Ditjen Dukcapil Optimalkan Sistem SIEM dan PAM untuk Deteksi Anomali dalam Data Center

Selasa, 14 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Muhammad Nuh Al-Azhar menegaskan, Kemendagri terus berupaya meningkatkan teknologi keamanan pusat data (data center) untuk melindungi data masyarakat. Menurutnya, Ditjen Dukcapil telah merancang sistem keamanan berlapis guna menghindari kebocoran 286 juta data masyarakat.

“Ketika kita membuat data center, maka kita saat itu juga harus memikirkan bagaimana merancang security yang baik,” katanya kepada awak media usai acara Cyber Security and Forensic Summit 2025 di Farincorp Center, Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Ia menjelaskan, ada banyak teknik keamanan siber yang dapat diaplikasikan, mulai dari berbasis end-to-end encryption hingga secure browser. Di dalam pusat data juga mesti dilengkapi security information and event management (SIEM) dan privileged access management (PAM).

“Itu yang membuat kita menjaga keamanan termonitor, belum lagi yang di atas itu adalah secure zone, sehingga real time kita bisa memonitor kejadian. Jadi ketika ada data bocor atau membuat sistem yang lumpuh, anomali-anomali itu saat itu juga bisa kita deteksi, [sehingga] teridentifikasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nuh menambahkan, seluruh kebijakan sistem keamanan yang dilakukan Ditjen Dukcapil sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. Ia menyampaikan, Mendagri ingin seluruh data kependudukan warga Indonesia terlindungi dengan baik.

“Itu didukung penuh sama Bapak Menteri Dalam Negeri, bahwasanya keamanan [data kependudukan] itu adalah paling atas,” ujarnya.

Nuh memastikan, Ditjen Dukcapil akan berusaha semaksimal mungkin mencegah terjadinya kebocoran data yang dapat merugikan masyarakat. Terlebih, data tersebut berisi informasi pribadi yang sangat sensitif.

“Ada biometrik, ada wajah kita, ada sidik jari kita, ada iris mata kita, itu tidak boleh bocor. Itu keamanan, dan itu kita terapkan di Dukcapil. Meskipun kita juga tahu ada namanya no system is perfect, no security is perfect, tapi tetap kita update, selalu kita update,” pungkasnya.(nr)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Akta Kelahiran Digital Diperluas, Mendagri Siapkan SE untuk Bayi Lahir di Luar Faskes
Akta Kelahiran Kini Terintegrasi dengan Layanan Kesehatan, Pemerintah Dorong Pelayanan Publik Lebih Cepat
Menko AHY: Masa Depan Indonesia Emas 2045 Ditentukan Anak Muda Hari Ini
HUT ke-3 Garuda TV, Menekraf Tekankan Peran Industri Media
Pemerintah Siapkan Tiga Skema Pembayaran PPPK di Daerah, Pastikan Tak Ada yang Dirumahkan
Inflasi Juli Tercatat 2,88 Persen, Tito Karnavian Sebut Kondisi Masih Ideal
Wamendagri Bima Arya Dorong Sinergi Daerah Perkuat Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
Layanan BPHTB Diperkuat, Mendagri dan Menteri ATR/BPN Teken Surat Edaran Bersama

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:17 WIB

Akta Kelahiran Digital Diperluas, Mendagri Siapkan SE untuk Bayi Lahir di Luar Faskes

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Akta Kelahiran Kini Terintegrasi dengan Layanan Kesehatan, Pemerintah Dorong Pelayanan Publik Lebih Cepat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:36 WIB

Menko AHY: Masa Depan Indonesia Emas 2045 Ditentukan Anak Muda Hari Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:25 WIB

HUT ke-3 Garuda TV, Menekraf Tekankan Peran Industri Media

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:57 WIB

Pemerintah Siapkan Tiga Skema Pembayaran PPPK di Daerah, Pastikan Tak Ada yang Dirumahkan

Berita Terbaru