Digitalisasi Layanan Publik Jadi Strategi Sumsel Tutup Celah Korupsi

Kamis, 7 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Palembang — Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mewujudkan layanan publik yang transparan dan akuntabel. Hal ini disampaikannya saat memimpin rapat bersama Direktur Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK RI, Arif Waluyo Widiarto, di Ruang Rapat Binapraja Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (6/5/2026).

Rapat tersebut membahas digitalisasi layanan dasar, meliputi administrasi kependudukan, Surat Izin Praktik tenaga kesehatan, Sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (SPPIRT), serta layanan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA).

Kegiatan ini merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi pelaksanaan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK), khususnya pada agenda digitalisasi dan standardisasi layanan publik yang menjadi fokus nasional dalam Aksi Pencegahan Korupsi 2025–2026.

Dalam arahannya, Edward Candra menegaskan bahwa Pemprov Sumsel terus memperkuat tata kelola pemerintahan melalui percepatan transformasi digital di berbagai sektor layanan publik.

“Digitalisasi layanan publik bukan hanya tuntutan zaman, tetapi juga langkah strategis untuk menutup celah praktik korupsi, sekaligus memberikan kemudahan, kecepatan, dan kepastian layanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembenahan sistem dilakukan secara bertahap agar seluruh layanan dasar dapat terintegrasi dan memenuhi standar pelayanan modern yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat (citizen centric).

Sementara itu, Arif Waluyo Widiarto menyampaikan bahwa digitalisasi dan standardisasi layanan publik merupakan instrumen penting dalam pencegahan korupsi, karena mampu meminimalkan interaksi langsung yang berpotensi menimbulkan penyimpangan.

“Melalui digitalisasi, setiap proses layanan dapat terdokumentasi secara sistematis, terukur, dan mudah diawasi. Ini menjadi fondasi penting dalam membangun birokrasi yang bersih dan profesional,” katanya.

Dalam rapat tersebut turut dibahas sejumlah aksi prioritas, antara lain digitalisasi layanan publik, pengadaan barang dan jasa, penguatan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), serta penguatan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah.

Untuk kapabilitas APIP, Provinsi Sumsel berhasil mempertahankan Level 3 pada periode 2022 hingga 2024. Sementara itu, evaluasi tahun 2025 masih dalam proses oleh BPKP.

Berdasarkan hasil verifikasi capaian Aksi Layanan Publik Stranas PK B15 Tahun 2026, kinerja penyedia layanan di lingkungan Pemprov Sumsel memperoleh nilai 71,74. Capaian ini dinilai belum optimal karena masih terdapat pekerjaan dalam masa pemeliharaan sehingga belum dapat dinilai secara menyeluruh.

Pada sektor digitalisasi dan standardisasi perizinan berusaha di bidang kesehatan, termasuk Surat Izin Praktik tenaga kesehatan dan SPPIRT, Sumsel memperoleh nilai verifikasi 80. Hasil ini menunjukkan perlunya percepatan digitalisasi karena sebagian proses layanan masih dilakukan secara manual.

Adapun layanan administrasi kependudukan seperti akta kelahiran, Kartu Keluarga, dan KTP memperoleh nilai sempurna 100. Sementara layanan pernikahan di KUA meraih nilai 90, dengan catatan masih diperlukan inovasi dalam proses verifikasi dokumen yang sebagian masih manual dan belum memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Selain rapat monitoring dan evaluasi, Tim Nasional Stranas PK KPK RI juga melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah titik layanan publik di Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Komering Ilir. Kunjungan tersebut mencakup layanan sertipikat tanah, Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), administrasi kependudukan, hingga layanan uji berkala kendaraan bermotor (KIR) sebagai bagian dari verifikasi implementasi digitalisasi layanan publik di daerah.(lsi)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Tatap Muka di Palembang, Menko Polkam Ingatkan Bahaya Perpecahan Bangsa
Apel Siaga Karhutla 2026 Digelar di Griya Agung, Sumsel Fokus Pencegahan Dini
Hadapi Arus Informasi, AMKI Sumsel Gandeng DPRD Tingkatkan Literasi Digital
Cik Ujang Targetkan Tol Betung–Tempino Rampung November 2026
Herman Deru: Rutilahu Bukan Sekadar Program, Tapi Gerakan Kepedulian Sosial
Kloter PLM 10 Mulai Masuk Asrama Haji, Pemerintah Pastikan Proses Berjalan Lancar
Pemprov Sumsel Siapkan Langkah Cepat Tangani 30 Titik Genangan di Palembang
Pemprov Sumsel Peringati Hardiknas 2026 dengan Fokus Transformasi Pendidikan

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:02 WIB

Tatap Muka di Palembang, Menko Polkam Ingatkan Bahaya Perpecahan Bangsa

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:37 WIB

Digitalisasi Layanan Publik Jadi Strategi Sumsel Tutup Celah Korupsi

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:05 WIB

Apel Siaga Karhutla 2026 Digelar di Griya Agung, Sumsel Fokus Pencegahan Dini

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:33 WIB

Hadapi Arus Informasi, AMKI Sumsel Gandeng DPRD Tingkatkan Literasi Digital

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:38 WIB

Cik Ujang Targetkan Tol Betung–Tempino Rampung November 2026

Berita Terbaru

Banten

PWI Dukung MA Ciptakan Pedoman Media yang Akuntabel

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:35 WIB