menghadirkan sejumlah musisi lintas genre, mulai dari Tipe-X, Aftershine, Dipa Barus, Mr. Jono & Joni, hingga Mentik Wangi yang sukses menghidupkan suasana sejak sore hingga malam hari.

Salah satu penampil, Mentik Wangi, mengaku merasakan atmosfer yang berbeda saat tampil di festival dibandingkan saat manggung di klub.

“Kalau di klub kan suasananya berbeda. Di festival seperti ini kita bisa melihat langsung euforia penonton yang joget dan bernyanyi bersama. Seru sekali,” katanya usai tampil.

Ia juga berharap GAS FEST dapat terus berkembang dan menjadi festival musik tahunan yang dikenal luas.

“Semoga GAS FEST semakin besar, tidak hanya di Yogyakarta tetapi juga bisa hadir di kota-kota lain. Semoga tahun depan saya bisa diajak tampil lagi,” ujarnya sambil bercanda.

Sementara itu, Kurniawan berharap penyelenggaraan perdana ini menjadi awal lahirnya festival musik dengan konsep lintas genre yang semakin matang pada tahun-tahun berikutnya.

“Tahun ini mungkin masih menjadi perkenalan konsep kami kepada masyarakat. Harapannya tahun depan bisa lebih maksimal, menghadirkan lebih banyak genre, lebih banyak artis, dan pengalaman konser yang semakin berkesan,” pungkasnya.

Dengan mengusung konsep “The Sound Hear The Light”, Glow And Svara (GAS FEST) 2026 menjadi salah satu festival musik yang menawarkan pengalaman berbeda melalui perpaduan tata cahaya, kualitas audio, serta keberagaman genre dalam satu panggung. Debut tersebut sekaligus membuka peluang lahirnya warna baru dalam industri festival musik di Yogyakarta. (Aga)

Berita Terkait

AKSARA 2026 Dorong Kreativitas Mahasiswa melalui Pameran dan Kolaborasi Arsitektur
‎Candrani Yulis Tembus Lyon Biennale Lewat Pameran Passage Menginspirasi
Korban Tenggelam di Sungai Oya Belum Ditemukan, Pencarian Dilanjutkan Selasa Pagi
Kuliah di Yogyakarta? Kenali Filosofi Hidup Warisan Keraton Sejak Dini
IELC UWM Resmi Beroperasi, Buka Peluang Studi dan Karier Internasional bagi Generasi Muda
Susanto Dwi Antoro Kobarkan Semangat Merti Kampung Celeban Budaya
Belly Angling Contessa Pukau Inacraft Lewat Ecoprint Ramah Lingkungan Berkelas
Geopix: Hasil Penelitian Terbaru Ungkap Populasi Orangutan Sumatera Tinggal 11.694 Individu

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:47 WIB

AKSARA 2026 Dorong Kreativitas Mahasiswa melalui Pameran dan Kolaborasi Arsitektur

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:31 WIB

‎Candrani Yulis Tembus Lyon Biennale Lewat Pameran Passage Menginspirasi

Senin, 20 Juli 2026 - 17:00 WIB

Korban Tenggelam di Sungai Oya Belum Ditemukan, Pencarian Dilanjutkan Selasa Pagi

Senin, 20 Juli 2026 - 14:28 WIB

Kuliah di Yogyakarta? Kenali Filosofi Hidup Warisan Keraton Sejak Dini

Senin, 20 Juli 2026 - 14:23 WIB

IELC UWM Resmi Beroperasi, Buka Peluang Studi dan Karier Internasional bagi Generasi Muda

Berita Terbaru