Home / UMY

Disertasi Doktor UMY Kembangkan Instrumen Asesmen untuk Terapi Ruqyah Syar’iyyah

Rabu, 8 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Muhammad Faizar H. M. Pd menerima ijazah Doktor Psikologi Pendidikan Islam dari ketua sidang ujian terbuka, Prof. Erna Rochmawati, Ns., MNSc.,M.Med.Ed., Ph. D

Dr. Muhammad Faizar H. M. Pd menerima ijazah Doktor Psikologi Pendidikan Islam dari ketua sidang ujian terbuka, Prof. Erna Rochmawati, Ns., MNSc.,M.Med.Ed., Ph. D

JOGJAOKE.COM, Pengembangan kajian ilmiah mengenai ruqyah syar’iyyah masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam penyusunan instrumen yang dapat membantu proses asesmen pasien secara lebih sistematis. Selama ini, sebagian besar penelitian lebih banyak mengkaji ruqyah sebagai terapi pendamping untuk mengurangi kecemasan atau depresi, sementara penelitian mengenai klasifikasi kondisi pasien non-medis serta penerapannya dalam layanan kesehatan masih relatif terbatas.

Berangkat dari kondisi tersebut, Dr. Muhammad Faizar H., M.Pd., mengembangkan sejumlah instrumen asesmen dalam disertasinya yang berjudul Peran ‘Ruqyah Syar’iyyah untuk Meningkatkan Kesadaran Spiritual Pasien Non-Medis’. Instrumen tersebut dirancang untuk membantu proses identifikasi awal terhadap kondisi pasien sekaligus memberikan kerangka kerja yang lebih sistematis dalam pelaksanaan terapi ruqyah syar’iyyah sebagai terapi komplementer.

“Sebagian penelitian terdahulu tentang ruqyah masih banyak berfokus pada populasi tertentu, seperti pasien kanker, korban KDRT, atau individu dengan gangguan mental secara umum. Sementara itu, kajian mengenai pasien dengan indikasi gangguan non-medis masih belum banyak disusun secara sistematis dalam konteks terapi komplementer. Selain itu, dampaknya terhadap kesadaran spiritual, perubahan kualitas ibadah, pemulihan makna hidup, dan perilaku keagamaan pasien juga belum banyak dieksplorasi secara mendalam,” jelasnya dalam Ujian Terbuka Disertasi Program Doktor Psikologi Pendidikan Islam UMY, Rabu (8/7/2026).

Dalam penelitiannya, Faizar mengembangkan SGR Scoring System sebagai instrumen skrining awal untuk membantu proses asesmen pasien. Instrumen tersebut menilai tiga aspek utama, yakni sikap, gangguan dalam pelaksanaan ibadah, serta riwayat praktik tertentu yang menjadi bagian dari proses asesmen sebelum terapi dilakukan.

Selain itu, ia juga merancang tiga instrumen klasifikasi lanjutan yang disusun dalam bentuk akronim, yaitu TUMBAL, BUSET, dan JIMAT. Ketiga instrumen tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan prosedur skrining maupun asesmen yang telah diterapkan di rumah sakit, melainkan sebagai perangkat pendukung dalam mengelompokkan indikasi yang ditemukan selama proses terapi komplementer.

“Hubungan SGR Scoring System dengan tiga akronim tersebut bukan hubungan yang saling menggantikan. SGR berfungsi sebagai skrining awal dalam terapi komplementer, sedangkan ketiga akronim tersebut merupakan instrumen klasifikasi lanjutan. Dengan demikian, seluruh instrumen ini bersifat komplementer dan bukan korektif terhadap sistem asesmen yang telah digunakan di rumah sakit,” paparnya.

Selain mengembangkan instrumen asesmen, Faizar juga merumuskan tiga pendekatan dalam pelaksanaan terapi ruqyah syar’iyyah berdasarkan hasil penelitiannya. Ketiga pendekatan tersebut meliputi penggunaan intonasi dan ritme bacaan ayat Al-Qur’an, pemilihan ayat yang disesuaikan dengan kondisi pasien, serta metode tambahan yang diterapkan pada kondisi tertentu.

“Penggunaan intonasi dan ritme bacaan menjadi metode yang paling dominan diterapkan dalam terapi, sedangkan metode tambahan digunakan secara lebih selektif sesuai kondisi pasien. Model ini diharapkan dapat menjadi pijakan bagi pengembangan kajian ruqyah syar’iyyah yang lebih sistematis serta memiliki landasan akademik yang lebih kuat,” ungkapnya.

Melalui pengembangan instrumen asesmen dan model terapi tersebut, Faizar berharap penelitiannya dapat memberikan kontribusi akademik dalam memperkaya kajian mengenai ruqyah syar’iyyah, khususnya sebagai terapi komplementer yang mendukung pelayanan kesehatan secara holistik tanpa menggantikan penanganan medis yang telah ada. (LSI)

sumber : humas umy

Berita Terkait

Air Bersih Terbatas Pascabencana di Manggarai Timur, UMY Siapkan Teknologi Penjernihan Air
Jejaring Riset Internasional UMY Menguat di QS Asia 2027, MoU Harus Berujung Kolaborasi Nyata
Pererat Sinergi Kampus dan Kepolisian, UMY Gelar Fun Football Bersama Polres Bantul
UMY Masuk 15 Besar Universitas Terbaik di Indonesia dan naik 8 peringkat di QS Asia University Rankings 2027
UMY Melesat 162 Peringkat di QS Asia University Rankings 2027, Catat Kenaikan tertinggi ke-5 di Asia
Aksara Peduli UMY Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Santri Ar Rahimiyah Pota
Tim Aksara Peduli UMY Salurkan Bantuan ke Puskesmas Pota, Siapkan Lima Paket Darurat
UMY Kirim Tim Aksara Peduli ke Manggarai Timur, Dukung Pemulihan Pascabencana

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:28 WIB

Air Bersih Terbatas Pascabencana di Manggarai Timur, UMY Siapkan Teknologi Penjernihan Air

Kamis, 5 November 2026 - 12:58 WIB

Jejaring Riset Internasional UMY Menguat di QS Asia 2027, MoU Harus Berujung Kolaborasi Nyata

Kamis, 5 November 2026 - 11:28 WIB

Pererat Sinergi Kampus dan Kepolisian, UMY Gelar Fun Football Bersama Polres Bantul

Kamis, 5 November 2026 - 08:36 WIB

UMY Masuk 15 Besar Universitas Terbaik di Indonesia dan naik 8 peringkat di QS Asia University Rankings 2027

Kamis, 5 November 2026 - 08:27 WIB

UMY Melesat 162 Peringkat di QS Asia University Rankings 2027, Catat Kenaikan tertinggi ke-5 di Asia

Berita Terbaru

Rakor ISEI Cabang Yogyakarta

Yogyakarta

Lima Kandidat Berebut Kursi Ketua ISEI Yogyakarta, Didi Unggul

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:34 WIB