JOGJAOKE.COM, Yogyakarta – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberangkatkan tim Aksara Peduli untuk mendampingi pemulihan masyarakat pascabencana di Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pendampingan difokuskan pada penguatan literasi, kesehatan, dan ketangguhan masyarakat.
Tim berangkat melalui Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA), Minggu (1/11/2026) siang. Kegiatan ini mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui program Aksara Peduli 2026.
Dipimpin Dr. Al Afik, M.A., tim melibatkan dua dosen bidang kesehatan, yakni Dr. drg. Laelia Dwi Anggraini, Sp.KGA., dan apt. Sabtanti Harimurti, Ph.D. Keterlibatan keduanya diharapkan memperkuat pendampingan melalui edukasi kesehatan, kesehatan gigi anak, dan pengelolaan obat di tingkat masyarakat.
“Ini bukan sekadar pengabdian, tapi pembelajaran tentang kemanusiaan. Kami ingin hadir tidak hanya membawa bantuan, tapi membawa harapan agar masyarakat Pota bisa lebih tangguh,” ungkap Al Afik dalam wawancara, Selasa (3/11/2026).
Libatkan Mahasiswa Relawan UMY
Selain dosen, tim melibatkan empat mahasiswa angkatan 2024 dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Relawan UMY. Mereka adalah Ega dari Program Studi Ilmu Pemerintahan, Aul dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Anwar dari Fakultas Hukum, serta Rafi dari Fakultas Pertanian. Tim turut didukung staf bernama Ainul.
Bagi para mahasiswa, keterlibatan dalam kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari konversi program kuliah kerja nyata (KKN). Mereka terlibat dalam pendampingan masyarakat bersama tim dosen.
Al Afik juga menjelaskan, program pendampingan oleh tim UMY ini mengusung tema “Aksi Nyata Berdampak untuk Semua: Menuju Masyarakat NTT Tangguh”.
“Program ini kami arahkan untuk mendukung pemulihan sekaligus memperkuat kemampuan masyarakat menghadapi risiko bencana,” imbuh Al Afik.
Tim membawa logistik dan perlengkapan pendukung untuk menjalankan rangkaian kegiatan selama beberapa hari di Manggarai Timur. Melalui pendampingan tersebut, UMY berharap dapat membantu masyarakat Pota memperkuat pengetahuan kesehatan dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan pascabencana. (lsi)
Sumber : Humas Umy






