JOGJAOKE.COM, JENEWA, Swiss – Delegasi buruh Indonesia asal Provinsi Banten yang tergabung dalam delegasi pekerja Indonesia aktif mengikuti pembahasan berbagai isu strategis ketenagakerjaan pada hari kedua International Labour Conference (ILC) ke-114 yang diselenggarakan International Labour Organization (ILO) di Jenewa, Swiss, Selasa (2/6/2026).
Dalam agenda hari kedua, para delegasi mengikuti sidang Committee on the Application of Standards (CAN) yang membahas laporan penerapan konvensi dan rekomendasi ILO oleh negara-negara anggota. Komite ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi kepatuhan negara anggota terhadap standar ketenagakerjaan internasional.
Selain itu, delegasi pekerja Indonesia juga mengikuti pembahasan di Standard Setting Committee (CNP) yang membahas penyusunan standar internasional mengenai pekerjaan layak dalam ekonomi platform atau platform economy. Isu ini menjadi perhatian dunia karena semakin berkembangnya model kerja berbasis aplikasi digital yang melibatkan jutaan pekerja.
Pada saat yang sama, Recurrent Discussion Committee (CD-R) membahas penguatan dialog sosial, tripartisme, dan kebebasan berserikat sebagai fondasi dalam membangun hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan. Sementara General Discussion Committee (CDG) membahas kemajuan transformatif menuju kesetaraan gender di dunia kerja.
Rangkaian sidang berlangsung di sejumlah lokasi penting di Jenewa, di antaranya Palais des Nations yang merupakan markas besar United Nations Office at Geneva (UNOG), kantor pusat ILO atau Bureau International du Travail (BIT), serta Geneva International Conference Centre (CICG).
Delegasi buruh asal Banten yang berada dalam naungan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Jumhur Hidayat dan berafiliasi dengan International Trade Union Confederation (ITUC) terdiri atas Ketua Umum FSP KAHUT Alam, Sekretaris Jenderal FSP KEP Mochamad Edi Priyanto, Ketua Umum FSP NIBA Prawoto Juritno Sujud, Ketua PUK SPSI PT Gajah Tunggal Ananda Tri Rizki, Sekretaris Jenderal FSP TSK Tata Wasta, serta Sekretaris DPD KSPSI Provinsi Banten yang juga Ketua DPD FSP LEM SPSI Provinsi Banten, Dewa Sukma Kelana.
Dewa Sukma Kelana mengatakan keikutsertaan delegasi pekerja Indonesia dalam berbagai komite ILC menjadi kesempatan penting untuk memahami perkembangan kebijakan ketenagakerjaan internasional sekaligus menyuarakan kepentingan pekerja Indonesia di forum global.
“Melalui ILC ke-114 ini kami dapat mengikuti secara langsung pembahasan berbagai isu ketenagakerjaan dunia, mulai dari pekerjaan layak di era digital, dialog sosial, kebebasan berserikat hingga kesetaraan gender. Hasil-hasil pembahasan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pekerja di Indonesia,” ungkap Dewa.
Menurutnya, tantangan dunia kerja saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan perubahan pola hubungan kerja. Karena itu, keterlibatan serikat pekerja dalam forum internasional menjadi penting untuk memastikan hak dan kepentingan pekerja tetap mendapat perhatian.
“Forum ini memberikan ruang bagi pekerja untuk belajar, bertukar pengalaman, dan memahami berbagai praktik ketenagakerjaan yang diterapkan di negara lain. Harapannya, pengalaman tersebut dapat memberikan manfaat bagi penguatan gerakan pekerja dan hubungan industrial di Indonesia,” tuturnya.
ILC ke-114 berlangsung pada 1 hingga 12 Juni 2026 dan dihadiri delegasi dari 187 negara anggota ILO yang terdiri atas unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam format tripartit. Sebagai forum tertinggi ILO, konferensi ini menjadi wadah perumusan kebijakan dan standar ketenagakerjaan internasional guna menjawab berbagai tantangan dunia kerja global yang terus berkembang.
(Yuyi Rohmatunisa)






