Eko Suwanto: Pilkada Lewat DPRD Ancaman Mundurnya Demokrasi Lokal

Rabu, 7 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto (Istimewa)

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto (Istimewa)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Wacana pengembalian pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD kembali memantik perdebatan mendasar tentang arah demokrasi Indonesia. Di tengah pengalaman panjang rakyat memilih pemimpinnya secara langsung, gagasan tersebut dinilai sebagai langkah mundur yang berpotensi mereduksi hak konstitusional warga negara.

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menilai, pemilihan kepala daerah melalui DPRD bukan semata perubahan mekanisme, melainkan keputusan politik strategis yang menyentuh jantung kedaulatan rakyat. Menurut dia, demokrasi Pancasila yang dibangun pascareformasi justru menempatkan rakyat sebagai subjek utama dalam menentukan pemimpin.

“Pemilihan kepala daerah melalui DPRD adalah tindakan politik yang menghilangkan dan mencederai hak konstitusi rakyat dalam memilih pemimpinnya. Ini merupakan kemunduran dari proses demokrasi Pancasila yang kita bangun bersama,” ujar Eko, Selasa (6/1/2026).

Eko mengingatkan, masyarakat Indonesia telah melalui perjalanan panjang dalam membangun tradisi demokrasi elektoral. Pemilihan langsung kepala daerah bukan hanya prosedur politik, tetapi sarana pembelajaran publik untuk terlibat, mengawasi, sekaligus menagih akuntabilitas kekuasaan.

Ia menjelaskan, konstitusi memang memberi ruang bagi kekhasan sejumlah daerah. Aceh memiliki partai politik lokal, Jakarta menerapkan syarat perolehan suara tertentu, Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan gubernur dan wakil gubernur melalui mekanisme khusus, sementara Papua menjalankan otonomi khusus. Namun, kekhususan tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk meniadakan hak rakyat di daerah lain dalam memilih pemimpinnya secara langsung.

Menurut Eko, menyerahkan sepenuhnya pilkada kepada DPRD justru berisiko menjauhkan proses politik dari rakyat. Selain rawan kepentingan elite, mekanisme itu dikhawatirkan melemahkan legitimasi kepala daerah sekaligus menciptakan preseden buruk bagi demokrasi lokal.

“Konstitusi menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Jika hak memilih itu dihapus, maka esensi demokrasi yang kita jaga selama ini ikut tergerus,” kata legislator yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta tersebut.

Di tengah berbagai tantangan demokrasi hari ini, Eko menilai perbaikan pilkada seharusnya diarahkan pada penguatan kualitas, integritas, dan tata kelola pemilu, bukan dengan mencabut hak dasar rakyat untuk menentukan pemimpinnya sendiri. (ihd)

Berita Terkait

Eko Suwanto Mengenang Dominikus Adi Sutarwijono, Pejuang Sederhana
DPRD Jogja Kolaborasi dengan Media dan Wirausaha, Dorong UMKM Naik Kelas
Komisi C DPRD DIY Tinjau Kerusakan Jalan Panggang–Wonosari, Anggaran Jadi Kendala
Eko Suwanto Apresiasi Puskesmas dan Kader, Angka Stunting Jogja Turun 8,6 Persen
80 Tahun Jogja Ibu Kota RI, Rawat Ingatan Sejarah dan Semangat Kebangsaan
Libur Tahun Baru, Eko Suwanto: Utamakan Keselamatan di Tengah Cuaca Ekstrem
Menuju Ketok Palu APBD 2026, DPRD Kota Jogja Sesuaikan Agenda hingga Akhir Tahun
Peran Keluarga Dinilai Krusial, DPRD DIY Ingatkan Bantuan Stunting Tepat Sasaran

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 00:02 WIB

Eko Suwanto Mengenang Dominikus Adi Sutarwijono, Pejuang Sederhana

Senin, 2 Februari 2026 - 18:31 WIB

DPRD Jogja Kolaborasi dengan Media dan Wirausaha, Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:14 WIB

Komisi C DPRD DIY Tinjau Kerusakan Jalan Panggang–Wonosari, Anggaran Jadi Kendala

Minggu, 18 Januari 2026 - 23:45 WIB

Eko Suwanto Apresiasi Puskesmas dan Kader, Angka Stunting Jogja Turun 8,6 Persen

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:37 WIB

Eko Suwanto: Pilkada Lewat DPRD Ancaman Mundurnya Demokrasi Lokal

Berita Terbaru

Muhammadiyah meluncurkan 24 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di tujuh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), Jumat (12/2), di Ballroom The University Hotel Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (Humas UMY)

Pendidikan

Bersama UMY, Muhammadiyah Luncurkan 24 PPDS di Tujuh PTMA

Jumat, 13 Feb 2026 - 18:01 WIB