JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Setelah melalui proses panjang hampir satu dekade, Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah resmi memperoleh verifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pengakuan ini menandai EMT Muhammadiyah sebagai tim medis darurat berstandar internasional pertama dari Indonesia.
Pengumuman disampaikan langsung oleh EMT Secretariat WHO HQ, Roy Anthony Cosico, melalui penyerahan Confirmation Letter EMT Global Classification di Aula Masjid KH Sudja’, PKU Muhammadiyah Gamping, Ahad (19/10). Momen tersebut menjadi tonggak baru dalam kiprah kemanusiaan Muhammadiyah di tingkat global.
Menurut Rahmawati Husein, MCP., Ph.D., Dewan Pakar Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) sekaligus dosen UMY, langkah menuju verifikasi telah ditempuh sejak 2017. “Sejak tahun 2017 Muhammadiyah memiliki inisiatif membentuk tim medis darurat yang memenuhi standar global,” ujarnya, Selasa (21/10). Upaya tersebut dibangun atas pengalaman panjang tim kesehatan Muhammadiyah dalam misi internasional, mulai Palestina (2009), Nepal (2013), hingga Filipina (2015).
Dari rekam jejak itu, komitmen Muhammadiyah di bidang kesehatan global mendapat dukungan penuh dari WHO. Hasilnya, EMT Muhammadiyah kini menjadi tim ke-63 di dunia yang lolos verifikasi, sekaligus tim keempat di kawasan ASEAN yang meraih klasifikasi resmi WHO.
Verifikasi dilakukan merujuk pada Blue Book WHO, panduan standar internasional untuk tim medis darurat. EMT Muhammadiyah dinyatakan memenuhi klasifikasi Level 1 Fixed, yaitu layanan kesehatan rawat jalan yang beroperasi di satu lokasi permanen. “Kami menangani pasien rawat jalan, luka ringan, dan pertolongan pertama, bukan tindakan operasi besar seperti di Level 2 atau 3,” kata Rahmawati.
Ia menambahkan, pencapaian ini bukan sekadar pengakuan administratif, tetapi representasi profesionalitas serta kapasitas Muhammadiyah dalam kerja kemanusiaan global. Dengan status tersebut, EMT Muhammadiyah lebih mudah diterjunkan ke berbagai negara dalam misi internasional.
Ke depan, MDMC akan memperkuat kolaborasi agar EMT Muhammadiyah dapat aktif berpartisipasi dalam respons kemanusiaan global. Salah satunya dengan menggandeng LazisMu untuk menopang kebutuhan pendanaan operasional. “Kita ingin memastikan EMT Muhammadiyah tidak hanya berstandar internasional di atas kertas, tetapi hadir nyata di lapangan,” ujar Rahmawati. (ihd)






