JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Yogyakarta menginisiasi forum Sambung Rasa bersama DPD Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Kota Yogyakarta dan Masyarakat Wirausaha (MASWIRA) di Ruang Rapat I DPRD Kota Yogyakarta, Jumat (30/1/2026).
Forum ini diarahkan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pendampingan langsung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu meningkatkan skala usahanya pada 2026.
Wakil Ketua I DPRD Kota Yogyakarta RM Sinarbiyatnujanat menegaskan, penguatan UMKM tidak dapat dilepaskan dari ekosistem komunikasi yang sehat antara legislatif, pelaku usaha, dan media massa. Menurut dia, pemberdayaan UMKM membutuhkan fondasi ekonomi yang kokoh agar kemandirian lokal dapat tumbuh secara berkelanjutan.
“Pendampingan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ekonomi lokal melalui UMKM. Dengan dukungan kelembagaan dan semangat kewirausahaan, kami optimistis dapat membangun ekosistem bisnis yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan,” ujar Sinarbiyatnujanat.
Dari sisi media, Ketua DPD PWMOI Kota Yogyakarta Jumarodin menilai, pola bantuan UMKM tidak cukup jika hanya berfokus pada permodalan. Ia mengusulkan penguatan kelembagaan melalui model holding UMKM sebagai strategi jangka panjang bagi anggota MASWIRA.
“Istilah ‘naik kelas’ harus dimaknai secara konkret. UMKM kerap diberi modal, tetapi tidak disiapkan jalur untuk berkembang. Sinergi kebijakan legislatif dan kewirausahaan penting agar ada aturan main yang benar-benar mendukung,” kata Jumarodin.
Forum tersebut juga menyoroti pentingnya literasi digital sebagai kunci daya saing UMKM. PWMOI berkomitmen mendorong pelaku usaha memanfaatkan media berbasis web dan platform daring sebagai sarana utama pemasaran, sekaligus menjaga keberlanjutan promosi di tengah persaingan ekonomi digital.
Sinergi DPRD Kota Yogyakarta, MASWIRA, dan PWMOI diharapkan mampu membekali UMKM agar lebih adaptif, inovatif, dan kompetitif. Bagi pelaku usaha yang hadir, pendampingan terintegrasi ini menjadi harapan baru untuk menghadapi dinamika pasar, sekaligus membuka peluang memperluas jangkauan usaha hingga tingkat nasional. (ihd)






