Eko Suwanto Dorong Anggaran Rp120 Juta per Kelurahan di DIY untuk Percepatan Penanganan Stunting

Jumat, 10 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPD PDIP Kota Yogyakarta Eko Suwanto mendampingi Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menemui Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo di Balai Kota. (Jennus)

Ketua DPD PDIP Kota Yogyakarta Eko Suwanto mendampingi Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menemui Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo di Balai Kota. (Jennus)

JOGJAOJE.COM, Yogyakarta — Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, mendorong alokasi anggaran sebesar Rp120 juta per kelurahan/kalurahan di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 2026. Usulan tersebut difokuskan untuk mempercepat penanganan stunting, khususnya bagi balita dan ibu hamil.

Menurut Eko, langkah ini merupakan bagian dari komitmen Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama kelompok rentan. Ia menegaskan, intervensi berbasis wilayah terkecil dinilai lebih efektif untuk memastikan program berjalan tepat sasaran.

“Anggaran Rp120 juta per kelurahan di seluruh DIY ini merupakan komitmen untuk menangani stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Eko dalam keterangan tertulis, Kamis (9/4/2026).

Secara khusus di Kota Yogyakarta, total alokasi anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp5,4 miliar. Dana tersebut akan diarahkan untuk program tambahan gizi bagi balita dan ibu hamil sebagai upaya menekan angka stunting.

Eko menambahkan, pembangunan keluarga yang sehat menjadi fondasi utama dalam menciptakan masyarakat sejahtera. “Keluarga yang bahagia adalah keluarga yang seluruh anggotanya sehat dan hidup dalam lingkungan yang baik,” katanya.

Pernyataan itu disampaikan saat Eko mendampingi Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dalam kunjungan ke Balai Kota Yogyakarta. Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas sejumlah program pembangunan daerah, termasuk upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hasto dalam kesempatan yang sama mengapresiasi capaian Pemerintah Kota Yogyakarta di bawah kepemimpinan Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan. Ia menilai berbagai program, mulai dari penanganan stunting, bedah rumah, normalisasi sungai, hingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menembus Rp1 triliun, menjadi indikator keberhasilan pembangunan yang berpihak pada masyarakat.

Lebih jauh, Hasto menekankan pentingnya kreativitas daerah dalam mengelola anggaran di tengah dinamika global dan kebijakan fiskal nasional. Ia menyebut arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar kader di daerah mampu menjaga ketahanan ekonomi dengan inovasi kebijakan.

“Daerah harus kreatif mengelola anggaran agar tetap tangguh di tengah tekanan global, termasuk dampak pemotongan transfer dana pusat,” ujarnya.

Menurut Hasto, capaian Kota Yogyakarta dalam meningkatkan kemandirian fiskal dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk tetap berkembang di tengah tantangan ekonomi. Ia menilai pendekatan yang mengedepankan kesejahteraan warga menjadi kunci keberlanjutan pembangunan. (aga/ihd)

Berita Terkait

WFH Perdana di Pemkot Yogyakarta Sepi Peminat, Hanya 2,8 Persen ASN Bekerja dari Rumah
Targetkan Ada di 45 Kelurahan, Ini Alasan Pemkot Yogya Perbanyak Sekolah Lansia
Pemkot Yogyakarta Raih Opini WTP ke-17 Berturut-turut dari BPK 
Pemkot Yogya Batasi BBM Mobdin 5 Liter per Hari, Imbau ASN Naik Sepeda
Pemkot Yogya Batasi BBM Kendaraan Dinas, Anggaran Diproyeksikan Hemat hingga Rp4,7 Miliar
Pemkot Yogya Pastikan Tidak Ada PPPK Dirumahkan Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen
Pemkot Yogya Pastikan Tak Ada PPPK Dirumahkan, Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen
Pemkot Yogyakarta Jajaki WFH ASN, Pastikan Layanan Publik Tetap Normal
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 18:14 WIB

Eko Suwanto Dorong Anggaran Rp120 Juta per Kelurahan di DIY untuk Percepatan Penanganan Stunting

Jumat, 10 April 2026 - 16:32 WIB

WFH Perdana di Pemkot Yogyakarta Sepi Peminat, Hanya 2,8 Persen ASN Bekerja dari Rumah

Selasa, 7 April 2026 - 21:24 WIB

Targetkan Ada di 45 Kelurahan, Ini Alasan Pemkot Yogya Perbanyak Sekolah Lansia

Jumat, 3 April 2026 - 17:02 WIB

Pemkot Yogyakarta Raih Opini WTP ke-17 Berturut-turut dari BPK 

Kamis, 2 April 2026 - 19:42 WIB

Pemkot Yogya Batasi BBM Mobdin 5 Liter per Hari, Imbau ASN Naik Sepeda

Berita Terbaru

Sumatera Selatan

Sinergi Pemerintah dan Swasta, Jembatan Air Lawai B Kembali Dibangun

Jumat, 10 Apr 2026 - 19:53 WIB