Dugaan Kasus KDRT MAI, Nishal Dhillon: Ujian Moral dan Nilai Pejabat Publik Keagamaan

Sabtu, 11 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta — Sejumlah aktivis perempuan menyerukan agar Kementerian Agama (Kemenag) benar-benar mengimplementasikan nilai Kurikulum Cinta di lingkungan pejabat dan pegawai.

Seruan ini muncul menyusul mencuatnya dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang melibatkan MAI, pejabat di Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sekaligus dosen di UIN Raden Intan Lampung.

Pada 8 Oktober 2025, dr. Nishal Dhillon, aktivis perempuan yang dikenal melalui gerakan Peradaban Moral dan Kurikulum Berbasis Cinta, menyampaikan bahwa kasus ini merupakan ujian moral dan konsistensi nilai kemanusiaan bagi pejabat publik dan lembaga keagamaan.

“Ketika seorang pejabat publik atau pendidik terlibat dalam dugaan kekerasan, publik bukan hanya melihat individunya, tapi juga menilai sejauh mana institusi tempatnya bekerja berani menegakkan nilai yang mereka ajarkan,” ujar dr. Nishal dengan nada prihatin.

Ia menegaskan, Kemenag dan BPJPH memiliki tanggung jawab moral untuk memberi keteladanan nyata, bukan hanya administratif.

“Kurikulum cinta kasih yang digaungkan Kemenag tidak boleh berhenti di dokumen dan seminar. Nilai itu harus tercermin dalam perilaku setiap pejabatnya. Kalau ada dugaan kekerasan, harus ada keberanian moral untuk mengoreksi dan memperbaiki,” tegasnya.

dr. Nishal menambahkan bahwa pendidikan dan kekuasaan tanpa cinta justru berpotensi melahirkan kekerasan terselubung. Karena itu, ia mendorong agar seluruh lembaga negara dan kampus menempatkan nilai kasih, empati, dan keadilan sebagai ukuran utama integritas pejabat publik.

“Kita tidak sedang menghukum seseorang, tapi sedang menguji kejujuran bangsa ini dalam menegakkan nilai yang kita yakini bersama,” ujarnya.

Sementara itu, aktivis perempuan Salsabila Sardjono menilai pentingnya tindakan tegas lintas kementerian agar kasus serupa tidak terulang.

“Bapak Menteri Agama harus memastikan Kurikulum Cinta benar-benar diimplementasikan di lingkungan pejabat dan pegawai Kemenag agar mereka menjadi contoh bagi masyarakat,” kata Salsabila.

Ia juga menyesalkan jika benar dugaan KDRT di lingkungan BPJPH terjadi di hadapan para pegawai.

“Ini harus ditindak tegas oleh Menteri PAN-RB, sementara Menteri PPPA harus memastikan korban dalam keadaan baik, tidak trauma, dan tidak berada di bawah tekanan pelaku untuk bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa,” tegasnya.

Menurut Salsabila, kekerasan yang terjadi di lingkungan lembaga publik merupakan cermin krisis moral dan kemanusiaan, yang seharusnya tidak terjadi di institusi yang mengemban nilai-nilai agama dan keadilan sosial.

“Jika Kurikulum Cinta benar-benar diterapkan, tidak akan ada ruang bagi kekerasan, apalagi di kantor pemerintahan,” tutupnya.(*)

Berita Terkait

IDGITAF Buka Lembaran Baru Lewat Album ‘Berusaha di Bawah Hujan’
Komisi XIII DPR Ingatkan Revisi UU HAM Harus Berorientasi pada Kepentingan Publik
Kasasi No. 431 K/TUN/2026 Jadi Sorotan, Soegiharto Santoso Kembali Hubungi Ketua MA
Terpilih Lagi, Nahdiana Siap Bawa PSTI DKI Jakarta Raih Prestasi Lebih Tinggi
Demi Kualitas Pendidikan, SMSI Dukung Asosiasi Dosen Indonesia Perjuangkan Standar Gaji yang Layak
Gerindra Nilai Prabowo Aktif Bangun Hubungan Internasional yang Berimbang
Publik Nilai Kepemimpinan Prabowo Lebih Transparan dan Informatif
Banten Dipromosikan sebagai Kawasan Investasi Prospektif dan Kompetitif

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 08:18 WIB

IDGITAF Buka Lembaran Baru Lewat Album ‘Berusaha di Bawah Hujan’

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:01 WIB

Komisi XIII DPR Ingatkan Revisi UU HAM Harus Berorientasi pada Kepentingan Publik

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:30 WIB

Kasasi No. 431 K/TUN/2026 Jadi Sorotan, Soegiharto Santoso Kembali Hubungi Ketua MA

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:53 WIB

Terpilih Lagi, Nahdiana Siap Bawa PSTI DKI Jakarta Raih Prestasi Lebih Tinggi

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:27 WIB

Demi Kualitas Pendidikan, SMSI Dukung Asosiasi Dosen Indonesia Perjuangkan Standar Gaji yang Layak

Berita Terbaru

Jogja

Mama Yasinta Figur Pejuang Papua Yang Sejati

Senin, 1 Jun 2026 - 10:23 WIB