JOGJAOJE.COM, Yogyakarta — Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, mendorong alokasi anggaran sebesar Rp120 juta per kelurahan/kalurahan di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 2026. Usulan tersebut difokuskan untuk mempercepat penanganan stunting, khususnya bagi balita dan ibu hamil.
Menurut Eko, langkah ini merupakan bagian dari komitmen Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama kelompok rentan. Ia menegaskan, intervensi berbasis wilayah terkecil dinilai lebih efektif untuk memastikan program berjalan tepat sasaran.
“Anggaran Rp120 juta per kelurahan di seluruh DIY ini merupakan komitmen untuk menangani stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Eko dalam keterangan tertulis, Kamis (9/4/2026).
Secara khusus di Kota Yogyakarta, total alokasi anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp5,4 miliar. Dana tersebut akan diarahkan untuk program tambahan gizi bagi balita dan ibu hamil sebagai upaya menekan angka stunting.
Eko menambahkan, pembangunan keluarga yang sehat menjadi fondasi utama dalam menciptakan masyarakat sejahtera. “Keluarga yang bahagia adalah keluarga yang seluruh anggotanya sehat dan hidup dalam lingkungan yang baik,” katanya.
Pernyataan itu disampaikan saat Eko mendampingi Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dalam kunjungan ke Balai Kota Yogyakarta. Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas sejumlah program pembangunan daerah, termasuk upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hasto dalam kesempatan yang sama mengapresiasi capaian Pemerintah Kota Yogyakarta di bawah kepemimpinan Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan. Ia menilai berbagai program, mulai dari penanganan stunting, bedah rumah, normalisasi sungai, hingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menembus Rp1 triliun, menjadi indikator keberhasilan pembangunan yang berpihak pada masyarakat.
Lebih jauh, Hasto menekankan pentingnya kreativitas daerah dalam mengelola anggaran di tengah dinamika global dan kebijakan fiskal nasional. Ia menyebut arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar kader di daerah mampu menjaga ketahanan ekonomi dengan inovasi kebijakan.
“Daerah harus kreatif mengelola anggaran agar tetap tangguh di tengah tekanan global, termasuk dampak pemotongan transfer dana pusat,” ujarnya.
Menurut Hasto, capaian Kota Yogyakarta dalam meningkatkan kemandirian fiskal dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk tetap berkembang di tengah tantangan ekonomi. Ia menilai pendekatan yang mengedepankan kesejahteraan warga menjadi kunci keberlanjutan pembangunan. (aga/ihd)






